Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Integrasi Bea Cukai-Pajak Mendesak, BCW Dorong Langkah Nyata

by Jurnalis2
21 Agustus 2026
in Berita, Ekonomi, Nasional
Integrasi Bea Cukai-Pajak Mendesak, BCW Dorong Langkah Nyata

Integrasi Bea Cukai-Pajak Mendesak, BCW Dorong Langkah Nyata

Jakarta, Pusatberitarakyat.com – Integrasi data antara Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dinilai perlu diperkuat untuk menutup celah praktik under-invoicing dan mendeteksi ketidakwajaran transaksi perusahaan terafiliasi yang berpotensi menggerus penerimaan negara.

Dosen Administrasi Fiskal Universitas Indonesia (UI), Dr. Ning Rahayu, dalam wawancara dengan Elshinta menilai data yang dimiliki Bea Cukai dan DJP perlu dapat dibandingkan dan dianalisis secara terpadu.

Integrasi tersebut dinilai penting karena data kepabeanan merekam transaksi ekspor-impor, sedangkan otoritas perpajakan memiliki data yang berkaitan dengan pembukuan, kewajiban perpajakan dan transaksi wajib pajak.

Dengan mempertemukan kedua sumber data tersebut, anomali nilai transaksi diharapkan lebih cepat terdeteksi.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah under-invoicing, yakni pencantuman nilai transaksi lebih rendah dibandingkan nilai sebenarnya. Praktik tersebut dapat berdampak terhadap nilai pabean dan penerimaan negara.

Persoalan lainnya berkaitan dengan transaksi perusahaan yang mempunyai hubungan istimewa atau terafiliasi.

Namun, transfer pricing pada transaksi perusahaan terafiliasi tidak dengan sendirinya merupakan pelanggaran. Persoalan muncul apabila penetapan harga atau struktur transaksinya tidak mencerminkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha atau digunakan secara tidak semestinya untuk mengurangi kewajiban.

Dr. Ning Rahayu berpandangan integrasi tersebut tidak cukup apabila hanya berupa pertukaran data. Diperlukan sistem yang mampu melakukan pencocokan dan analisis data secara cepat sehingga transaksi berisiko dapat segera diidentifikasi.

BCW: Data Jangan Berjalan Sendiri-sendiri.

Menanggapi persoalan tersebut, Bea Cukai Watch (BCW) menilai integrasi data DJBC dan DJP merupakan isu strategis yang perlu dikaji lebih jauh.

Presidium/Koordinator BCW Jimmy Endey mengatakan persoalannya bukan sekadar apakah kedua institusi telah saling memiliki akses terhadap data, melainkan sejauh mana data tersebut benar-benar dapat digunakan secara terpadu untuk mendeteksi anomali.

“Yang perlu kita lihat bukan hanya apakah Bea Cukai dan Pajak sudah saling bertukar data. Pertanyaannya, apakah data itu sudah benar-benar bisa berbicara satu sama lain dan secara cepat memberikan warning ketika ditemukan transaksi yang tidak wajar,” kata Jimmy.

Menurut BCW, sebagai ilustrasi, apabila nilai impor yang dideklarasikan kepada Bea Cukai berbeda secara material dengan nilai transaksi yang tercermin dalam data perpajakan atau pembayaran perusahaan, sistem seharusnya mampu memberikan tanda risiko untuk diteliti lebih lanjut.

Perbedaan tersebut, kata Jimmy, tentu tidak dapat otomatis dianggap sebagai pelanggaran.

“Red flag bukan berarti seseorang atau perusahaan langsung dinyatakan bersalah. Itu adalah pintu masuk untuk melakukan pemeriksaan dan meminta penjelasan. Di situlah teknologi dan integrasi data seharusnya bekerja,” ujarnya.

Usulkan Satu Profil Risiko.

BCW juga menilai pemerintah perlu mengkaji pembentukan single risk profile DJBC-DJP, sehingga profil risiko suatu perusahaan tidak dilihat secara terpisah antara aspek kepabeanan dan perpajakannya.

Sistem tersebut dapat dikembangkan dengan melakukan cross-matching terhadap nilai ekspor-impor, transaksi pihak terafiliasi, data perpajakan, struktur kepemilikan perusahaan hingga beneficial ownership, sepanjang dilakukan sesuai kewenangan dan ketentuan perundang-undangan.

Dengan mekanisme tersebut, perusahaan yang menunjukkan pola transaksi tidak lazim dapat memperoleh perhatian lebih dini.

BCW menilai model pengawasan berbasis data juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemeriksaan manual dan diskresi individual petugas.

“Kalau sistemnya kuat, pengawasan tidak semata bergantung pada siapa petugasnya. Anomali dibaca oleh data, kemudian manusianya melakukan analisis dan pembuktian,” kata Jimmy.

Bukan Soal Melebur Bea Cukai dan Pajak.

Di tengah munculnya diskursus mengenai hubungan kelembagaan DJBC dan DJP, BCW menilai pembahasan sebaiknya tidak buru-buru diarahkan pada perlu atau tidaknya kedua direktorat tersebut dilebur.

Menurut Jimmy, persoalan yang lebih mendesak adalah memastikan fungsi pengawasan keduanya terkoneksi.

“BCW belum melihat persoalan ini dari sudut apakah Bea Cukai dan Pajak harus dijadikan satu lembaga. Jangan terjebak pada nomenklatur. Yang lebih penting, apakah sistem pengawasan dan datanya sudah terintegrasi secara efektif,” ujarnya.

Keterangan: BCW Dorong Integrasi Data Bea Cukai dan Pajak.

BCW menilai penguatan integrasi tersebut setidaknya perlu diarahkan pada pencocokan data otomatis, sistem peringatan dini atau early warning system, pemetaan hubungan afiliasi perusahaan, serta mekanisme koordinasi pemeriksaan terhadap transaksi berisiko tinggi.

Pandangan mengenai perlunya kolaborasi tersebut juga memiliki relevansi dengan tantangan yang sebelumnya diidentifikasi di lingkungan perpajakan. Dalam artikel yang dimuat pada laman resmi DJP, manipulasi invoice dan under-invoicing disebut sebagai salah satu risiko dalam perdagangan internasional. Pengawasan terhadap nilai transaksi, transfer pricing dan rekonsiliasi data ekspor-impor juga disebut perlu diperkuat dengan pendekatan berbasis risiko.

BCW Siapkan Kajian Strategis.

BCW akan menjadikan persoalan integrasi data DJBC-DJP sebagai salah satu kajian strategis organisasi.

Kajian tersebut antara lain akan melihat sejauh mana integrasi yang telah berjalan, mekanisme risk profiling, kemampuan sistem mendeteksi ketidakwajaran nilai transaksi, pengawasan terhadap transaksi perusahaan terafiliasi serta hambatan regulasi dan teknologi dalam pemanfaatan data.

BCW juga berencana meminta pandangan dari otoritas terkait, akademisi, praktisi kepabeanan dan perpajakan serta kalangan dunia usaha sebelum menyusun rekomendasi.

“BCW ingin masuk bukan sekadar dengan kritik. Kita ingin melihat sistem yang sudah ada, mencari celahnya, kemudian memberikan rekomendasi yang realistis,” kata Jimmy.

Menurut dia, tujuan akhirnya adalah memperkuat pengawasan sekaligus memberikan kepastian kepada pelaku usaha yang menjalankan kewajibannya dengan benar.

“Prinsipnya sederhana. Data negara jangan bekerja dalam silo. Kalau data Bea Cukai dan Pajak dapat dibaca secara terpadu, ruang manipulasi semakin sempit, penerimaan negara lebih terlindungi, dan pelaku usaha yang patuh justru memperoleh kepastian yang lebih baik,” tutup Jimmy. (**)

ShareTweetSend

Related Posts

Raih Women of Excellence 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dapat Ucapan Selamat dari DPD RI Ning Lia
Berita

Raih Women of Excellence 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dapat Ucapan Selamat dari DPD RI Ning Lia

5 Oktober 2026
Kabar Baik! 487 Warga Lamongan Berpeluang Dapat Bantuan Modal Usaha Rp. 3 Juta dari KIP Jawara
Berita

Kabar Baik! 487 Warga Lamongan Berpeluang Dapat Bantuan Modal Usaha Rp. 3 Juta dari KIP Jawara

5 Oktober 2026
Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi
Berita

Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi

5 Oktober 2026
Demokrasi Mati di Desa Karang: Pemilihan BPD Diduga Cacat Hukum
Berita

Demokrasi Mati di Desa Karang: Pemilihan BPD Diduga Cacat Hukum

4 Oktober 2026
Putusan Pengadilan Jadi Titik Balik, Ning Lia Soroti Dugaan Praktik Dana Talangan Bermasalah
Berita

DPD RI Ning Lia Dorong Solusi Hukum bagi Warga yang Terjerat Sengketa Tanah dan Dana Talangan

4 Oktober 2026
Putusan Pengadilan Jadi Titik Balik, Ning Lia Soroti Dugaan Praktik Dana Talangan Bermasalah
Berita

Putusan Pengadilan Jadi Titik Balik, Ning Lia Soroti Dugaan Praktik Dana Talangan Bermasalah

4 Oktober 2026
Bukan Sekedar Kartu Pers, Menjadi Wartawan Harus Paham Etik dan UU Pers
Berita

Bukan Sekedar Kartu Pers, Menjadi Wartawan Harus Paham Etik dan UU Pers

4 Oktober 2026
Semangat Bela Negara Masuk Sekolah, FKBN Lamongan Gelar Lomba Video Kreatif
Berita

Semangat Bela Negara Masuk Sekolah, FKBN Lamongan Gelar Lomba Video Kreatif

4 Oktober 2026
Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP
Berita

Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP

3 Oktober 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi

    Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih Women of Excellence 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dapat Ucapan Selamat dari DPD RI Ning Lia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Alam dan Masalah Sampah, Asosiasi Kalpataru Nusantara Jaya di Launching

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agenda Muswil PERADIN Jatim Tuai Tanggapan, Sejumlah Pengurus Minta Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo dan Lia Istifhama Satu Pandangan, Kinerja MA Dinilai Mampu Perkuat Keadilan bagi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 0812/Lamongan Perkuat Kemampuan Babinsa di Wilayah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJS Ketenagakerjaan Cabang lamongan Serahkan Santunan JKM untuk Ahli Waris Juru Parkir Sebesar Rp. 42.000.000,-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat