Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Anggaran Milyaran, Sampah Masih Jadi Masalah: Ada Apa dengan Pengelolaan di Lamongan?

by Jurnalis2
2 April 2026
in Daerah, Sorot Publik
Anggaran Milyaran, Sampah Masih Jadi Masalah: Ada Apa dengan Pengelolaan di Lamongan?

Anggaran Milyaran, Sampah Masih Jadi Masalah: Ada Apa dengan Pengelolaan di Lamongan?

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Pendapatan daerah Kabupaten Lamongan berdasarkan data diketahui ± Rp 3,25 triliun, persoalan sampah di Kabupaten Lamongan belum juga menunjukkan perbaikan signifikan. Ironisnya, sektor ini setiap tahun menyerap dana publik dalam jumlah yang tidak kecil—diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Berdasarkan penelusuran dokumen APBD 2025, anggaran pengelolaan lingkungan hidup yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diperkirakan berkisar antara Rp. 30 hingga Rp. 80 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar 60–80 persen dialokasikan untuk penanganan sampah.

Namun, besarnya anggaran itu memunculkan pertanyaan serius: mengapa persoalan sampah masih menjadi keluhan masyarakat?

Dominasi Anggaran Operasional, Minim Inovasi. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran habis untuk belanja rutin, seperti:

– Pengangkutan sampah
– BBM armada truk
– Gaji tenaga kebersihan
– Perawatan kendaraan

Sementara itu, porsi untuk Inovasi pengolahan sampah, Pengurangan dari sumber (reduce), Pengembangan teknologi masih relatif terbatas.

“Yang terjadi adalah pola lama: kumpul–angkut–buang. Bukan pengelolaan berkelanjutan. Kita bisa lihat dengan mata telanjang, tumpukan sampah di Tambora yang semakin hari semakin menggunung dan berbau menyengat setiap malam, apalagi jika sehabis hujan. Itu berpotensi besar menganggu kesehatan masyarakat sekitarnya dan berpotensi merusak kwalitas air bawah tanah,” ujar Agung Sekar salah satu aktivis lingkungan.

Proyek Ada, Dampak Belum Terasa. Pemerintah daerah memang telah mengembangkan sejumlah fasilitas seperti TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu). Namun di lapangan, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya menjawab persoalan.

Beberapa catatan yang muncul adalah Kapasitas pengolahan belum sebanding dengan volume sampah harian, Distribusi layanan belum merata, Edukasi masyarakat masih lemah.

Akibatnya, praktik pembuangan sampah sembarangan masih ditemukan di berbagai titik. Anggaran Tersebar, Akuntabilitas Kabur.

Masalah lain yang mengemuka adalah tidak adanya satu angka pasti anggaran sampah yang mudah diakses publik. Anggaran tersebar di berbagai pos: DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan PUPR (sanitasi dan drainase), Program desa dan kecamatan.

Kondisi ini membuat, Pengawasan publik menjadi lemah, Evaluasi kinerja sulit dilakukan.

“Transparansi masih jadi persoalan. Anggaran besar, tapi sulit dilacak dampaknya,” tambah Agung.

Antara Komitmen dan Realita yang timpang. Di atas kertas, pemerintah daerah mengusung program pengelolaan sampah terpadu. Namun realitanya, pendekatan yang digunakan masih cenderung reaktif, bukan preventif dan sistemik. Padahal, jika mengacu pada prinsip pengelolaan modern, fokus seharusnya bergeser ke: 1. Pengurangan sampah dari sumber, 2. Ekonomi sirkular dan 3. Keterlibatan aktif masyarakat.

Catatan Kritis masyarakat bahwa Uang Rakyat, Harus Tepat Sasaran. Dengan alokasi anggaran yang mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahun, publik berhak mempertanyakan:
– Apakah anggaran sudah efektif?
– Mengapa masalah sampah belum terurai?
– Siapa yang bertanggung jawab atas stagnasi ini?

“Karena sampah bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi juga cermin tata kelola pemerintahan,” katanya.

Jika tidak ada perubahan paradigma, maka besar kemungkinan: Anggaran akan terus habis dan Masalah akan tetap sama.

Sementara itu, Saat jurnalis mencoba hubungi jurnalis via WhatsApp untuk klarifikasi, PLT Kepala DLH Kabupaten Lamongan, Erwin Sulistya Pambudi, pada Kamis 2 April 2026, tidak menjawabnya.

Pengelolaan sampah di Lamongan kini berada di persimpangan: antara mempertahankan pola lama yang boros anggaran, atau berani bertransformasi menuju sistem yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan. Karena pada akhirnya, setiap rupiah yang dibelanjakan adalah uang rakyat dan setiap tumpukan sampah yang tak terkelola adalah bukti yang tak bisa disembunyikan. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Sat Samapta Polres Lamongan Maksimalkan Patroli Bersepeda, Demi Jaga Kamtibmas dan Efisiensi BBM
Daerah

Sat Samapta Polres Lamongan Maksimalkan Patroli Bersepeda, Demi Jaga Kamtibmas dan Efisiensi BBM

2 April 2026
Dandim 0812/Lamongan Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Periode 1 April 2026
Daerah

Dandim 0812/Lamongan Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Periode 1 April 2026

2 April 2026
Demi Keselamatan Pengendara, Babinsa Koramil 0812/19 Laren Gelar Karya Bakti Uruk Jalan Berlubang
Daerah

Demi Keselamatan Pengendara, Babinsa Koramil 0812/19 Laren Gelar Karya Bakti Uruk Jalan Berlubang

2 April 2026
Wujud Kepedulian, Persit KCK PD V/Brawijaya Bagikan 312 Paket Sembako kepada ODGJ di Lamongan
Daerah

Wujud Kepedulian, Persit KCK PD V/Brawijaya Bagikan 312 Paket Sembako kepada ODGJ di Lamongan

2 April 2026
ASN sebagai Pelayan Publik, Bukan Lambang Kekuasaan
Sorot Publik

ASN sebagai Pelayan Publik, Bukan Lambang Kekuasaan

2 April 2026
Bupati sebagai Pelayan Publik, Mengembalikan Esensi Kepemimpinan Daerah
Sorot Publik

Bupati sebagai Pelayan Publik, Mengembalikan Esensi Kepemimpinan Daerah

2 April 2026
Kedaulatan di Tangan Rakyat, Pilar Utama Konstitusi Indonesia.
Sorot Publik

Kedaulatan di Tangan Rakyat, Pilar Utama Konstitusi Indonesia.

2 April 2026
Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.
Sorot Publik

Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

2 April 2026
Kunker Sekretaris FKBN Jatim ke FKBN Kabupaten Lamongan, Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Jatim.
Bela Negara

Kunker Sekretaris FKBN Jatim ke FKBN Kabupaten Lamongan, Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Jatim.

1 April 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food Cerme Gresik.

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • PPP Jatim Berganti Nahkoda, Target Besar Mulai Disiapkan

    PPP Jatim Berganti Nahkoda, Target Besar Mulai Disiapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Skandal Oknum Camat Karanggeneng Menguat, Jejak Digital dan Kesaksian Netizen Bermunculan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ako Zlepšiť Hru: Tipy a Triky pre Skúsených Hráčov Online Kasín

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunker Sekretaris FKBN Jatim ke FKBN Kabupaten Lamongan, Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Jatim.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 0812/Lamongan Pimpin Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Prajurit Periode 1 April 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujud Kepedulian, Persit KCK PD V/Brawijaya Bagikan 312 Paket Sembako kepada ODGJ di Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat