Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Hari Anak Nasional, JMSI Bondowoso Ajak Anak Bermain Tradisional

by Jurnalis2
24 Juli 2026
in Berita, Daerah, JMSI, Pendidikan
Hari Anak Nasional, JMSI Bondowoso Ajak Anak Bermain Tradisional

Hari Anak Nasional, JMSI Bondowoso Ajak Anak Bermain Tradisional

Bondowoso, Pusatberitarakyat.com – Halaman TK Pembina Kecamatan/Kabupaten Bondowoso dipenuhi gelak tawa anak-anak, Kamis (23/7/2026). Seutas tali diputar bergantian, kotak-kotak engklek dipenuhi lompatan kaki mungil, sementara biji-biji dakon berpindah dari satu lubang ke lubang lain. Permainan yang dulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak itu kembali hidup dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Momentum tersebut dimanfaatkan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso bersama Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso untuk mengajak anak-anak kembali mengenal permainan tradisional sekaligus mengingatkan orang tua agar tidak menjadikan gawai sebagai teman utama anak.

Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget”, kegiatan diawali dengan edukasi parenting dari Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Setelah itu, sebanyak 100 siswa taman kanak-kanak diajak bermain lompat tali, engklek, dan dakon. Setiap anak yang berani mencoba permainan mendapatkan hadiah berupa perlengkapan sekolah.

Ketua JMSI Cabang Bondowoso, Bahrullah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, maupun dakon,” katanya.

Keterangan: Peringati HAN, JMSI Bondowoso Lestarikan Permainan Tradisional.

Menurut Bahrullah, media memiliki tanggung jawab sosial untuk menghadirkan informasi yang tidak hanya faktual, tetapi juga memberi nilai edukasi kepada masyarakat.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” ujarnya.

Keceriaan terpancar dari wajah Tiara, siswi TK Alifiyah. Ia mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya sekaligus membawa pulang hadiah.

“Tadi main lompat tali dan dapat hadiah. Senang main sama teman-teman dan dapat hadiah,” katanya.

Bagi Kamalia, salah seorang wali murid, kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru tentang pentingnya kehadiran orang tua dalam kehidupan anak.

“Banyak sekali ilmu yang didapat. Kita harus lebih dekat dengan anak karena keberadaan orang tua itu sangat dibutuhkan. Daripada anak-anak dibiarkan main gadget, lebih baik kita ajak bermain permainan jadul dan tradisional,” tuturnya.

Koordinator Komisi IV DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengapresiasi inisiatif JMSI Bondowoso yang mengangkat permainan tradisional sebagai tema utama peringatan Hari Anak Nasional.

Menurutnya, setiap permainan tradisional menyimpan nilai-nilai kehidupan yang diwariskan para leluhur dan patut dijaga di tengah derasnya arus digitalisasi.

“Permainan anak-anak tradisional memiliki filosofi yang sangat luar biasa dan sekarang mulai ditinggalkan karena kemajuan teknologi. Kita akui anak-anak sudah bergantung pada HP. Ketika menjadi kebiasaan, itu tidak baik bagi masa depan mereka,” ujarnya.

Keterangan: Peringati HAN, JMSI Bondowoso Lestarikan Permainan Tradisional.

Ia menambahkan, menjaga permainan tradisional sama artinya dengan merawat sejarah dan identitas bangsa.

“Selalu ingat sejarah. Kita tidak bisa meninggalkan sejarah karena sejarah adalah akar terbentuknya masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar anak-anak memperoleh ruang bermain yang sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang mereka.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Di tengah semakin akrabnya anak-anak dengan layar sentuh, permainan tradisional yang kembali dimainkan di Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa warisan budaya bukan sekadar kenangan. Di dalamnya tersimpan ruang belajar, kebersamaan, sportivitas, dan keceriaan yang tidak bisa digantikan oleh sebuah gawai. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Kepala SMPN 1 Mantup Buka Suara Terkait Dugaan Kekerasan Siswa, Kedepankan Mediasi Kekeluargaan
Berita

Kepala SMPN 1 Mantup Buka Suara Terkait Dugaan Kekerasan Siswa, Kedepankan Mediasi Kekeluargaan

2 November 2026
Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Gelar Santri Award 2026, Gus Irul Tekankan Prestasi dan Akhlak
Berita

Pondok Pesantren Tanfirul Ghoyyi Gelar Santri Award 2026, Gus Irul Tekankan Prestasi dan Akhlak

2 November 2026
Membanggakan! Haidar Gibran Fairuz A Borong Dua Penghargaan Genius Competition
Berita

Membanggakan! Haidar Gibran Fairuz A Borong Dua Penghargaan Genius Competition

2 November 2026
Peringati Hari Inovasi Nasional 2026, Ponpes Tanfirul Ghoyyi Hadirkan Layanan Kesehatan Alternatif Gratis
Berita

Peringati Hari Inovasi Nasional 2026, Ponpes Tanfirul Ghoyyi Hadirkan Layanan Kesehatan Alternatif Gratis

1 November 2026
Bupati Subandi Sambut Audiensi JMSI Sidoarjo Bersama Sejumlah Kepala Dinas
Berita

Bupati Subandi Sambut Audiensi JMSI Sidoarjo Bersama Sejumlah Kepala Dinas

1 November 2026
Unitomo Hadirkan KarirPedia Berbasis AI untuk Jembatani Lulusan dengan Dunia Kerja
Berita

Unitomo Hadirkan KarirPedia Berbasis AI untuk Jembatani Lulusan dengan Dunia Kerja

1 November 2026
Wujudkan Semangat Bela Negara, FKBN Lamongan Serukan Partisipasi Masyarakat
Bela Negara

Wujudkan Semangat Bela Negara, FKBN Lamongan Serukan Partisipasi Masyarakat

31 Oktober 2026
Oknum Guru Ngaji Berusia 60 Tahun di Lamongan Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Anak
Berita

Oknum Guru Ngaji Berusia 60 Tahun di Lamongan Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Anak

31 Oktober 2026
Nihrul Bahi Alhaidar: Reforma Agraria Harus Berorientasi pada Keadilan dan Perlindungan Hak Masyarakat
Berita

Nihrul Bahi Alhaidar: Reforma Agraria Harus Berorientasi pada Keadilan dan Perlindungan Hak Masyarakat

30 Oktober 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Kepala SMPN 1 Mantup Buka Suara Terkait Dugaan Kekerasan Siswa, Kedepankan Mediasi Kekeluargaan

    Kepala SMPN 1 Mantup Buka Suara Terkait Dugaan Kekerasan Siswa, Kedepankan Mediasi Kekeluargaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FKBN Lamongan Sambut HUT RI ke-78, Adakan Diskusi Kebangsaan dan Bela Negara Bagi Anggota Kecamatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halal Bi Halal 2022 FKBN Kediri Raya Dihadiri Ratusan Tamu Undangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Babinsa Koramil 0812/03 Turi Dampingi Penyaluran BLT Dana Desa di Desa Geger

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • TNI Manunggal Air Tembus 58 Meter, Warga Besuki Segera Nikmati Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Awasi Pembangunan Sanpras oleh Zidam XII/Tpr Sekaligus Berbagi dengan Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membanggakan! Haidar Gibran Fairuz A Borong Dua Penghargaan Genius Competition

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat