RA Muslimat NU IV Al Hidayah Candisari Raih Juara Favorit IV di Festival Muslimat Kids and Teacher Achievement 2026
LAMONGAN, pusatberitarakyat.com – RA Muslimat NU IV Al Hidayah Candisari menorehkan prestasi dengan meraih Juara Favorit IV dalam ajang Visitasi PAUD Unggulan pada kegiatan Muslimat Kids and Teacher Achievement Festival 2026. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU di Kabupaten Lamongan. Acara digelar di halaman gedung pascasarjana Unisla, ahad (26/4/2026)
Festival ini menjadi ajang strategis bagi lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di bawah naungan Muslimat NU untuk menunjukkan kualitas, inovasi, serta keunggulan masing-masing lembaga. Selain itu, kegiatan ini juga difungsikan sebagai wadah aktualisasi diri sekaligus benchmarking atau tolok ukur mutu pendidikan.
Kepala RA Muslimat NU IV Al Hidayah Candisari Eni Fithrotul Mafsadah,S.Pd dalam keterangannya menyampaikan harapan Agar kedepannya PAUD muslimat NU IV Al Hidayah Candisari bisa lebih baik lagi sehingga menjadi inspirasi bagi PAUD muslimat lainnya di wilayah Sambeng.
Melalui lomba PAUD unggulan, para guru didorong untuk keluar dari zona nyaman dan meningkatkan kompetensi, baik keterampilan teknis (hard skills) maupun keterampilan interpersonal (soft skills). Ajang ini juga menciptakan ekosistem kompetisi yang sehat, di mana setiap peserta dituntut menghadirkan inovasi pembelajaran yang menarik dan aplikatif.
“Guru tidak hanya dituntut kreatif di atas kertas, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung metode pembelajaran di hadapan dewan juri dan sesama pendidik,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, para peserta menunjukkan berbagai keunikan dan keunggulan khas PAUD Muslimat NU, mulai dari pendekatan pembelajaran berbasis nilai keislaman hingga integrasi metode kreatif yang relevan dengan perkembangan anak.
Namun demikian, tantangan dunia pendidikan anak usia dini saat ini dinilai semakin kompleks. Salah satu tantangan utama adalah distraksi digital yang memengaruhi karakter anak. Guru dituntut mampu bersaing dengan konten gadget yang menarik perhatian anak-anak, sekaligus memiliki literasi digital yang kuat untuk mengarahkan penggunaan teknologi secara positif.
Selain itu, keseimbangan antara penerapan kurikulum modern dan penanaman nilai-nilai moral atau akhlakul karimah juga menjadi perhatian penting. Hal ini diperlukan agar generasi muda tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar yang tidak selaras dengan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Pihak penyelenggara berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi katalisator perubahan berkelanjutan dalam dunia pendidikan. Ke depan, festival ini diharapkan mampu melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan praktisi teknologi pendidikan.
“Harapannya, PAUD Muslimat NU di Lamongan tidak hanya unggul secara kuantitas, tetapi juga menjadi rujukan utama pendidikan anak usia dini yang mampu memadukan kearifan lokal, kemantapan spiritual, dan kecakapan global,” pungkasnya. (Hen)


























