Inspiratif! Siswa SMA Hidayatus Salam Ajarkan Baca Al Quran di Masjid Nurul Huda Lowayu Gresik
Gresik, Pusatberitarakyat.com – Pendidikan karakter di SMA Hidayatus Salam Lowayu, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, kini melangkah lebih jauh dari sekadar kurikulum formal. Melalui inisiasi kreatif bertajuk “Quran Volun-teen Squads”, sejumlah siswa terjun langsung ke masyarakat untuk menjadi tenaga pengajar Al-Qur’an bagi warga lanjut usia (lansia) di Masjid Nurul Huda, Desa Lowayu. Selasa (24/2/2026) malam.
Program ini dirancang sebagai solusi atas fenomena meningkatnya antusiasme lansia untuk belajar agama yang tidak diiringi dengan ketersediaan tenaga pengajar yang memadai di tingkat desa.
Realisasi Pengabdian Masyarakat
Kepala SMA Hidayatus Salam, Moh. Atho’ Illah, S.Pd, menyatakan, program ini merupakan bagian integral dari gerakan sekolah “Smahits Kindness Sharing”. Menurutnya, sekolah memegang tanggung jawab untuk membekali siswa dengan kepekaan sosial, bukan hanya kecerdasan akademik.
“Program ini adalah wujud nyata di mana sekolah tidak hanya sekadar memberi bekal ilmu dan keterampilan kepada siswa, tetapi juga mengajak mereka berbagi kebaikan dengan mengamalkan ilmunya langsung kepada masyarakat,” ujar Moh. Atho’ Illah.

Pembekalan Kompetensi dan Psikologi
Menyadari kompleksitas mengajar kelompok usia senja, pihak sekolah menerapkan standar persiapan yang ketat bagi para relawan siswa. Sebelum diterjunkan ke lapangan, anggota Quran Volun-teen Squads wajib mengikuti pembinaan intensif yang meliputi:
Metodologi Pengajaran Khusus: Teknik instruksional yang disesuaikan dengan daya tangkap lansia.
Pendekatan Psikologis: Pemahaman karakter orang tua guna membangun komunikasi yang santun dan rendah hati.
Simulasi Lapangan: Uji coba mengajar di lingkungan sekolah untuk memastikan kesiapan mental dan teknis siswa dalam menghadapi berbagai dinamika belajar di lapangan.
Sinergi dan Apresiasi
Langkah strategis ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim Masjid (BKMM) Masjid Nurul Huda. Ketua BKMM, Hj. Nazilah, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut. Beliau menilai program ini sebagai bentuk pendidikan karakter yang luar biasa dalam membentuk “insan kamil” atau manusia paripurna di masa depan.
Sementara Pembina Program, Nikmatul Akhiroh, S.Pd, berharap, gerakan ini dapat menjadi pemantik bagi generasi muda lainnya. “Harapan saya, ke depan semakin banyak siswa yang tergerak menjadi relawan. Kami ingin melebarkan sayap kemanfaatan ini ke daerah lain agar semangat membumikan Al-Qur’an dapat dirasakan lebih luas,” ungkapnya.
Melalui program ini, SMA Hidayatus Salam menegaskan, usia muda adalah masa emas untuk pengabdian, sekaligus membuktikan bahwa keterbatasan usia tidak menjadi penghalang bagi para lansia untuk terus menuntut ilmu religi. (**)

















