Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Lamongan di Persimpangan: Antara Sistem dan Kenyataan

by Jurnalis2
2 Mei 2026
in Daerah, Opini
Lamongan di Persimpangan: Antara Sistem dan Kenyataan

Lamongan di Persimpangan: Antara Sistem dan Kenyataan

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Di atas kertas, tata kelola pemerintahan daerah di Indonesia sudah cukup ideal. Ada mekanisme pengawasan, transparansi, partisipasi publik, hingga sistem pencegahan korupsi yang dirancang berlapis. Namun, di Kabupaten Lamongan, realitas justru menunjukkan hal yang sebaliknya: sistem ada, tapi tak pernah benar-benar dijalankan dengan disiplin.

Kasus korupsi proyek bernilai ratusan miliar bukan sekadar penyimpangan teknis. Ia adalah cermin dari kegagalan kolektif, kegagalan pengawasan, kegagalan transparansi, dan yang paling mendasar, kegagalan keberanian untuk menegakkan aturan. Ketika proyek besar bisa “bermain” di ruang yang seharusnya diawasi ketat, pertanyaannya bukan lagi siapa yang salah, melainkan: di mana sistemnya?

Lebih ironis lagi, berbagai instrumen pencegahan sudah tersedia. Indikator yang dikembangkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi seperti MCP dan SPI bukan sekadar angka administratif. Ia adalah alarm dini. Namun, ketika skor menurun dan titik rawan terus berulang, alarm itu tampaknya hanya dianggap sebagai formalitas, bukan peringatan serius.

Di sinilah letak persoalan utamanya. Lamongan tidak kekurangan regulasi. Lamongan tidak kekurangan program. Yang kurang adalah konsistensi dan kemauan politik untuk menutup celah-celah yang selama ini dibiarkan terbuka.

Bandingkan dengan daerah lain yang mulai beranjak menuju tata kelola yang lebih bersih. Mereka tidak selalu lebih kaya atau lebih besar, tetapi mereka lebih disiplin. Mereka memahami bahwa transparansi bukan sekadar unggahan dokumen PDF, melainkan keterbukaan yang bisa dipahami publik. Mereka sadar bahwa pengadaan barang dan jasa bukan sekadar prosedur, melainkan titik paling rawan yang harus dijaga mati-matian.

Sementara itu, di Lamongan, reformasi sering terjebak dalam jebakan klasik: banyak rencana, minim eksekusi. Digitalisasi setengah hati, pengawasan administratif, dan birokrasi yang masih menyisakan ruang bagi kedekatan dan kepentingan.

Akibatnya, publik dipaksa menanggung biaya dari sistem yang longgar. Pelayanan yang lambat, potensi pungutan liar, hingga kebijakan yang tidak sepenuhnya berpijak pada kebutuhan masyarakat. Ketika suara kritik muncul, baik dari mahasiswa maupun masyarakat sipil, ia kerap tidak diolah sebagai masukan, melainkan dianggap gangguan.

Padahal, daerah tidak akan runtuh karena kritik. Ia justru runtuh ketika kritik tidak lagi didengar.

Jika Lamongan serius ingin mengejar ketertinggalan, maka langkahnya tidak perlu rumit. Kunci utamanya sederhana, tapi sering dihindari: menutup titik rawan korupsi secara nyata, membuka data anggaran secara jujur, memperbaiki pelayanan publik tanpa basa-basi, serta menempatkan birokrasi di atas prinsip merit, bukan kedekatan.

Tidak perlu menunggu lima tahun. Dalam satu hingga tiga tahun, perubahan itu bisa terlihat, jika memang ada kemauan. Namun tanpa itu, semua jargon reformasi hanya akan menjadi ilusi yang terus diulang, sementara masalah yang sama tetap berputar.

Pada akhirnya, pertanyaan untuk Lamongan bukan lagi soal apa yang harus dilakukan. Semua orang sudah tahu jawabannya.

Pertanyaannya adalah: apakah ada keberanian untuk benar-benar menjalankannya?. (Red)

Opini oleh : Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, M.Ferry Fadli.

ShareTweetSend

Related Posts

Bela Negara

Usai Apel Kebangsaan, FKBN Lamongan Perkuat Karakter Kebangsaan ASN Dinas Pendidikan

29 September 2026
Gerak Jalan Pelajar HUT ke-81 RI, SDN 3 Jetis Lamongan Raih Juara 1 Tingkat Kabupaten
Berita

Gerak Jalan Pelajar HUT ke-81 RI, SDN 3 Jetis Lamongan Raih Juara 1 Tingkat Kabupaten

23 September 2026
Razia Gabungan Digelar, Lapas Lamongan Pastikan Blok Hunian Bebas Halinar
Berita

Razia Gabungan Digelar, Lapas Lamongan Pastikan Blok Hunian Bebas Halinar

22 September 2026
Dorong Swasembada Pangan, Babinsa 0812/20 Karangbinangun Dampingi Gertam di Sambopinggir
Daerah

Dorong Swasembada Pangan, Babinsa 0812/20 Karangbinangun Dampingi Gertam di Sambopinggir

18 September 2026
Monev Bantuan Pangan Bulog, Babinsa 0812/03 Turi Kawal Penyaluran di Kemlagigede
Daerah

Monev Bantuan Pangan Bulog, Babinsa 0812/03 Turi Kawal Penyaluran di Kemlagigede

18 September 2026
Kekeringan Melanda, Babinsa Deket Dampingi Distribusi Air Bersih untuk Warga Rejotengah
Daerah

Kekeringan Melanda, Babinsa Deket Dampingi Distribusi Air Bersih untuk Warga Rejotengah

18 September 2026
TNI Manunggal Air Tembus 58 Meter, Warga Besuki Segera Nikmati Air Bersih
Daerah

TNI Manunggal Air Tembus 58 Meter, Warga Besuki Segera Nikmati Air Bersih

18 September 2026
Dandim 0812/Lamongan Torehkan Prestasi, Juara 1 Pembina Influencer Media Sosial
Daerah

Dandim 0812/Lamongan Torehkan Prestasi, Juara 1 Pembina Influencer Media Sosial

18 September 2026
38 Perkara Telah Inkracht, Kejari Lamongan Musnahkan Ratusan Barang Bukti
Berita

38 Perkara Telah Inkracht, Kejari Lamongan Musnahkan Ratusan Barang Bukti

18 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Bansos Beras 5.390 Ton di Lamongan Salah Sasaran, Data Desil Berantakan

    Bansos Beras 5.390 Ton di Lamongan Salah Sasaran, Data Desil Berantakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Tahun Jadi Senator, Ning Lia Istifhama dan Jejak Perjuangan dari Daerah untuk Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 22 Tahun DPD RI, Ning Lia: Aspirasi Daerah Harus Jadi Kekuatan Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Pemerataan, Jatah Beras Warga Miskin di Lamongan Malah Dipangkas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat DJBC Kembali Ditahan KPK, BCW Desak September Jadi Momentum Evaluasi Bea Cukai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beasiswa Perintis Kabupaten Lamongan Masih Buka Sampai Akhir September 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Yes Resmikan Paciran Islamic Center (PIC) dan meresmikan Taman Kuliner Paciran (TKP) Untuk Meningatkan Perekonomian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat