Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Terlarang Tapi Diduga Masih Terjadi, Penjualan LKS di Lamongan Diminta Diusut Tuntas

by Jurnalis2
14 Juni 2026
in Daerah, Hukum, Pendidikan, Sorot Publik
Terlarang Tapi Diduga Masih Terjadi, Penjualan LKS di Lamongan Diminta Diusut Tuntas

Terlarang Tapi Diduga Masih Terjadi, Penjualan LKS di Lamongan Diminta Diusut Tuntas

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Dugaan praktik jual Lembar Kerja Siswa (LKS) puluhan tahun hingga kini baru mencuat kepermukaan publik di Kabupaten Lamongan. Tidak ada Permendikdasmen maupun aturan Dinas Pendidikan yang memperbolehkan sekolah menjual Lembar Kerja Siswa (LKS) kepada siswa.

Praktik jual beli LKS di lingkungan satuan pendidikan dilarang keras. Larangan tersebut diatur secara tegas dalam:Pasal 181 huruf a PP No. 17 Tahun 2010: Melarang pendidik dan tenaga kependidikan menjual buku pelajaran, bahan ajar (termasuk LKS), perlengkapan ajar, maupun seragam di sekolah.Pasal 9 ayat 1 Permendikbud No. 8 Tahun 2016: Melarang sekolah dan komite sekolah melakukan penjualan buku teks atau bahan ajar (LKS) kepada peserta didik.

Beberapa wali murid SDN menyebut dan membenarkan tiap tahun diwajibkan beli LKS ke guru. “Iya benar, LKS jadi satu pembayarannya dengan buku paket, kami tak tahu rinci dari harga LKS nya tersebut.

Senada, mantan salah satu Kepala SD di Lamongan berinisial SK(62) ketika di konfirmasi oleh salah satu awak membenarkan bahwa pembelian LKS itu berjalan setiap tahun ajaran. ” Setiap tahun ajaran pasti ada pendistribusian buku LKS dari pihak ketiga atau distributor.

Saat ditanya harga, “Harganya Rp. 30 ribu hingga Rp. 35 ribu kurang lebih. Biasanya pihak yang distribusi buku LKS tersebut saudara “Wgy” ke masing – masing lembaga pendidikan SD se- Kabupaten Lamongan. Bisa dibayangkan setiap desa / kelurahan di Kabupaten Lamongan pasti ada lembaga SD. Meski, ada juga pihak lain yang distribusi, namun tak sebanyak yang dilakukan oleh “Wgy”, sapaannya.

Dari sini disampaikan, “Jadi, dari sisa pembelian maupun penjualan tersebut, ia menyebutkan ada dugaan sukses fee masuk ke masing – masing oknum Korwil UPT Dinas Pendidikan Kecamatan, Ketua KKKS (K3S), dan lain – lain.

Mantan Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah, Kasto menyebutkan, “Mohon maaf saya tidak jadi Ketua KKKS, jadi tak tahu. Apa sudah tahu pak Wgy, sebetulnya dan sebaiknya enak langsung ke beliaunya saja.”

Masih Kasto, dirinya menepis, tidak sekarang saya tidak jadi Ketua KKKS, karena dalam pemilihan se-Kabupaten kalah, ” Ya memang yang dikenal sejak dulu saya. Sekarang Ketua KKKS nya pak Sholehan Deket,” tambahnya.

Sementara itu, “Wgy” ketika dimintai keterangan via telpon kepada salah satu awak media soal apa benar yang distribusi buku LKS, berapa lembaga SD, dengan harga berapa, sebagai distributor tunggal LKS apa ada yang lain serta apakah hal itu mendapatkan disposisi dari Dinas Pendidikan baik melalui Ketua K3S Kabupaten, Kabid SD, Sekdin maupun Kadisdik Lamongan?

Seolah mengelak halus, Wgy mempertanyakan siapa dan dari mana, ia bilang masih driver, besok bisa bertemu. Kemudian teleponnya ditutup dan dikonfirmasi ulang dan belum ada respon hingga berita ini ditayangkan.

Terpisah, Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Lamongan, Waji Arendra di konfirmasi perihal adanya praktik penjualan buku LKS di masing – masing lembaga SD di Lamongan. Pihaknya mengatakan, “Masalah LKS, dinas pendidikan tidak mengetahui, baik cetak, penyebaran, maupun lainnya,” katanya singkat.

Dari data yang dihimpun, untuk harga pembelian distributor untuk Lembar Kerja Siswa (LKS) SD berkisar antara Rp. 3.900 hingga Rp. 7.500 per eksemplar. Harga ini berlaku untuk pembelian grosir atau partai besar langsung dari penerbit dan distributor resmi, di mana harga satuan akan semakin murah untuk pemesanan dalam jumlah banyak.

Berikut diketahui adalah rincian kisaran harga LKS SD:Harga Distributor/Grosir (Partai Besar): Rp. 3.900 – Rp. 7.500 per buku. Harga Eceran Toko (Umum): Rp. 7.500 – Rp. 20.000 per buku.

Berdasarkan rekapitulasi data referensi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, terdapat sekitar kurang lebih 600-an lembaga SD Negeri yang tersebar di 27 wilayah kecamatan di Kabupaten Lamongan, dengan jumlah siswa kurang lebih 90.000 siswa. (***Red).

ShareTweetSend

Related Posts

Dandim 0812/Lamongan Dampingi Kunjungan Tim BACADNAS KEMHAN RI ke Desa Sukolilo
Bela Negara

Dandim 0812/Lamongan Dampingi Kunjungan Tim BACADNAS KEMHAN RI ke Desa Sukolilo

13 Juni 2026
Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan bagi 713 Keluarga Penerima Manfaat
Daerah

Babinsa Koramil 0812/25 Sarirejo Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan bagi 713 Keluarga Penerima Manfaat

11 Juni 2026
Dandim 0812/Lamongan dan Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Wakil Panglima TNI serta Dirut PT Agrinas
Daerah

Dandim 0812/Lamongan dan Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Wakil Panglima TNI serta Dirut PT Agrinas

11 Juni 2026
Dukung Kemajuan Pendidikan, 30 Tenaga Pendidik di Sidomukti Terima Insentif Dana Desa
Daerah

Dukung Kemajuan Pendidikan, 30 Tenaga Pendidik di Sidomukti Terima Insentif Dana Desa

10 Juni 2026
Melalui Karya Bakti TNI, Kodim 0812/Lamongan Perkuat Ketahanan Wilayah di Kawasan Pantai Pengkolan
Daerah

Melalui Karya Bakti TNI, Kodim 0812/Lamongan Perkuat Ketahanan Wilayah di Kawasan Pantai Pengkolan

10 Juni 2026
Perkuat Rasa Cinta Tanah Air, Danramil 0812/17 Paciran Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Warga Kandangsemangkon
Daerah

Perkuat Rasa Cinta Tanah Air, Danramil 0812/17 Paciran Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Warga Kandangsemangkon

10 Juni 2026
Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Raya Sugio Kian Meresahkan, Warga Desak Tindakan Nyata
Daerah

Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Raya Sugio Kian Meresahkan, Warga Desak Tindakan Nyata

10 Juni 2026
Usai Ungkap Dugaan Mark Up Dana BOS, Wartawan KabarSBI Mengaku Dapat Intimidasi
Hukum

Usai Ungkap Dugaan Mark Up Dana BOS, Wartawan KabarSBI Mengaku Dapat Intimidasi

10 Juni 2026
Dandim 0812/Lamongan Laporkan Kesiapan 120 Unit KDKMP Menjelang Launching Tahap II kepada Wakil Panglima TNI
Daerah

Dandim 0812/Lamongan Laporkan Kesiapan 120 Unit KDKMP Menjelang Launching Tahap II kepada Wakil Panglima TNI

9 Juni 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Dandim 0812/Lamongan Dampingi Kunjungan Tim BACADNAS KEMHAN RI ke Desa Sukolilo

    Dandim 0812/Lamongan Dampingi Kunjungan Tim BACADNAS KEMHAN RI ke Desa Sukolilo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SDN Sumberagung Raih Juara 1 PHBS Tingkat Kecamatan Mantup, Bukti Komitmen Lingkungan Sehat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Terlarang Tapi Diduga Masih Terjadi, Penjualan LKS di Lamongan Diminta Diusut Tuntas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ikhtiar Baik Berbagi Takjil Bersama Fatigon dengan Komunitas Jurnalis Lamongan (KJL), “Takjil On The Road”.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT ke-2 Komunitas Jurnalis Lamongan Gelar Doa, Tasyakuran dan Santunan 41 Anak Yatim-piatu.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melalui Karya Bakti TNI, Kodim 0812/Lamongan Perkuat Ketahanan Wilayah di Kawasan Pantai Pengkolan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ramadhan Berkah, Ketua Yayasan Kartika Jaya Koordinator Kodim 0812 Cabang IV Brawijaya Tebar Kebahagiaan Dalam Berbagi Sembako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat