Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Ancaman banjir akibat tumpukan sampah di aliran Kali Bengawan Jero, Kabupaten Lamongan, memicu aksi darurat. Ratusan relawan, pegiat lingkungan, hingga pejabat lintas sektor menggelar aksi sapu bersih bertajuk “BERSUMPAH” (Bersih Sungai Dari Sampah), Selasa 15 September 2026.
Aksi fisik ini dipicu oleh keprihatinan atas buruknya kesadaran lingkungan yang membuat sungai beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah domestik. Berbekal kantong plastik besar, massa menyisir bantaran sungai untuk mengurai sumbatan air yang selama ini menghantui produktivitas pertanian dan kenyamanan warga.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur, Dr. Nurkholis, S.Sos., M.Si., M.Han., menegaskan aksi kolaboratif ini adalah langkah konkret untuk menghentikan kebiasaan buruk masyarakat. “Ini edukasi nyata agar masyarakat berhenti menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah,” tegasnya di lokasi kegiatan yang juga dihadiri DLH Lamongan dan komunitas KOMPILASI.

Sisi Lain: Tuntutan Normalisasi dan Solusi Jangka PanjangDi sisi lain, kebersihan sungai saja dinilai tidak cukup tanpa adanya langkah struktural dari pemerintah. Menjawab tantangan tersebut, Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Bengawan Jero, H. Moh. Khozin, menyatakan bahwa aksi swadaya ini harus diimbangi dengan percepatan normalisasi agar mitigasi banjir berjalan maksimal.
“Terwujudnya aksi kebersihan ini diyakini mampu meminimalisir potensi genangan. Namun, koordinasi program normalisasi jalur pembuangan sungai dengan instansi terkait juga terus kami kejar,” ujar Khozin.
Saat ini, pengerjaan normalisasi di jalur BMCM (Kali Malang dan Kali Corong) dilaporkan telah rampung. Fokus pengerjaan kini bergeser ke wilayah DKWM, dimulai dari Sluis Kali Dinoyo.
Untuk memastikan solusi permanen, proyek normalisasi aliran Sungai Blawi, Malang, Corong, dan Mireng ditargetkan terus berlanjut hingga tahun 2027. Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait juga dijadwalkan turun tangan melaksanakan penataan batas sempadan sungai pada tahun 2027 demi memastikan kelestarian aliran air secara menyeluruh. (**)


























