Kepala SMPN 1 Mantup Buka Suara Terkait Dugaan Kekerasan Siswa, Kedepankan Mediasi Kekeluargaan
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Kepala SMP Negeri 1 Mantup, Drs. Ibnu Yaqson, M.Pd., memberikan klarifikasi terkait kejadian kekerasan yang melibatkan siswa di lingkungan sekolahnya. Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pihak sekolah yang berkomitmen menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh peserta didik.
Drs. Ibnu Yaqson, M.Pd. menyampaikan bahwa pihak sekolah telah menaruh perhatian khusus terhadap kejadian tersebut dan berupaya melakukan komunikasi dengan kedua belah pihak, khususnya orang tua atau wali siswa yang terlibat.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah dengan keluarga siswa menjadi langkah penting untuk mencari solusi terbaik, sekaligus mencegah persoalan serupa kembali terjadi di kemudian hari.
“Persoalan ini menjadi perhatian serius kami. Sekolah telah berupaya menjalin komunikasi dengan kedua orang tua siswa agar permasalahan dapat diselesaikan dengan baik, mengedepankan pendekatan kekeluargaan serta tanggung jawab bersama,” Kata Kepsek Drs. Ibnu Yaqson, M.Pd.

Pihak keluarga siswa yang melakukan tindakan kekerasan juga sudah dapat menunjukkan sikap tanggung jawab atas kejadian tersebut. Sementara itu, kedua belah pihak terus berupaya membangun komunikasi dan mencari jalan penyelesaian secara damai.
Sekolah berharap, melalui komunikasi yang baik dan kesepahaman bersama, persoalan ini dapat diselesaikan secara bijaksana tanpa mengabaikan kepentingan serta perlindungan terhadap siswa yang terdampak.
Pihak SMPN 1 Mantup juga menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh peserta didik. Sekolah diharapkan menjadi tempat pembelajaran yang tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta sikap saling menghormati.

Dengan adanya komunikasi antara sekolah dan orang tua, diharapkan kejadian tersebut menjadi evaluasi bersama untuk meningkatkan pengawasan, pembinaan karakter, serta edukasi kepada siswa tentang pentingnya menghindari segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.
Pihak sekolah berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian yang baik, menjaga komunikasi, serta bersama-sama memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali. (Red)


























