Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Berjalan Seminggu, Ini Kata Senator Lia Istifhama

by jurnalis
16 Januari 2025
in Berita, Birokrasi, Daerah
Program Makan Bergizi Gratis Sudah Berjalan Seminggu, Ini Kata Senator Lia Istifhama

Program Makan Bergizi Gratis Sudah Berjalan Seminggu, Ini Kata Senator Lia Istifhama

 

Surabaya, https://pusatberitarakyat.com/ – Salah satu turunan dari implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial saat ini adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), terdapat ketentuan terkait pelaksanaan pemenuhan gizi nasional, termasuk penanggulangan stunting melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG telah dimulai pada 6 Januari 2025, yang menyasar 19,47 juta anak mulai dari tingkat PAUD hingga SMA, ibu hamil, dan penduduk rentan lainnya.

Program ini masuk dalam pengalokasian dana di APBN 2025 sebesar Rp 71 triliun. Program ini menjadi perhatian publik dan mendapatkan sorotan dari berbagai pihak, termasuk Komite III Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang dipimpin oleh Filep Wamafma, yang memasukkan MBG dalam inventarisasi masalah reses.

Salah satunya adalah Senator Dr. Lia Istifhama, atau Ning Lia. Dalam masa reses kedua kali, keponakan Gubernur Jawa Timur Terpilih Khofifah Indar Parawansa ini memberikan beberapa catatan sebagai hasil jaring aspirasi dan rekomendasi selama masa resesnya.

1.MBG sebagai Edukasi Gizi dan Penguat Modal Sosial

“Program MBG sangat positif dan menjadi edukasi tentang pentingnya keterpenuhan gizi untuk dipahami oleh anak-anak. Hal ini merupakan bagian dari deep learning dan contextual learning agar dalam keseharian mereka memiliki preferensi konsumsi yang sesuai dengan keterpenuhan gizi.”

“Selain itu, MBG merupakan titik pangkal kuatnya budaya gotong royong lintas sektoral serta jejaring ekosistem UMKM.”

Meski mengapresiasi program MBG, politisi perempuan yang dikenal dengan spirit CANTIK (Cerdas, Inovatif, Kreatif) ini juga mencatat beberapa masalah yang dihadapi oleh program MBG.

2. Keterbatasan Anggaran

Nominal Rp 10.000 per porsi MBG tentu bukan angka yang cukup di banyak daerah jika harus memenuhi semua kebutuhan gizi. Kecuali ada strategi khusus, seperti menyesuaikan porsi dengan harga.

“Masalah anggaran juga terkait dengan ketersediaan anggaran di daerah, di mana beberapa daerah belum menerima anggaran tersebut, namun tetap melaksanakan program sesuai dengan kelompok sasaran. Hal ini tentu bisa diantisipasi melalui skema sharing anggaran,” katanya

Lebih lanjut, ia menegaskan sumber skema tersebut.

“Untuk memenuhi MBG secara tepat dan optimal, tentu bisa terlaksana jika daerah memiliki keberdayaan ekonomi. Misalnya, di Jawa Timur, jika skema OTODA (Otonomi Daerah) diterapkan dengan lebih adil terkait proporsi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), maka kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah akan semakin kuat dalam memaksimalkan pelaksanaan MBG,” jelasnya.

“Pada intinya, penting sekali upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah. Selain DBHCHT, ini juga bisa dilakukan melalui pengkajian kembali pemberlakuan skema opsen Pajak Kendaraan Bermotor, serta pengelolaan dan pemanfaatan ruang laut dalam batas 0-12 mil agar sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi. Semua ini tentu bagian dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah dan sekaligus sistem pendukung dalam penguatan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.”

“Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat berkomitmen untuk mendukung optimalisasi pelaksanaan MBG. Terbukti, anggaran sebesar Rp 800 miliar sudah disiapkan. Ini patut diapresiasi,” terangnya.

3.Menu Sesuai Preferensi Konsumsi Anak dan Memenuhi Kebutuhan Gizi Seimbang

Menu yang bervariasi dan memenuhi preferensi atau selera makan anak-anak sangat penting diimplementasikan. Tentu menu makanan bergizi harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

Karena menu MBG harus memenuhi gizi seimbang bagi siswa penerima. Hal ini sebagai bentuk pemanfaatan secara optimal kesempatan MBG untuk menciptakan kebiasaan makan makanan sehat.

“Kita tahu bahwa anak-anak cenderung menyukai junk food dan makanan serba instan. Untuk mengimbangi kebutuhan gizi, maka hadirnya MBG sangat penting. Jika MBG menampilkan menu sesuai selera anak-anak, maka mereka akan belajar menyukai varian sayuran, dan sebagainya. Ini sangat penting sebagai pondasi kesehatan kognitif menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

4.MBG Belum Optimal Menyentuh Pondok Pesantren

Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah santri terbanyak di Indonesia. Meskipun jumlah pondok pesantren di Jawa Timur sedikit lebih banyak daripada di Jawa Barat, pada kenyataannya masih ada pondok pesantren di pelosok yang sudah menjalankan fungsi pendidikan namun masih terkendala legalitas. Jadi, intinya Jawa Timur memang pusatnya pendidikan para santri.

“Oleh karena itu, program MBG diharapkan dapat menyasar pondok pesantren. Sentuhan ini sangat penting karena banyak santri yang masih memiliki keterbatasan dalam pemenuhan gizi akibat latar belakang sosial ekonomi mereka,” terangnya.

5.Perlunya Pengawasan agar Tidak Timbul Masalah Baru

Program MBG ini melibatkan banyak pihak, dengan tujuan utama yang sangat mulia, yaitu bergotong royong dalam penguatan gizi yang sekaligus menjadi antisipasi terhadap stunting. Karena melibatkan banyak pihak, maka diperlukan pengawasan.

“Pengawasan yang dimaksud, antara lain terkait kebersihan atau higienitas dapur sehat serta larangan penggunaan wadah plastik, melainkan harus dengan wadah yang bisa dicuci dan dipakai ulang, kemudian pengawasan terhadap menu yang sesuai dengan gizi dan tidak basi. Karena jika gizi terlihat lengkap tapi ternyata ada yang basi, maka itu justru akan menimbulkan masalah baru,” pungkasnya.

Ning Lia sendiri, terkait MBG, telah menyampaikan laporan dalam masa reses sidang kedua DPD RI di hadapan Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin, Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas, dan Yorrys Raweyai pada Selasa, 14 Januari 2025. (***)

ShareTweetSend

Related Posts

Kodim 0812/Lamongan Gelar Persami KKRI, Perkuat Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda
Daerah

Kodim 0812/Lamongan Gelar Persami KKRI, Perkuat Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda

30 Mei 2026
JMSI Jatim Siapkan Program Memajukan Sektor Pendidikan Jatim
Berita

JMSI Jatim Siapkan Program Memajukan Sektor Pendidikan Jatim

29 Mei 2026
Pengalaman Berkesan di Mina, Ning Lia Rasakan Harmoni Antarjamaah Saat Lempar Jumrah
Berita

Pengalaman Berkesan di Mina, Ning Lia Rasakan Harmoni Antarjamaah Saat Lempar Jumrah

29 Mei 2026
BGN Stop Sementara Operasional 12 Dapur SPPG di Lamongan, IPAL Belum Penuhi Standar
Berita

BGN Stop Sementara Operasional 12 Dapur SPPG di Lamongan, IPAL Belum Penuhi Standar

29 Mei 2026
Progres RTLH Kodim 0812/Lamongan Signifikan, Warga Sambut Harapan Baru dengan Bahagia
Daerah

Progres RTLH Kodim 0812/Lamongan Signifikan, Warga Sambut Harapan Baru dengan Bahagia

29 Mei 2026
Jumat Berkah Humanis, Dandim 0812/Lamongan Berbagi Bersama Abang Becak
Daerah

Jumat Berkah Humanis, Dandim 0812/Lamongan Berbagi Bersama Abang Becak

29 Mei 2026
Lia Istifhama: Solidaritas dan Keikhlasan Jadi Kunci Kelancaran Ibadah Armuzna
Berita

Lia Istifhama: Solidaritas dan Keikhlasan Jadi Kunci Kelancaran Ibadah Armuzna

28 Mei 2026
Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan, Serka Suzaki Erfan Tanam Pohon Produktif di Solokuro
Daerah

Perkuat Sinergi Pelestarian Hutan, Serka Suzaki Erfan Tanam Pohon Produktif di Solokuro

28 Mei 2026
LBH Bandeng Lele Siap Dampingi Gratis User Zam-Zam Residence yang Belum Terima SHM
Daerah

LBH Bandeng Lele Siap Dampingi Gratis User Zam-Zam Residence yang Belum Terima SHM

28 Mei 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Seorang Biduan Dangdut Adukan Pria ke Polres Lamongan

    Merasa Ditipu Soal Status Pernikahan, Seorang Biduan Dangdut Adukan Pria ke Polres Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kodim 0812/Lamongan Gelar Persami KKRI, Perkuat Karakter dan Jiwa Nasionalisme Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sertijab Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Danramil 0812/08 Sambeng Hadiri Acara Pembukaan Giling Tebu 2025 PT. Kebun Tebu Mas (KTM)

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JMSI Jatim Siapkan Program Memajukan Sektor Pendidikan Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026 Tanpa Demo, Buruh Lamongan Kenang Marsinah Lewat Layar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PH Tanah Naik Drastis, Agen Organik Bela Negara Buktikan Hasil di Lamongan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat