Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Apresiasi Seniman Lokal di HUT ke-81 Jatim, Ning Lia Soroti Pentingnya Seni dan Budaya dalam Pembangunan Humanis

by jurnalis
14 Oktober 2026
in Berita
Apresiasi Seniman Lokal di HUT ke-81 Jatim, Ning Lia Soroti Pentingnya Seni dan Budaya dalam Pembangunan Humanis

SURABAYA, pusatberitarakyat.com – Di tengah suasana khidmat rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyempatkan diri menyapa para seniman dan menikmati karya seni yang dipamerkan di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Kehadiran Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, menjadi bagian dari apresiasi terhadap kreativitas seniman lokal yang turut menyemarakkan hari jadi provinsi. Baginya, karya seni bukan sekadar ekspresi kreativitas, melainkan juga cerminan identitas, kekayaan budaya, dan potensi masyarakat Jawa Timur yang perlu terus mendapat ruang untuk berkembang. “Keren banget, terus berkarya ya,” sapa Ning Lia kepada salah satu seniman Lely.

Tak hanya melihat karya seniman yang berkisah tentang lukisan budaya, Ning Lia juga melihat lukisan Presiden Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan KH Hasyim Asyhari, pendiri NU.

Di tengah suasana khidmat rapat paripurna istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Anggota DPD RI Lia Istifhama menyempatkan diri menyapa para seniman dan menikmati karya seni yang dipamerkan di Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Kehadiran Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas seniman lokal yang turut menyemarakkan hari jadi provinsi. Baginya, karya seni bukan sekadar ekspresi kreativitas, melainkan juga cerminan identitas, kekayaan budaya, dan potensi masyarakat Jawa Timur yang perlu terus mendapat ruang untuk berkembang.

“Keren banget, terus berkarya ya,” sapa Ning Lia kepada salah seorang seniman, Lely, sembari menikmati karya yang dipamerkan.

Tak hanya melihat lukisan yang mengangkat kisah budaya, Ning Lia juga mencermati lukisan Presiden ke-4 Republik Indonesia KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari.

Kedua tokoh tersebut memiliki jejak penting dalam perjalanan bangsa, khususnya dalam memperjuangkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sosok Gus Dur, misalnya, lekat dengan pemikiran tentang toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, serta keberpihakan kepada kelompok masyarakat yang kerap terpinggirkan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat pembangunan humanis yang disuarakan Ning Lia. Ia memandang bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik, tetapi juga dari kemampuan
masyarakat untuk saling menghargai, merawat kebudayaan, serta memberikan ruang bagi setiap orang untuk berkarya.

“Pemikiran Gus Dur yang menempatkan kemanusiaan sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa juga relevan dengan upaya membangun Jawa Timur yang inklusif. Sebab, pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan lebih dari sekadar kebijakan dan infrastruktur, yakni kepedulian terhadap manusia, penghormatan terhadap keberagaman, serta kesempatan yang setara bagi masyarakat untuk mengembangkan potensinya,” kata Senator Jatim tersebut.

Dalam semangat itu, apresiasi terhadap seniman lokal menjadi bagian dari upaya merawat identitas budaya sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Karya seni tidak hanya menghadirkan keindahan, tetapi juga menyimpan pesan, ingatan kolektif, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya..

Dukungan terhadap seniman tersebut sejalan dengan pandangannya mengenai pembangunan Jawa Timur yang harus mengedepankan nilai-nilai humanis. Menurutnya, kemajuan daerah tidak cukup diukur melalui capaian ekonomi maupun pembangunan fisik, tetapi juga dari sejauh mana pemerintah dan masyarakat memberikan ruang bagi kreativitas, kebudayaan, serta potensi sumber daya manusia.

“Jawa Timur memiliki banyak potensi, termasuk kreativitas para seniman. Karya-karya mereka perlu diapresiasi dan diberi ruang agar semakin berkembang serta dikenal masyarakat luas,” demikian pesan yang sejalan dengan pandangan Ning Lia mengenai pentingnya pembangunan yang inklusif.

Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, menurutnya, menjadi kesempatan untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam melanjutkan pembangunan. Para seniman, pelaku budaya, generasi muda, akademisi, hingga komunitas masyarakat memiliki peran penting dalam membangun daerah sesuai bidang dan potensinya masing-masing.

Ning Lia menyebut Jawa Timur sebagai bangunan politik humanis yang harus terus diperkuat melalui kolaborasi kepemimpinan, keberlanjutan pembangunan, dan keberpihakan kepada masyarakat. Dalam perspektif tersebut, pembangunan tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian angka, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat yang nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Momentum Hari Jadi ke-81, Jawa Timur yang maju bukan hanya daerah dengan berbagai capaian pembangunan, melainkan juga ruang bersama yang menghargai kreativitas, keberagaman, dan martabat setiap warganya Ia menegaskan bahwa pembangunan yang inklusif membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat. Tidak hanya sektor ekonomi perkotaan, sosial dan keagamaan, pertanian, serta pemberdayaan masyarakat desa, tetapi juga pengembangan ekosistem seni dan budaya yang memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkarya,” katanya.

Dalam konteks tersebut, apresiasi terhadap seniman menjadi bagian dari upaya membangun Jawa Timur yang tidak hanya maju secara material, tetapi juga kaya secara budaya dan memiliki kepedulian terhadap kreativitas masyarakat.

Ning Lia juga mengapresiasi kolaborasi kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak. Menurutnya, sinergi kepemimpinan yang inklusif diperlukan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

“Kita melihat bagaimana pasangan pemimpin di Jawa Timur bekerja secara kolaboratif, inklusif, dan benar-benar menyikapi berbagai persoalan masyarakat secara menyeluruh,” katanya. (*)

ShareTweetSend

Related Posts

Hadiri Paripurna Istimewa HUT ke-81 Jatim, Lia Istifhama Tekankan Pembangunan Humanis dan Berpihak pada Rakyat
Berita

Hadiri Paripurna Istimewa HUT ke-81 Jatim, Lia Istifhama Tekankan Pembangunan Humanis dan Berpihak pada Rakyat

14 Oktober 2026
Membanggakan! Siswa SDN Kepatihan Lamongan Ukir Prestasi di Bidang Olahraga, Seni, dan Akademik
Berita

Membanggakan! Siswa SDN Kepatihan Lamongan Ukir Prestasi di Bidang Olahraga, Seni, dan Akademik

13 Oktober 2026
PAC Pagar Nusa Solokuro Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Kemandirian Organisasi
Berita

PAC Pagar Nusa Solokuro Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Kemandirian Organisasi

13 Oktober 2026
Membanggakan! Siswa SDN 3 Made Lamongan Ukir Prestasi di Tiga Bidang Sekaligus
Berita

Membanggakan! Siswa SDN 3 Made Lamongan Ukir Prestasi di Tiga Bidang Sekaligus

12 Oktober 2026
Hari Jadi ke-81 Jatim, Lia Istifhama Dorong Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Pangan
Berita

Hari Jadi ke-81 Jatim, Lia Istifhama Dorong Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Pangan

12 Oktober 2026
UKM Pagar Nusa USG Siapkan Generasi Pendekar Berkarakter dan Berprestasi Lewat Diklat MAPESBA
Berita

UKM Pagar Nusa USG Siapkan Generasi Pendekar Berkarakter dan Berprestasi Lewat Diklat MAPESBA

10 Oktober 2026
Kolaborasi 11 Mitra Internasional, SustainaBlue Catat Capaian Penting di Indonesia dan Malaysia
Berita

Kolaborasi 11 Mitra Internasional, SustainaBlue Catat Capaian Penting di Indonesia dan Malaysia

9 Oktober 2026
ASITA Bali Siapkan Musda, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas
Berita

ASITA Bali Siapkan Musda, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas

8 Oktober 2026
Bupati Yes: KNPI Harus Jadi Pusat Pembelajaran dan Kolaborasi Pemuda Lamongan
Berita

Bupati Yes: KNPI Harus Jadi Pusat Pembelajaran dan Kolaborasi Pemuda Lamongan

7 Oktober 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • PAC Pagar Nusa Solokuro Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Kemandirian Organisasi

    PAC Pagar Nusa Solokuro Resmi Dilantik, Fokus Perkuat Kaderisasi dan Kemandirian Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membanggakan! Siswa SDN Kepatihan Lamongan Ukir Prestasi di Bidang Olahraga, Seni, dan Akademik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raker Ormas Bela Negara 2026 Digelar Bacadnas Kemhan Ketahanan Pangan Jadi Fokus Utama

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Membanggakan! Siswa SDN 3 Made Lamongan Ukir Prestasi di Tiga Bidang Sekaligus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Halal Bihalal FKBN, Sestama Elpin Serukan Kekompakan dan Solidaritas Organisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • UKM Pagar Nusa USG Siapkan Generasi Pendekar Berkarakter dan Berprestasi Lewat Diklat MAPESBA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT RI ke-81, Road to Lamongan Rockwoods Fest 2026 Hadir di G-Park Forest

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat