iSentra @Lamongan Diproyeksikan Jadi Motor Industri Baru, FKBN: Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Lamongan, Pusatberitarakyat.com — Kehadiran kawasan industri iSentra Lamongan di Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu motor baru pertumbuhan ekonomi di wilayah Pantura.
Dikembangkan dengan konsep Smart-Eco Industrial Park, iSentra diarahkan tidak sekadar menjadi kawasan berdirinya industri, tetapi sebagai ekosistem yang mengintegrasikan kegiatan produksi, bisnis, logistik dan aspek keberlanjutan lingkungan.
Kawasan yang berada di koridor Jalan Raya Daendels, Desa Kemantren, Kecamatan Paciran, tersebut memiliki posisi strategis karena berada di jalur Pantura serta memiliki konektivitas dengan jaringan transportasi dan logistik di kawasan pesisir utara Jawa Timur.
Dalam perencanaannya, iSentra memiliki sejumlah klaster, antara lain F&B Cluster, General Industrial Cluster, Chemical Cluster, Business Hub dan kawasan komersial. Kawasan tersebut juga dikaitkan dengan pengembangan JAPFA Hub yang mendukung ekosistem industri pangan dan agribisnis.
Kehadiran kawasan industri ini berpotensi memberikan efek berganda terhadap perekonomian Lamongan. Tidak hanya melalui investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan, tetapi juga melalui tumbuhnya sektor pendukung seperti transportasi, logistik, kuliner, perdagangan, jasa, hunian serta UMKM.
Kepala FKBN (Forum Kader Bela Negara) Bakorda Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, menilai kehadiran kawasan industri harus dipandang sebagai peluang strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Lamongan.
Menurut Ferry, investasi yang masuk ke daerah seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fisik kawasan dan aktivitas perusahaan, tetapi harus mampu menciptakan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Kami melihat iSentra sebagai peluang besar bagi Lamongan untuk memperkuat perekonomian daerah. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana investasi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar kawasan industri,” ujar M. Ferry Fadli.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan tenaga kerja lokal dalam perkembangan kawasan industri. Menurutnya, pemerintah daerah bersama pengelola kawasan perlu menyiapkan peningkatan kompetensi masyarakat agar tenaga kerja Lamongan mampu memenuhi kebutuhan industri.
“Kalau industri tumbuh tetapi masyarakat lokal hanya menjadi penonton, tentu manfaatnya belum maksimal. Karena itu, perlu ada sinergi antara pemerintah, pengelola kawasan, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk menyiapkan SDM lokal yang kompeten,” katanya.
Selain tenaga kerja, Ferry juga mendorong agar UMKM Lamongan dapat masuk ke dalam rantai pasok industri.
Menurutnya, keberadaan kawasan industri dapat menjadi pasar baru bagi pelaku UMKM apabila diberikan akses dan pendampingan yang memadai.
“UMKM jangan hanya menjadi penonton. Mereka harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari ekosistem industri, misalnya melalui penyediaan makanan, jasa transportasi, kebutuhan operasional, produk lokal dan berbagai sektor pendukung lainnya,” jelasnya.
Ferry juga mengingatkan bahwa pembangunan industri harus berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan. Konsep Smart-Eco Industrial Park, menurutnya, harus diwujudkan dalam praktik dan bukan hanya menjadi label pembangunan.
“Pertumbuhan ekonomi dan investasi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab lingkungan. Pengelolaan limbah, penggunaan air, energi, emisi dan dampak terhadap masyarakat sekitar harus benar-benar diperhatikan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari gerakan bela negara, Ferry menyebut pembangunan ekonomi yang memberikan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat juga merupakan bagian dari semangat bela negara.
“Bela negara tidak hanya berbicara tentang pertahanan dalam arti sempit. Membangun ekonomi masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan, memperkuat UMKM, menjaga lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa,” ungkapnya.
Ia berharap perkembangan iSentra dapat menjadi momentum bagi Kabupaten Lamongan untuk memperkuat struktur ekonominya sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan baru di kawasan Pantura.
Ferry juga mendorong adanya komunikasi dan sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah, pengelola kawasan industri, dunia usaha, masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
“Kami berharap iSentra benar-benar menjadi kawasan industri yang tumbuh bersama masyarakat. Investasinya berkembang, industrinya maju, tetapi masyarakat Lamongan juga mendapatkan manfaat berupa pekerjaan, peluang usaha, peningkatan keterampilan dan kesejahteraan,” pungkas M. Ferry Fadli.
Dengan posisi strategis dan potensi konektivitas logistik yang dimilikinya, iSentra berpeluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri baru di Lamongan. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut berjalan inklusif, berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat lokal. (Red)


























