Lamongan, pusatberitarakyat.com – Menumbuhkan budaya literasi sejak dini, SDN Dagan menggelar kegiatan Finalisasi Karya untuk penyusunan buku antologi murid dalam rangka Bulan Bahasa dan Sastra 2026. Mengusung tema “Dari Kata Menjadi Karya”, kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu (21/10/2026) ini menjadi ruang bagi murid untuk mengekspresikan ide, imajinasi, dan pengalaman melalui karya tulis.
Kepala SDN Dagan, Karminto, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas semangat dan kreativitas murid dalam mengikuti proses penyusunan buku antologi. Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menghasilkan sebuah buku, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun keberanian, kepercayaan diri, serta kemampuan murid dalam menuangkan gagasan secara tertulis.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan kreativitas murid-murid SDN Dagan dalam mengikuti kegiatan finalisasi karya untuk buku antologi bertema ‘Dari Kata Menjadi Karya’. Kami ingin menanamkan pemahaman kepada anak-anak bahwa setiap ide, pengalaman, dan pemikiran mereka memiliki nilai serta layak dituangkan menjadi sebuah karya,” ujar Karminto.
Ia menjelaskan, melalui karya berupa puisi, pantun, dan cerita pendek (cerpen), sekolah berupaya menumbuhkan kecintaan murid terhadap aktivitas membaca dan menulis sejak dini. Proses kreatif tersebut diharapkan dapat mengasah keterampilan berbahasa sekaligus membentuk karakter murid yang kreatif, percaya diri, dan berani menyampaikan gagasan secara positif.
“Kami berharap anak-anak tidak hanya mampu menghasilkan tulisan, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap karya mereka sendiri. Pengalaman ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus belajar, membaca, menulis, dan mengembangkan potensi diri,” tambahnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dari Kepala Perpustakaan Bunga Ilmu mengenai pelaksanaan finalisasi karya dan target penyusunan buku antologi. Penjelasan tersebut disampaikan kepada wali murid agar mereka memahami tahapan penyusunan buku, mulai dari penulisan hingga karya siap diterbitkan.
Pada kegiatan inti, murid melakukan finalisasi karya berupa puisi, pantun, maupun cerpen. Murid kelas 1–3 mendapatkan pendampingan dari orang tua, sedangkan murid kelas 4–6 mengerjakan karya secara mandiri dengan pendampingan wali kelas masing-masing.
Pola pendampingan tersebut disesuaikan dengan tahap perkembangan murid. Dengan demikian, setiap anak memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya tanpa menghilangkan orisinalitas ide, imajinasi, dan kreativitas yang menjadi ciri khas masing-masing karya.
Karminto menegaskan, keterlibatan guru dan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan program literasi di sekolah. Kolaborasi tersebut tidak hanya membantu murid menyelesaikan karya, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca dan menulis, baik di sekolah maupun di rumah.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada para guru dan orang tua yang telah mendampingi anak-anak. Dukungan bersama ini sangat berarti dalam memberikan ruang bagi murid untuk tumbuh, belajar, dan mengembangkan kemampuannya. Kami berharap budaya literasi tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi terus menjadi bagian dari keseharian anak-anak, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.
Buku antologi tersebut direncanakan menjadi bentuk apresiasi SDN Dagan terhadap kreativitas dan kemampuan literasi murid. Selain menjadi dokumentasi proses belajar, buku ini diharapkan menjadi kenangan berharga sekaligus sumber kebanggaan bagi para penulis cilik yang terlibat di dalamnya.
Kegiatan finalisasi karya ini merupakan salah satu tahapan menuju puncak perayaan Bulan Bahasa dan Sastra SDN Dagan yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, sekolah merencanakan peluncuran buku antologi karya murid sebagai bentuk penghargaan terhadap proses kreatif dan hasil karya yang telah disusun.
Melalui program ini, SDN Dagan berharap budaya literasi semakin mengakar di lingkungan sekolah. Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, buku antologi bertema “Dari Kata Menjadi Karya” diharapkan menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki cerita, gagasan, dan potensi yang layak diapresiasi, sekaligus menjadi langkah awal dalam membentuk generasi yang literat, kreatif, dan percaya diri. (Red)



























