Ketua Sedulur Kembang Ati Lamongan Dukung Kongres Kebudayaan Nusantara 2026, Tegaskan Komitmen Lestarikan Warisan Leluhur
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Ketua Sedulur Kembang Ati, Dinas Satriya Sandi Citra (Ki Romo Sostro), menyatakan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 yang akan berlangsung pada Sabtu, 8 Agustus 2026, di Pendopo Kabupaten Malang.
Menurutnya, kongres tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat jati diri bangsa melalui pelestarian budaya, adat istiadat, serta nilai-nilai luhur warisan leluhur Nusantara.
Kongres yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK) mengusung tema “Menggali Jejak-Jejak Peradaban Nusantara sebagai Fondasi Nilai dan Kearifan Luhur untuk Membangun Kepribadian Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045.”
Pada penyelenggaraan tahun ini, KBTTPK (Kaweruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan) dipercaya sebagai tuan rumah. Kepercayaan tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi KBTTPK dalam merawat nilai-nilai budaya, spiritual, dan kearifan lokal yang telah diwariskan oleh para leluhur.
Selain memimpin organisasi sosial, budaya, dan spiritual Sedulur Kembang Ati, Dinas Satriya Sandi Citra juga aktif sebagai anggota HPK serta warga KBTTPK (Kaweruh Batin Tulis Tanpo Papan Kasunyatan). Keterlibatannya di kedua organisasi tersebut menjadi wujud nyata komitmennya dalam mengawal pelestarian budaya Nusantara serta memperkuat nilai-nilai spiritual yang menjadi bagian dari identitas bangsa.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Kongres Kebudayaan Nusantara 2026. Saya juga menyampaikan apresiasi kepada KBTTPK yang dipercaya menjadi tuan rumah. Semoga kongres ini menjadi wadah pemersatu seluruh elemen bangsa dalam menjaga dan merawat kebudayaan Nusantara sebagai jati diri Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Dinas Satriya Sandi Citra (Ki Romo Sostro).

Ia menambahkan bahwa melalui HPK dan KBTTPK, para penghayat kepercayaan memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga warisan budaya, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menanamkan semangat persaudaraan kepada generasi muda agar tidak kehilangan akar budayanya di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, budaya tidak hanya dipahami sebagai peninggalan sejarah, melainkan juga sebagai pedoman hidup yang mengandung nilai luhur, etika, toleransi, dan kebijaksanaan yang relevan bagi kehidupan masyarakat Indonesia saat ini.
“Panitia mengundang dan menjadwalkan kehadiran sejumlah tokoh nasional dan daerah di antaranya Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto, Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Menteri Kebudayaan RI Prof. (Hon.) Dr. H. Fadli Zon, para akademisi, budayawan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta berbagai organisasi kebudayaan dari seluruh Indonesia,” tambahnya.

Melalui forum tersebut diharapkan lahir berbagai rekomendasi strategis untuk memperkuat pelestarian kebudayaan, menjaga nilai-nilai luhur Nusantara, serta membangun karakter bangsa yang berlandaskan kearifan lokal dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Menutup pernyataannya, Dinas Satriya Sandi Citra mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama menjaga warisan budaya sebagai kekuatan pemersatu bangsa.
“Mari kita jadikan Kongres Kebudayaan Nusantara 2026 sebagai tonggak kebangkitan budaya Indonesia. Warisan leluhur adalah identitas bangsa yang harus kita jaga bersama. Dengan memperkuat budaya, mempererat persaudaraan, dan merawat nilai-nilai luhur Nusantara, kita sedang membangun masa depan Indonesia yang berkarakter, bermartabat, dan berkepribadian kuat,” pungkasnya. (Red)


























