MDS Hadirkan “Falsafah”, Lagu tentang Luka Batin, Kerinduan, dan Kesetiaan Cinta yang Melampaui Waktu.
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Perjalanan musik MDS (Masih Dengan Senja) kembali berlanjut. Band tersebut segera memperkenalkan karya terbarunya berjudul “Falsafah”, lagu kedua yang akan hadir di berbagai platform musik digital dan diperkenalkan secara spesial dalam acara launching di Kangen Dadoel, The Real Oldies Station, Minggu, 6 September 2026, pukul 19.00 WIB.
“Falsafah” bukan sekadar lagu tentang cinta dan kerinduan. Karya ini membawa pendengar masuk ke dalam pergulatan batin seorang laki-laki yang berada dalam kondisi jiwa yang hancur dan terluka. Di tengah kesendirian serta kepedihan yang dialaminya, ia terus merindukan seseorang yang dicintainya.
Sosok tersebut bukan hanya menjadi seseorang yang dirindukan, tetapi juga dipandang sebagai penyembuh bagi luka dan kehancuran jiwanya. Kerinduan itu kemudian dituangkan melalui rangkaian kata yang menggambarkan ketulusan, kesetiaan, harapan, sekaligus perjuangan mempertahankan cinta.
Yockie Megah Pratama, selaku pencipta lagu sekaligus gitaris dan arranger MDS, mengatakan bahwa “Falsafah” berusaha menyampaikan sisi manusia yang tidak selalu terlihat dari luar, terutama ketika seseorang sedang menghadapi luka dan kehancuran dalam dirinya.
“Falsafah saya hadirkan sebagai sebuah cerita tentang seseorang yang sedang berada dalam kondisi batin yang terluka. Di tengah kesendirian dan rasa sakit, ada kerinduan yang begitu kuat terhadap seseorang yang dicintai dan diharapkan bisa menjadi penyembuh dari luka tersebut. “Falsafah” Lahir dari Pergulatan Perasaan ujar Yockie Megah Pratama,” ujar yockie.

Menurutnya, pesan dalam lagu tersebut tidak hanya terbatas pada persoalan hubungan percintaan. Makna tentang sosok penyembuh sengaja dibuat lebih luas agar setiap pendengar dapat menemukan interpretasinya masing-masing.
“Bagi saya, sosok penyembuh dalam lagu ini bisa dimaknai secara luas. Bisa Tuhan, kekasih, sang penyelamat, nabi, atau siapa pun yang dipercaya mampu memberikan kembali kekuatan dan harapan. Karena setiap orang mempunyai pengalaman luka dan cara sendiri dalam menemukan kekuatan untuk bangkit,” jelasnya.
Yockie menambahkan, “Falsafah” juga berbicara mengenai kesetiaan terhadap sebuah perasaan yang tidak mudah hilang hanya karena waktu dan keadaan.
“Ada keyakinan bahwa cinta yang benar-benar tulus tidak selalu selesai ketika seseorang terluka atau terpisah. Ia bisa tetap hidup, dijaga dan dipercaya sampai akhirnya menemukan jalan untuk mempertemukan kembali dua hati. Itu yang menjadi salah satu ruh dari lagu Falsafah,” tambah Yockie.

Melalui “Falsafah”, MDS menggambarkan bahwa cinta yang dirasakan sang tokoh bukanlah perasaan sesaat. Cinta tersebut telah menjadi keyakinan yang terus bertahan dari waktu ke waktu. Cinta yang Bertahan dari Waktu ke Waktu.
Ia berharap dapat kembali menyatu dengan orang yang dicintainya, memeluk kembali hati yang selama ini dirindukan, sekaligus menemukan kekuatan untuk melanjutkan kehidupannya.
Dalam kondisi batin yang penuh luka, masih terdapat satu alasan yang membuatnya bertahan, yakni kesejatian cinta.
Cinta itu terus dipuja, dijaga, dan diyakini mampu mempertemukan kembali dua hati, bahkan ketika perjalanan keduanya seolah dipisahkan oleh ruang, keadaan maupun waktu.
Lebih dalam, “Falsafah” membawa pesan mengenai harapan seseorang yang sedang terluka untuk menemukan sosok yang dapat menjadi penyembuh yang juga mengandung pesan tentang penyembuhan jiwa.
Sosok penyembuh tersebut dapat dimaknai secara luas oleh masing-masing pendengar. Ia bisa hadir sebagai Tuhan, kekasih, sang penyelamat, maupun figur yang dianggap mampu memberikan kembali kekuatan dan harapan.
Point utama yang diangkat dalam “Falsafah” meliputi kerinduan, kehancuran batin, kebutuhan terhadap seseorang sebagai penyembuh, serta kesetiaan cinta yang diyakini mampu melampaui waktu.
Perpaduan Citra Dinda dan Yockie.
Secara musikal, “Falsafah” merupakan karya yang mempertemukan kekuatan vokal dan permainan musik dalam tubuh MDS.
Lagu ini diciptakan oleh Yockie Megah Pratama, dengan Citra Dinda sebagai vocalist dan Yockie pada gitar sekaligus arranger.
Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Rahmat Aldi.
Kombinasi tersebut diharapkan mampu memperkuat karakter emosional “Falsafah”, sehingga pesan mengenai luka, kerinduan, harapan, dan kesetiaan dapat tersampaikan secara utuh kepada pendengar.
“MDS mengajak para penikmat musik untuk menantikan kehadiran “Falsafah” di berbagai platform musik digital. Minggu, 6 September 2026, Pukul 19.00 WIB di Kangen Dadoel – The Real Oldies Station,” ungkap yockie.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ruang bagi MDS untuk memperkenalkan karya kedua mereka secara lebih dekat kepada para pendengar dan orang-orang yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjalanan musik mereka.
“Falsafah” pada akhirnya ingin meninggalkan satu pemaknaan kepada pendengarnya: di tengah luka dan kehancuran batin, manusia tetap membutuhkan alasan untuk bertahan. Bagi sebagian orang, alasan itu adalah cinta-cinta yang diyakini tulus, setia, dan mampu mempertemukan kembali dua hati melampaui dimensi waktu. (**)



























