Lamongan, pusatberitarakyat.com — Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, SD Negeri Dagan, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan, menggelar kegiatan kreatif dengan mengajak para murid membuat batik jumput sederhana menggunakan media tisu dan pewarna makanan. Senin, (5/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenal batik melalui praktik secara langsung. Dengan menggunakan bahan sederhana, para murid diajak mengeksplorasi warna dan menciptakan berbagai motif sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Kepala sekolah SDN Dagan, Karminto S.Pd menjelaskan dalam proses pembuatannya, tisu digunakan sebagai media untuk membuat pola batik jumput. Murid kemudian memberikan pewarna makanan dengan berbagai pilihan warna sehingga menghasilkan motif dan perpaduan warna yang berbeda-beda.
“Setelah proses pewarnaan selesai, tisu dikeringkan. Selanjutnya, tisu yang sudah kering digunting dan dibentuk menyerupai berbagai jenis pakaian, seperti kaos, rok, celana, serta bentuk lainnya,” terangnya.
Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada hasil karya seni. Para murid juga mendapatkan pengalaman belajar yang melatih kreativitas, ketelitian, kesabaran, serta koordinasi antara mata dan tangan.
“Selain itu, kegiatan ini memberikan ruang kepada murid untuk menuangkan ide dan imajinasi sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menghasilkan sebuah karya. Mereka juga belajar menghargai hasil karya sendiri maupun karya teman,” kata kepsek.
Melalui kegiatan kreatif tersebut, SD Negeri Dagan turut mengenalkan batik sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia kepada anak-anak sejak usia dini.
Lebih lanjut, “Peringatan Hari Batik Nasional menjadi momentum bagi sekolah untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa melalui aktivitas pembelajaran yang dekat dengan dunia anak,” ujar Karminto S.Pd.
Sekolah berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga mampu menumbuhkan kreativitas, rasa bangga terhadap budaya Indonesia, serta kepedulian murid terhadap upaya melestarikan warisan budaya bangsa. (Red)


























