Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Sorot Publik

Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

by Jurnalis2
2 April 2026
in Sorot Publik
Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Fenomena pejabat yang dipersepsikan “lebih tinggi” daripada rakyat masih menjadi realitas sosial yang sulit dipungkiri di Indonesia. Meski sistem pemerintahan telah lama menganut prinsip demokrasi, praktik sosial di lapangan justru menunjukkan adanya jurang relasi yang lebar antara penguasa dan masyarakat.

Secara normatif, pejabat publik adalah pelayan masyarakat. Namun dalam praktiknya, relasi tersebut kerap berbalik arah. Pejabat tampil sebagai figur yang harus dihormati secara berlebihan, bahkan dalam banyak kasus diposisikan layaknya “kelas sosial di atas” rakyat.

Pengamat sosial menilai, kondisi ini tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari warisan budaya feodal yang belum sepenuhnya hilang. Dalam kultur tersebut, kekuasaan identik dengan kehormatan dan posisi tinggi, sementara masyarakat ditempatkan sebagai pihak yang harus tunduk.

“Ini bukan sekadar soal jabatan, tapi soal cara pandang. Kita masih mewarisi pola pikir bahwa yang punya kekuasaan itu lebih tinggi derajatnya.”

Simbol-simbol kekuasaan turut memperkuat persepsi tersebut. Penggunaan fasilitas negara, pengawalan ketat, hingga protokoler yang berlapis-lapis menciptakan jarak psikologis antara pejabat dan rakyat. Alih-alih mendekatkan, atribut tersebut justru membangun tembok eksklusivitas.

Di sisi lain, ketimpangan akses terhadap pengambilan keputusan juga memperparah situasi. Pejabat memiliki kendali atas kebijakan dan distribusi sumber daya, sementara masyarakat berada pada posisi menunggu dan bergantung. Relasi ini menciptakan rasa segan, bahkan takut, yang semakin mengukuhkan hierarki sosial.

Ironisnya, kondisi ini tidak hanya dipelihara oleh elite, tetapi juga oleh masyarakat sendiri. Budaya “mengagungkan jabatan” masih kuat, terlihat dari cara sebagian warga memperlakukan pejabat dengan sikap berlebihan, mulai dari bahasa hingga perilaku.

Padahal dalam sistem demokrasi, legitimasi kekuasaan berasal dari rakyat. Artinya, pejabat sejatinya adalah mandat publik, bukan entitas yang berada di atasnya.

Minimnya praktik komunikasi yang setara juga menjadi persoalan. Akses masyarakat untuk berdialog langsung dengan pejabat sering kali terbatas oleh birokrasi panjang. Situasi ini memperkuat kesan bahwa pejabat adalah figur yang jauh dan sulit dijangkau.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, maka demokrasi berisiko hanya menjadi formalitas, sementara dalam praktiknya tetap berjalan dalam bayang-bayang feodalisme modern.

“Selama rakyat masih merasa ‘di bawah’, dan pejabat merasa ‘di atas’, maka demokrasi tidak akan pernah benar-benar setara.”

Perubahan, menurut para pengamat, harus dilakukan dari dua arah. Pejabat dituntut mengembalikan esensi sebagai pelayan publik dengan membuka ruang komunikasi yang lebih egaliter. Sementara masyarakat perlu mengubah cara pandang, bahwa menghormati tidak berarti menempatkan diri lebih rendah. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

ASN sebagai Pelayan Publik, Bukan Lambang Kekuasaan
Sorot Publik

ASN sebagai Pelayan Publik, Bukan Lambang Kekuasaan

2 April 2026
Bupati sebagai Pelayan Publik, Mengembalikan Esensi Kepemimpinan Daerah
Sorot Publik

Bupati sebagai Pelayan Publik, Mengembalikan Esensi Kepemimpinan Daerah

2 April 2026
Kedaulatan di Tangan Rakyat, Pilar Utama Konstitusi Indonesia.
Sorot Publik

Kedaulatan di Tangan Rakyat, Pilar Utama Konstitusi Indonesia.

2 April 2026
Penangganan Berbelit, Penuh Kejanggalan !! Kasus KDRT Pasangan Muda di Kecamatan Dukun, Gresik.
Hukum

Penangganan Berbelit, Penuh Kejanggalan !! Kasus KDRT Pasangan Muda di Kecamatan Dukun, Gresik.

28 Juli 2023
Lamongan Marak Balap Liar, Jika Masyarakat Menjumpai Harap Lapor Lur !! di WA 081319082001
Bela Negara

Lamongan Marak Balap Liar, Jika Masyarakat Menjumpai Harap Lapor Lur !! di WA 081319082001

9 Juli 2023
Pemugaran Mangkrak !! Gunung Ratu, Situs Religi dan Warisan Sejarah Budaya Kebanggaan Masyarakat Kabupaten Lamongan
Berita

Pemugaran Mangkrak !! Gunung Ratu, Situs Religi dan Warisan Sejarah Budaya Kebanggaan Masyarakat Kabupaten Lamongan

13 Juni 2023
Pakar Hukum Pidana Unpad Menyebut Tragedi di Stadion Kanjuruhan bukan Peristiwa Pidana
Nasional

Pakar Hukum Pidana Unpad Menyebut Tragedi di Stadion Kanjuruhan bukan Peristiwa Pidana

2 Oktober 2022
Tragedi Kanjuruhan Berdarah, GP. Ansor Jawa Timur Desak Bentuk Tim Investigasi Independen
Olah Raga

Tragedi Kanjuruhan Berdarah, GP. Ansor Jawa Timur Desak Bentuk Tim Investigasi Independen

2 Oktober 2022
Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Kabupaten Lamongan
Daerah

Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih di Kabupaten Lamongan

12 Agustus 2022

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food Cerme Gresik.

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • PPP Jatim Berganti Nahkoda, Target Besar Mulai Disiapkan

    PPP Jatim Berganti Nahkoda, Target Besar Mulai Disiapkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Skandal Oknum Camat Karanggeneng Menguat, Jejak Digital dan Kesaksian Netizen Bermunculan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunker Sekretaris FKBN Jatim ke FKBN Kabupaten Lamongan, Perkuat Pengembangan Pertanian Organik di Jatim.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inkanas Lamongan Sabet 16 Medali di Kejurda Piala Kapolda Jatim 2026.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Integritas dan Transparansi, Sipropam Polres Lamongan Sosialisasikan QR Barcode Yanduan kepada Casis Polri T.A 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mentalitas Lama yang Bertahan: Pejabat Dipuja, Rakyat Terpinggirkan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • The evolution of gambling a historical overview

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat