Pengurus Baru SARBUMUSI Lamongan Susun Tiga Agenda Utama, Advokasi Pekerja Diperkuat
LAMONGAN, pusatberitarakyat.com – Kepengurusan baru Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Buruh Muslimin Indonesia Nahdlatul Ulama (DPC SARBUMUSI NU) Kabupaten Lamongan periode 2026–2031 mulai menyiapkan sejumlah langkah strategis organisasi.
Penguatan struktur di tingkat perusahaan, pengembangan hubungan industrial, hingga peningkatan layanan advokasi bagi pekerja menjadi agenda yang akan mendapat perhatian dalam masa kepengurusan lima tahun mendatang.
Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan pelantikan, Musyawarah Kerja (Musker), sekaligus peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-71 K-SARBUMUSI yang berlangsung di Vila BumDes Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu–Minggu, 26–27 September 2026.
Mengangkat tema “Bersatu, Bergerak, Berjuang untuk Pekerja yang Bermartabat”, kegiatan tersebut juga membawa tagline “Satu Komando, Satu Perjuangan, Satu Tujuan, Kesejahteraan Pekerja.”
Kepengurusan DPC SARBUMUSI NU Lamongan periode baru dipimpin Nihrul Bahi Alhaidar, S.H. atau Gus Irul. Prosesi pelantikan dilakukan Ketua DPW SARBUMUSI Jawa Timur, H. Imam Muchlas, yang hadir mewakili Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Lamongan Yuhronur Efendi, jajaran DPW SARBUMUSI Jawa Timur, perwakilan PCNU Lamongan, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam Musker, Gus Irul menjelaskan sejumlah prioritas yang akan menjadi pijakan organisasi. Salah satunya adalah memperluas sekaligus memperkuat keberadaan SARBUMUSI di lingkungan perusahaan.
Penguatan struktur tersebut, menurutnya, tidak hanya menyasar perusahaan secara umum, tetapi juga unit usaha maupun lembaga yang berada di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Fokus pertama kita adalah penguatan basis pekerja dengan membentuk dan mengokohkan struktur organisasi di setiap perusahaan,” ujar Gus Irul.
Selain penguatan basis organisasi, SARBUMUSI Lamongan juga akan mendorong pengembangan Hubungan Industrial Pancasila sebagai pendekatan dalam membangun hubungan kerja yang konstruktif antara pekerja dan pihak perusahaan.
Sektor advokasi juga menjadi perhatian dalam kepengurusan baru. Layanan pendampingan hukum, perlindungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta perhatian terhadap kesejahteraan keluarga pekerja masuk dalam cakupan program yang akan dikembangkan.
Gus Irul mengatakan, penguatan sejumlah bidang tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya organisasi pekerja yang lebih profesional sekaligus memberikan akses pendampingan bagi buruh ketika menghadapi persoalan ketenagakerjaan.
Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam orasinya yang bertajuk “Work Force” menekankan pentingnya menjaga hubungan yang konstruktif antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja.
Menurutnya, perkembangan aktivitas ekonomi dan investasi di Lamongan perlu didukung oleh kondisi daerah yang kondusif sehingga keberlangsungan dunia usaha dan kepentingan pekerja dapat berjalan beriringan.
“Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lamongan terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya. Ini bukti bahwa aktivitas dunia usaha berjalan dengan baik dan minat investasi terus meningkat,” kata Yuhronur.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa iklim investasi tetap perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan aspek ketenagakerjaan. Penerapan standar operasional prosedur, keselamatan dan kesehatan kerja, serta persoalan pengupahan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari hubungan industrial.
Yuhronur juga menyoroti pentingnya keseimbangan kepentingan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah sebagai salah satu faktor pendukung keberlanjutan aktivitas ekonomi daerah.
Perkembangan Lamongan, lanjutnya, juga tidak terlepas dari dinamika kawasan metropolitan Jawa Timur yang turut melibatkan sejumlah daerah penyangga, seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.
Dari unsur PCNU Lamongan, Agus Susanto berharap kepengurusan baru SARBUMUSI mampu menjalankan amanah organisasi sekaligus semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi para pekerja.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan orasi kebangsaan Ketua DPW SARBUMUSI Jawa Timur H. Imam Muchlas, pemotongan tumpeng dalam rangka Harlah ke-71 K-SARBUMUSI, serta doa bersama.
Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2026–2031, DPC SARBUMUSI NU Lamongan kini menatap agenda kerja baru dengan sejumlah fokus utama, mulai dari penguatan struktur organisasi, pembangunan hubungan industrial, hingga peningkatan advokasi dan perlindungan terhadap pekerja. (Red)


























