Silaturahmi Srikandi FKBN Hasilkan Program Strategis Ketahanan Pangan dan Literasi Bela Negara untuk Generasi Muda
Jakarta, Pusatberitarakyat.com — Momentum silaturahmi Srikandi Bela Negara di kantor pusat menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor, khususnya pada program ketahanan pangan dan pendidikan karakter bela negara. Kegiatan ini turut didampingi oleh Pembina Srikandi, Bapak Batman, serta dihadiri oleh pejabat Forum Komunikasi Bela Negara, Widya Mukti. Senin, (6/04/2026).
Kehadiran rombongan disambut langsung oleh H. Ali Santoso selaku Koordinator Penggerak Desa Bela Negara Forum Kader Bela Negara (FKBN) Divisi Ketahanan Pangan. Pertemuan berlangsung hangat dan produktif dengan pembahasan sejumlah program prioritas yang akan dikolaborasikan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Widya Mukti menyampaikan ketertarikannya terhadap program ketahanan pangan yang selama ini dijalankan oleh FKBN. Ia menilai program tersebut memiliki dampak nyata dalam memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus menjaga stabilitas sosial di tingkat desa.
“Program ketahanan pangan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kami melihat FKBN sudah memiliki konsep dan implementasi yang baik. Ke depan, kami sangat terbuka untuk berkolaborasi agar program ini bisa diperluas dan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat,” ujar Widya Mukti.
Selain fokus pada sektor pangan, pertemuan ini juga menghasilkan rencana kolaborasi di bidang pendidikan melalui program bertajuk “Literasi Bela Negara.” Program ini dirancang untuk diterapkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebagai upaya menanamkan nilai-nilai bela negara sejak usia dini.
Program Literasi Bela Negara bertujuan membentuk karakter generasi muda yang berintegritas, berakhlak, serta memiliki rasa cinta tanah air. Inisiatif ini juga menjadi respon terhadap tantangan era digitalisasi modern yang dinilai berdampak pada penurunan kualitas moral dan perilaku anak muda akibat penggunaan handphone yang tidak terkontrol.
H. Ali Santoso menegaskan bahwa peran FKBN bersama Forum Komunikasi Bela Negara sangat krusial dalam menjaga ketahanan generasi bangsa.
“Kami melihat ada tantangan serius di era digital ini, terutama terkait degradasi akhlak generasi muda. Melalui program Literasi Bela Negara, kami ingin hadir memberikan solusi nyata dengan pendekatan edukatif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Pembina Srikandi Bela Negara, Bapak Batman, menambahkan bahwa keterlibatan perempuan dalam gerakan bela negara menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun ketahanan sosial dan keluarga.
“Srikandi Bela Negara hadir bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai motor penggerak dalam membangun karakter bangsa, dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat luas,” ungkapnya.
Lebih lanjut, program kolaboratif ini akan melibatkan berbagai unsur strategis, mulai dari Srikandi FKBN, masyarakat pegiat bela negara, mahasiswa, guru dan dosen, hingga organisasi profesi di Negara Republik Indonesia. Dukungan dari berbagai elemen seperti tokoh agama, tokoh adat, pengusaha, serta pejabat pemerintah juga diharapkan dapat memperkuat implementasi program ini secara luas dan berkelanjutan.
Program yang dicanangkan antara Forum Komunikasi Bela Negara dan Forum Kader Bela Negara (FKBN) ini juga mendapat dukungan penuh dari Prof. Dr. Nur Cahaya, dosen Lemhanas yang saat ini berada di Dubai. Dukungan tersebut disampaikan melalui sambungan telepon kepada Gus Ali dan Widya Mukti sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan karakter bela negara di Indonesia.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Program Literasi Bela Negara adalah langkah strategis dalam membangun fondasi karakter bangsa sejak dini. Ini bukan hanya penting, tetapi mendesak untuk dilakukan,” ujar Prof. Dr. Nur Cahaya dalam keterangannya.
Di sisi lain, Srikandi Bela Negara menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi terhadap implementasi program Literasi Bela Negara di kalangan sekolah dasar dan menengah. Hal ini tidak terlepas dari peran penting seorang ibu dalam keluarga yang diibaratkan sebagai sekolah pertama bagi anak, sebagaimana filosofi “Umi Madrosatul Ula.”
“Peran ibu sangat fundamental dalam pembentukan karakter anak. Dengan adanya program ini, para ibu akan merasa terbantu dalam mendidik putra-putrinya, sekaligus menjaga dan menyelamatkan generasi penerus keluarga dari pengaruh negatif di era digital,” ungkap perwakilan Srikandi Bela Negara.
Dengan sinergi yang terbangun, Forum Komunikasi Bela Negara bersama FKBN optimistis program ini mampu menciptakan ekosistem pendidikan karakter yang kuat, sekaligus menjadi benteng moral dalam menjaga keutuhan generasi bangsa di tengah derasnya arus modernisasi. (Red)
















