Peringati Harkitnas, BAZNAS dan Pemkab Lamongan Perkuat Pendidikan Generasi Muda
Lamongan, pusatberitarakyat.com – Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 dimaknai BAZNAS Kabupaten Lamongan bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan dan BAZNAS Provinsi Jawa Timur melalui penguatan kualitas sumber daya manusia lewat program Beasiswa Lamongan Cerdas dan Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Lokatantra Lamongan, Rabu (20/5/2026).
Sebanyak 218 penerima manfaat dari 68 lembaga pendidikan menerima bantuan pendidikan dengan total penyaluran mencapai Rp375,9 juta. Program tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan, mulai dari santri, siswa SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga mahasiswa.
Selain penyaluran beasiswa, pada kesempatan itu BAZNAS Kabupaten Lamongan juga menyerahkan hasil audit tahun buku 2025 dari kantor akuntan publik dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Predikat tersebut menjadi bentuk komitmen dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang transparan serta akuntabel.
Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan, Dr. H. Bambang Eko Mulyono, S.H., M.Hum., M.M., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyaluran bantuan pendidikan tahun ini.
“Alhamdulillah, pagi ini kita bersama bersyukur dapat menyalurkan beasiswa kepada ratusan penerima, mulai dari jenjang santri, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA hingga mahasiswa,” ujarnya.
Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh penerima manfaat agar tidak mudah menyerah dalam menempuh pendidikan dan terus semangat meraih cita-cita.
“Anak-anak jangan pernah berputus asa. Perlu diketahui bahwa Ketua BAZNAS Kabupaten Lamongan ini dulunya juga penerima beasiswa. Karena itu saya berharap adik-adik semua terus semangat belajar dan kelak bisa sukses serta membantu orang lain,” pesannya.
Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, KH. Dr. Ahsanul Haq, M.Pd.I., mengapresiasi sinergi antara Pemerintah Kabupaten Lamongan dan BAZNAS Kabupaten Lamongan dalam mendukung program pendidikan masyarakat.
“Acara ini menjadi bentuk sinergi yang sangat baik antara pemerintah daerah dengan BAZNAS. Tidak semua BAZNAS kabupaten mendapatkan dukungan penuh dari bupatinya. Alhamdulillah di Lamongan sinergi ini berjalan sangat baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, program beasiswa merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi unggul yang mampu membawa perubahan bagi daerah dan bangsa.
Bupati Lamongan, Dr. H. Yuhronur Efendi, M.B.A., M.Ek., menegaskan bahwa semangat Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi momentum memperkuat kualitas pendidikan dan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
“Kemajuan daerah dapat dilihat dari perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Ketika pendidikan maju, maka tingkat peradaban daerah juga akan maju,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes.
Selain menekankan pentingnya kemajuan pendidikan bagi pembangunan daerah, Pak Yes juga mengingatkan pentingnya penguatan adab dan karakter di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, menuju Indonesia Emas 2045 tidak hanya membutuhkan generasi yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan etika yang baik.
Adapun rincian penerima beasiswa meliputi 138 santri dari 37 lembaga yang menerima bantuan Rp1,8 juta setiap enam bulan, lima siswa SD/MI menerima Rp600 ribu per tahun, lima siswa SMP/MTs menerima Rp900 ribu per tahun, 20 siswa SMA/MA dari 11 lembaga menerima Rp1 juta per tahun dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur, serta 35 mahasiswa dari 15 perguruan tinggi menerima Rp2 juta per semester, termasuk 15 mahasiswa penerima bantuan dari BAZNAS Provinsi Jawa Timur.
Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026, BAZNAS Kabupaten Lamongan berharap program pendidikan tersebut dapat menjadi bagian dari kebangkitan generasi muda Lamongan menuju masa depan yang lebih unggul, mandiri, dan berdaya saing. (Hen)


























