Cegah Kenakalan Remaja, SATPOL PP Edukasi Siswa SMANUSA
Gresik, Pusatberitarakyat.com — Upaya membangun kesadaran dan karakter pelajar terus dilakukan SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik (SMANUSA). Salah satunya melalui kegiatan SATPOL PP Goes to School yang digelar di Aula Idham Khalid SMANUSA, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan untuk memberikan edukasi kepada siswa, mulai dari tugas dan kewenangan Satuan Polisi Pamong Praja hingga pencegahan berbagai bentuk kenakalan remaja.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasatpol PP Kabupaten Gresik Agustin Halomoan Sinaga, A.P., M.Si., anggota Komisi I DPRD Gresik Imron Rosyadi, Mayor Inf. Siarin, selaku Kasdim 0817/Gresik, serta M. Saifudin yang mewakili Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kabupaten Gresik.
Sejak kegiatan dimulai, para siswa menunjukkan antusiasme mengikuti materi dan dialog yang disampaikan. Topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari remaja membuat suasana kegiatan berlangsung interaktif, sekaligus membuka ruang bagi siswa untuk memahami konsekuensi dari berbagai perilaku yang sering dianggap sepele.
Kasatpol PP Kabupaten Gresik, Agustin Halomoan Sinaga, mengingatkan bahwa kenakalan remaja memiliki bentuk yang beragam dan dapat berkembang menjadi persoalan yang lebih serius apabila tidak dicegah sejak dini.
Ia menyoroti sejumlah perilaku yang perlu dihindari pelajar, seperti tawuran, minuman keras, merokok di lingkungan sekolah, hingga membolos pada jam pembelajaran. Menurutnya, membangun kesadaran pelajar bukan hanya melalui pendekatan penindakan, tetapi juga melalui edukasi dan pendampingan.
Sementara itu, Imron Rosyadi, anggota Komisi I DPRD Gresik, mengajak siswa mengenal lebih dekat bagaimana sistem pemerintahan bekerja. Ia memberikan pemahaman mengenai fungsi eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta bagaimana ketiga unsur tersebut memiliki peran dalam kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara.
Materi tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat bahwa menjadi warga negara yang baik tidak hanya berkaitan dengan mengetahui aturan, tetapi juga memahami hak, kewajiban, serta peran masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.
Dari Kesadaran Diri hingga Menjaga Nama Baik Sekolah.
Pesan pencegahan kenakalan remaja juga mendapat perhatian dari kalangan siswa. Mahbubah Qurrotu Ain, Ketua PIK-R Sanubari SMANUSA (Pusat Informasi dan Konseling Remaja), mengajak seluruh siswa untuk semakin sadar terhadap perilaku dan lingkungan pergaulannya.
Ia secara khusus mengimbau agar siswa tidak mengenakan atribut sekolah ketika berada di tempat-tempat yang tidak sesuai dengan lingkungan pendidikan, seperti warung kopi.
Menurutnya, menjaga perilaku ketika berada di luar sekolah merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai pelajar sekaligus upaya menjaga nama baik diri sendiri dan sekolah.
“Ketika kita masih menggunakan atribut sekolah, orang lain akan mengenali kita sebagai bagian dari sekolah. Karena itu, kita harus lebih bijak dalam menjaga sikap dan memilih tempat ketika berada di luar lingkungan sekolah,” pesannya.

Imbauan tersebut mendapat perhatian dari siswa karena berkaitan langsung dengan kehidupan mereka sehari-hari. Kesadaran bahwa identitas sebagai pelajar tetap melekat ketika berada di ruang publik menjadi salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Kepala SMANUSA, Dr. H. Agus Syamsudin, M.A., menyampaikan bahwa sekolah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SATPOL PP Goes to School. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan komitmen SMANUSA dalam membangun karakter peserta didik.
“Program ini sangat relevan dengan upaya pembentukan karakter murid di SMANUSA. Sebagai sekolah ramah anak dan sekolah model, kami ingin memastikan anak-anak mendapatkan edukasi yang utuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam hal kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga diri,” tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya membangun kemitraan antara sekolah dengan berbagai lembaga.
“Kerja sama dan kemitraan dengan berbagai pihak sangat kami harapkan. Pendidikan karakter membutuhkan ekosistem. Sekolah, keluarga, pemerintah, aparat, dan masyarakat perlu berjalan bersama,” tambahnya.

Melalui kegiatan SATPOL PP Goes to School, SMANUSA tidak hanya menghadirkan sosialisasi, tetapi membuka ruang dialog antara siswa dan berbagai unsur pemerintahan serta aparat. Antusiasme siswa selama kegiatan menunjukkan bahwa edukasi mengenai aturan, pergaulan, dan tanggung jawab sosial menjadi semakin relevan ketika disampaikan secara langsung dan dekat dengan realitas kehidupan remaja.
Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari langkah bersama untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah anak, disiplin, dan mendukung tumbuhnya generasi muda yang berkarakter serta bertanggung jawab. (**)


























