LAMONGAN, pusatberitarakyat.com — Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan memberikan penghargaan kepada sejumlah guru yang telah menghasilkan karya literasi berupa buku. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap pendidik yang aktif berkarya sekaligus mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Penyerahan Penghargaan Karya Literasi Guru berlangsung pada Senin, 5 Oktober 2026, mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai, bertempat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Drs. Shodikin, M.Pd. mengatakan bahwa penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas karya literasi berupa buku yang telah diterbitkan oleh pendidik di lingkungan Kabupaten Lamongan.
Ada enam guru yang tercatat sebagai penerima penghargaan karya literasi, yakni:
1. Gigih Besar Mukti Raharja, S.Pd., M.Pd. — SDN 2 Putatkumpul
Karya: Seni Mengelola Kelas dengan Teori Game dan Sekolah Tanpa Luka.
2. Nurul Komariyah, S.Pd., M.Pd. — SDN Kebet
Karya: Berkah Cinta dan Catatan Seorang Guru di Desa.
3. Diyan Shodik Nurhadi H., S.Pd. — SDN Karangrejo
Karya: Strategi Pembelajaran untuk Menanamkan Karakter Siswa.
4. Siti Fatimah, S.Pd., M.Pd. — SDN Keben
Karya: Mengajar Tanpa Kehilangan Diri Sendiri.
5. Izza Ayu Safitri, S.Pd. — SDN Sambopinggir
Karya: Rintik, Teaching in Your Own Energy, dan Gejolak Rindu dari Sang Ilahi Rabb.
6. Moch. Muzakki, M.Pd. — SD Muhammadiyah 1 Turi
Karya: Di Antara Gabut dan Hidup dan Berjuang Menjadi Manusia.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa aktivitas literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis siswa, tetapi juga membutuhkan keteladanan dari para pendidik,” Kata Kepala Dinas Pendidikan.
Lebih lanjut, Drs. Shodikin mengatakan, “Guru yang menghasilkan karya buku dapat menjadi contoh bahwa pengalaman mengajar, gagasan pendidikan, perjalanan kehidupan, hingga nilai-nilai karakter dapat dituangkan menjadi karya yang memiliki manfaat lebih luas,” tukasnya.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi lebih banyak guru untuk menulis, menerbitkan karya, mendokumentasikan pengalaman pembelajaran, serta mengembangkan budaya literasi di sekolah.
Selain menghadiri kegiatan penyerahan penghargaan, para penerima juga diminta membawa buku yang tercantum dalam lampiran surat sebagai bagian dari kegiatan tersebut.
Salah satu penerima penghargaan, Nurul Komariyah, S.Pd., M.Pd., guru SDN Kebet, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan terhadap karya literasi yang dihasilkannya.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan terhadap sebuah karya, tetapi juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus menulis dan berbagi pengalaman serta gagasan melalui literasi.
“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang sebuah penghargaan, tetapi menjadi penyemangat untuk terus berkarya dan menulis,” ujar Nurul Komariyah.
Ia berharap budaya literasi di kalangan guru semakin berkembang. Menurutnya, guru memiliki banyak pengalaman dan cerita yang sangat berharga untuk dituangkan dalam bentuk tulisan, baik yang berkaitan dengan pembelajaran maupun pengalaman kehidupan di lingkungan pendidikan.
“Saya berharap semakin banyak guru yang berani menuangkan ide, pengalaman dan gagasannya dalam bentuk karya. Karena setiap guru sebenarnya memiliki cerita dan pengalaman yang bisa menjadi pembelajaran serta inspirasi bagi orang lain,” katanya.
Nurul juga menilai bahwa menulis merupakan salah satu cara bagi guru untuk terus melakukan refleksi terhadap proses pendidikan yang dijalankannya.
“Menulis bagi saya adalah bagian dari proses belajar dan refleksi. Ketika kita menulis, kita tidak hanya berbagi kepada orang lain, tetapi juga belajar memahami kembali apa yang sudah kita lakukan dan apa yang masih perlu kita perbaiki,” tuturnya.
Ia berharap penghargaan karya literasi guru ini dapat menjadi pemantik lahirnya lebih banyak karya dari para pendidik di Kabupaten Lamongan.
“Semoga penghargaan ini menjadi awal yang baik untuk terus membangun budaya literasi di kalangan guru. Mudah-mudahan semakin banyak karya yang lahir dan memberikan manfaat bagi dunia pendidikan,” pungkasnya.
Senada dengan itu, Diyan Shodik Nurhadi H., S.Pd. dari SDN Karangrejo, dengan Karyanya : Strategi Pembelajaran untuk Menanamkan Karakter Siswa, menambahkan melalui program penghargaan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan menunjukkan bahwa karya intelektual dan literasi guru memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang kreatif, reflektif, dan berkelanjutan.
“Semoga kegiatan tersebut dapat diimplementasikan tiap tahun agar memancing minat Bapak/Ibu guru, kepala sekolah, pengawas, penilai, maupun tenaga pendidik dan kependidikan yang lain, khususnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, baik itu dari jenjang TK, PAUD, SD maupun SMP. Oleh karena itu, saya harap kegiatan ini dapat terlaksana setiap tahun, Terima kasih,” tutup Diyan.
Enam guru tersebut tidak hanya mengajar di ruang kelas, tetapi juga meninggalkan jejak gagasan melalui buku sebuah karya yang dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi berikutnya. (F2/Red)


























