Haul Sunan Kalijaga ke-441, Warga dan Ulama Padati Kompleks Makam Kadilangu
Demak, Pusatberitarakyat.com – Peringatan Haul Agung Wali Tanah Jawa Kanjeng Sunan Kalidjogo ke-441 yang bertepatan dengan 10 Muharram 1448 Hijriah berlangsung khidmat di Kompleks Situs Cagar Budaya Nasional Makam Sunan Kalidjogo, Kadilangu, Kabupaten Demak, Kamis Pon (25/6/2026).
Rangkaian haul yang menjadi agenda sakral tahunan tersebut berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Kegiatan diselenggarakan secara internal oleh para ahli waris bersama Pemangku Lembaga Adat Kadilangu Raden Agus Supriyanto, Juru Kunci Makam Sunan Kalidjogo Raden Edi Mursalien, serta R. Rizki Adi Saputra selaku Pengurus Yayasan Sunan Kalidjogo sekaligus Ketua Panitia Haul.
Ratusan jamaah dari berbagai daerah memadati kawasan makam untuk mengikuti rangkaian doa bersama, sholawat, tausiyah, serta kegiatan santunan kepada anak-anak yatim. Hadir pula para alim ulama, tokoh masyarakat, budayawan, dan peziarah yang datang untuk mengenang perjuangan dakwah Sunan Kalidjogo.
Sholawat, Lir Ilir, dan Tausiyah Penuh Makna.
Acara diawali dengan lantunan hadrah, sholawat Nabi Muhammad SAW, serta tembang Lir Ilir, karya legendaris Sunan Kalidjogo yang sarat dengan nilai-nilai dakwah, ajakan memperbaiki diri, dan semangat membangkitkan keimanan.
Suasana religius semakin terasa saat tausiyah disampaikan oleh Dr. KH. Nasrullah Afandi, Lc., M.A., Pengasuh Pondok Pesantren Balekambang, Jepara. Dalam ceramahnya, beliau mengajak umat Islam untuk meneladani perjuangan Sunan Kalidjogo yang menyebarkan ajaran Islam melalui pendekatan budaya, seni, dan kearifan lokal.
“Amal yang dilakukan dengan penuh keikhlasan akan membuka hati untuk melihat cahaya kebenaran. Itulah nilai manfaat dan kemuliaan yang telah dicontohkan Sunan Kalidjogo. Beliau berdakwah dengan mengedepankan adab, kasih sayang, serta budaya lokal sehingga ajarannya tetap relevan hingga saat ini,” tuturnya.

Santunan untuk 43 Anak Yatim.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyerahkan santunan kepada 43 anak yatim yang berasal dari wilayah sekitar Kadilangu. Momentum tersebut menjadi bagian dari rasa syukur sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Sunan Kalidjogo.
Pemangku Lembaga Adat Kadilangu, Raden Agus Supriyanto, menyampaikan bahwa tradisi santunan merupakan bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus ikhtiar menjaga nilai luhur warisan para wali.
“Kami bersyukur kegiatan Haul Agung tahun ini dapat berjalan dengan lancar. Santunan kepada anak-anak yatim merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus rasa syukur kami kepada Allah SWT. Semoga kegiatan ini terus membawa keberkahan bagi masyarakat dan menjadi sarana mempererat tali persaudaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Haul sekaligus Pengurus Yayasan Sunan Kalidjogo, R. Rizki Adi Saputra, mengatakan bahwa haul bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum untuk melestarikan nilai-nilai dakwah dan budaya yang diwariskan Sunan Kalidjogo kepada generasi penerus.
“Haul Agung ini merupakan bentuk penghormatan kepada perjuangan Kanjeng Sunan Kalidjogo dalam menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya yang damai dan penuh kebijaksanaan. Kami berharap generasi muda dapat terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan sejarah serta nilai-nilai luhur beliau agar tetap hidup sepanjang zaman,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Juru Kunci Makam Sunan Kalidjogo, Raden Edi Mursalien, mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kelestarian situs budaya sekaligus memaknai haul sebagai sarana meningkatkan keimanan, mempererat ukhuwah, dan meneladani akhlak para wali dalam kehidupan sehari-hari.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, alim ulama, pemerhati sejarah, serta para peziarah dari berbagai daerah. Salah satunya Gus Gilang, pemerhati sejarah dan budaya dari Gresik, yang menilai sosok Sunan Kalidjogo tetap menjadi magnet spiritual sekaligus simbol dakwah Islam Nusantara yang mengedepankan toleransi dan kearifan lokal.
“Sunan Kalidjogo mengajarkan filosofi Mikul Duwur Mendem Jero. Keteladanan beliau dalam berdakwah melalui budaya masih sangat relevan sebagai pedoman kehidupan bermasyarakat hingga saat ini,” katanya.
Haul Agung Sunan Kalidjogo setiap tahunnya tidak hanya menjadi agenda religius bagi keluarga besar Kadilangu, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai persatuan, budaya, dan dakwah Islam yang santun sebagaimana diwariskan oleh salah satu Wali Songo tersebut. (Red)


























