Petani Milenial Sukodadi Sukses Terapkan Pertanian Organik Perdana, Hasil Panen Meningkat.
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Upaya uji coba pertanian organik yang dilakukan petani milenial di Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, mulai menunjukkan hasil menggembirakan. Di tengah maraknya serangan hama dan penyakit yang menyebabkan penurunan produksi di sejumlah wilayah, metode organik justru mampu meningkatkan hasil panen. Senin,(30/06/2026)
Salah satu petani milenial, Zaky, mengungkapkan bahwa dirinya telah menerapkan sistem pertanian organik selama kurang lebih satu tahun terakhir. Lahan yang digarapnya berada di Dusun Dukoh, Desa Sukolilo, Kecamatan Sukodadi, dengan luas sekitar 200 cengkal.
“Alhamdulillah, lahan saya relatif aman dari serangan penyakit. Padahal, di wilayah Sukodadi tahun ini banyak lahan yang terkena hama seperti kamper, sundep, dan santomonas,” ujar Zaky.
Ia menjelaskan, serangan hama dan faktor cuaca menjadi penyebab utama menurunnya produktivitas pertanian di daerah tersebut. Bahkan, diperkirakan sekitar 60 persen lahan pertanian di wilayah Sukodadi mengalami gagal panen atau penurunan hasil produksi secara signifikan.

Namun, kondisi berbeda justru terjadi pada lahan yang dikelola Zaky. Dengan metode pertanian organik, hasil panen yang diperoleh mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Untuk lahan 200 cengkal, panen kali ini bisa mencapai 1,7 ton gabah kering sawah. Sebelumnya, dalam kondisi normal hanya berkisar antara 1,3 hingga 1,5 ton,” jelasnya.
Menurut Zaky, penerapan sistem organik terbukti mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama sekaligus menjaga kualitas tanah. Ia juga membandingkan dengan lahan pertanian di sekitarnya yang masih menggunakan metode konvensional.
“Terbukti, dibandingkan lahan tetangga kanan kiri, hasil panen saya masih lebih tinggi. Ini menunjukkan bahwa terapan organik cukup efektif,” tambahnya.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi petani lain, khususnya generasi muda, untuk mulai beralih ke sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, sekaligus mampu meningkatkan produktivitas di tengah tantangan perubahan iklim dan serangan hama yang semakin kompleks. (Red)
















