Diversifikasi Produk Tembakau, UMLA Latih Warga Mojorejo Ciptakan Produk Kosmetik Alami
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Upaya meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau terus didorong melalui inovasi berbasis riset. Salah satunya dilakukan tim Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) yang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat yang di selenggarakan di Balai Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan. Sabtu, (1/8/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Berbasis Masyarakat untuk Diversifikasi Produk Tembakau Menjadi Minyak Atsiri dan Hidrosol serta Potensinya Menjadi Bahan Baku Obat dan Kosmetik.” Program ini melibatkan Karang Taruna Desa Mojorejo sebagai mitra utama dalam pengembangan potensi lokal.
Dalam materi yang dibagikan kepada peserta dijelaskan bahwa tembakau merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia. Namun, dalam beberapa waktu terakhir harga tembakau di sejumlah daerah, termasuk Lamongan, mengalami tekanan akibat perubahan tren konsumsi, meningkatnya penggunaan rokok elektrik, serta menurunnya permintaan pasar.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim pengabdian masyarakat menawarkan solusi berupa diversifikasi produk non-rokok melalui pemanfaatan minyak atsiri tembakau. Minyak atsiri tersebut dinilai memiliki potensi sebagai bahan baku berbagai produk bernilai ekonomi, di antaranya parfum dan krim anti nyamuk berbahan alami.
Ketua pelaksana kegiatan ini, Samsuri mengatakan, “Selama kegiatan, peserta mendapatkan pelatihan mengenai proses ekstraksi minyak atsiri dari daun tembakau, peracikan parfum dengan berbagai kombinasi aroma, hingga pembuatan krim repellent anti nyamuk. Pelatihan dilakukan secara praktik sehingga masyarakat dapat memahami tahapan produksi mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, pengemasan hingga peluang pengembangan usaha. Menarik sekali bagi kami dan sangat bermanfaat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Samsuri berharap inovasi tersebut mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa sekaligus meningkatkan nilai jual hasil pertanian tembakau yang selama ini lebih banyak dipasarkan sebagai bahan baku industri rokok.
“Selain memberikan keterampilan teknis, program ini juga diharapkan dapat mendorong lahirnya produk-produk lokal berbasis hasil penelitian perguruan tinggi yang memiliki daya saing serta mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di pedesaan,” tambahnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut memperoleh dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program pengabdian kepada masyarakat tahun 2026. Tim pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Mojorejo atas sinergi dan dukungan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, inovasi pemanfaatan tembakau diharapkan tidak hanya menjadi alternatif diversifikasi produk, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal di Kabupaten Lamongan. (Red)


























