Dari Salam Pergerakan ke Aksi Nyata: Kiprah Lia Istifhama sebagai Senator Berjiwa PMII
SURABAYA, pusatberitarakyat.com – Kiprah Dr. Lia Istifhama di panggung politik nasional melalui jabatan senator, terus mencuri perhatian. Aktif turun ke tengah masyarakat dengan tetap menyumbangkan ide kritisnya, perempuan yang meraih gelar Doktoral UINSA itu mampu membuktikan kompleksititas politisi Perempuan, anggun dalam bersikap namun tegas dalam bertutur kata.
Tak heran, jiwa idealisme putri Tokoh NU, Alm. KH Masykur Hasyim tersebut, terbentuk ketika ia menjadi aktivis PMII di bangku kuliah.
“Saya memiliki jiwa PMII secara kuat karena tempaan dinamika super unik dalam PMII SS, alias PMII Surabaya Selatan. Simbol PMII yang sangat fenomenal, bahkan terfenomenal atau paling melegenda hingga saat ini. PMII SS identic dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya waktu itu. Isinya mahasiswa yang memiliki kemampuan retorika luar biasa, kepercayaan diri yang sangat tinggi, dan pola komunikasi yang sangat piawai. Maka dari itu, salam pergerakan PMII harus dijiwai sebagai stimulus membentuk pribadi progresif,” ujar ning Lia, dalam salah satu forum Sekolah Kader KOPRI (SKK) Kopri PMII.
Ning Lia, sapaan akrab senator dengan tagline peran CANTIK (cerdas, inovatif, kreatif) itu, dikenal sebagai alumni PMII yang sangat rajin menyapa para juniornya. Bisa dikatakan, dia adalah politisi muda teraktif yang turun di tengah beragam kegiatan kader PMII saat ini. Hal ini disampaikan oleh M. Arif, salah satu alumni PMII IAIN SA (sekarang UINSA), asal Lumajang, 21/2/26.
“Kalau kita melihat intensitas penyapaan, memang ning Lia ini bisa dikatakan paling aktif mengisi forum adek-adek PMII, termasuk KOPRI PMII. Dan saya kira banyak pihak mengakui hal ini, karena memang keaktifan tersebut bukan saat ia sudah menjadi politisi nasional, melainkan ketika belum menjadi anggota DPD RI pun, ia sudah sering mengisi seminar-seminar yang diadakan kader-kader PMII saat ini.”
Sosok Lia Istifhama memang bukan nama baru di panggung aktivis sosial. Sikapnya yang humble ditunjang keaktifannya mengisi ruang publik, sudah diakui sejak ia masih di bangku kuliah. Bahkan, salah seorang alumni PMII asal Madura yang juga alumni IAIN Sunan Ampel, Junaidi, menyebut ning Lia sebagai sosok terkenal di Jawa Timur.
“Pada jaman ia (ning Lia, red.) masih kuliah, siapa yang tidak kenal dia? Se Jawa Timur kenal dia. Siapa yang saat itu sebagai aktivis PMII, jika tidak kenal ning Lia, maka kurang ngopi,” ujarnya sembari canda gurau.
Muzammil, kader PMII asal Surabaya, menilai eksistensi Ning Lia dalam kancah perpolitikan nasional, memberi energi baru bagi alumni dan kader.
“Beliau tidak hanya datang saat acara seremonial. Ning Lia sering berdialog langsung, memberi masukan, bahkan membantu mencarikan solusi ketika kader menghadapi kendala,” ujarnya.
Menurut Muzammil, sosok Ning Lia menjadi contoh bahwa kader PMII bisa menembus level nasional tanpa kehilangan identitas pergerakan. “Beliau tetap sederhana dan terbuka. Itu yang membuat kader merasa dekat,” tambahnya.
Apreasiasi yang didapat keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tersebut, tentu menunjukkan potret keberhasilan kader PMII di jalur politik. Dr. Lia Istifhama telah membuktikan, bahwa salam pergerakan PMII telah berhasil mengantarkannya sebagai senator andalan Jawa Timur.












