Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Anggota DPD RI Lia Istifhama: Sebut Presiden Prabowo Akomodatif Soal Polemik Monopoli Penjualan LPG Bersubsidi

by jurnalis
5 Februari 2025
in Berita, Birokrasi, Daerah, DPD RI
Anggota DPD RI Lia Istifhama: Sebut Presiden Prabowo Akomodatif Soal Polemik Monopoli Penjualan LPG Bersubsidi

Anggota DPD RI Lia Istifhama: Sebut Presiden Prabowo Akomodatif Soal Polemik Monopoli Penjualan LPG Bersubsidi

 

Jakarta, https://pusatberitarakyat.com/ – Keputusan Presiden Prabowo terkait diperbolehkannya pengecer menjual LPG 3 Kg, memantik respon positif publik, tak terkecuali senator Jawa Timur Lia Istifhama.

Sekalipun izin ini memiliki ketentuan tertentu, namun bagi anggota DPD RI yang dikenal dengan tagline peran Cantik itu, keputusan tersebut disebutnya sebagai Kebijakan positif yang menunjukkan karakter pemimpin akomodatif.

“Langkah responsif pemerintah untuk memberikan ruang bagi pengecer gas melon LPG 3 Kg, menunjukkan sikap pemimpin yang akomodatif dari Bapak Presiden Prabowo Subianto. Ini menunjukkan, tidak butuh waktu lama bagi pemerintah untuk merespon apa yang menjadi aspirasi masyarakat,” jelasnya, 5/2/2025.

Ditambahkan olehnya, kebijakan yang akomodatif penting untuk membangun hubungan emosional pemerintah dengan rakyat.

“Ada istilah immediacy, yaitu hubungan emosional atau komunikasi interpersonal. Hal ini terjawab ketika kebijakan strategis sesuai harapan rakyat. Dan polemik yang sempat terjadi, tentu momentum betapa masyarakat saat ini memang lebih kritis. Hal ini positif jika kita lihat dari sisi positif.”

“Sebagai contoh, ketika penjualan LPG bersubsidi bisa tetap di pengecer, maka potensi monopoli akan teredam karena banyak pihak di dalam pendistribusian. Namun jika mengerucut pada pangkalan resmi, kita patut khawatir monopoli terjadi akibat masyarakat yang memiliki tabung gas banyak di rumahnya, pasti mampu memborong pengisian LPG sehingga yang memiliki 1 tabung gas, berpotensi menjadi pihak yang dirugikan,” katanya.

“Padahal, yang memiliki satu tabung gas saja, itulah yang biasanya dari kelas sosial ekonomi rendah, mereka yang butuh, terbukti hanya 1 tabung gas. Jika kemarin tetap berlaku di pangkalan saja, apa yang bisa dilakukan warga satu tabung gas ketika antri dengan mereka yang membeli dengan beberapa tabung sekaligus karena sifatnya aji mumpung ketika harus antri panjang? Inilah yang namanya kontraproduktif.”

Ning Lia, sapaan akrab perempuan yang memulai karir politik dengan rekam jejak penulis sekaligus aktivis itu, juga menjelaskan pandangannya terkait sub pangkalan.

“Sub pangkalan bagi pengecer tentu bagus. Karena ini ruang ekosistem ekonomi produktif yang mana mereka teredukasi melek persyaratan sebagai mitra resmi Pertamina. Tentu, syarat harus menyesuaikan kemampuan mereka, tinggal dipertajamnya pada tata kelola yang disiplin dan tepat sasaran sesuai penerima manfaat sesuai Perpres 104 Tahun 2007,” pungkasnya.

Sebagai informasi, baru-baru ini Pemerintah melalui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan mekanisme bagi pengecer untuk menjual elpiji bersubsidi.

“Kita ubah dari yang tadinya pengecer itu, yang tadinya belinya di pangkalan, sekarang kita aktifkan pengecer dengan mengubah nama menjadi subpangkalan,” kata Bahlil.

Subpangkalan dibekali aplikasi Pertamina yang bernama MerchantApps Pangkalan Pertamina.

Melalui aplikasi tersebut, pengecer bisa mencatat siapa yang membeli, berapa jumlah tabung gas yang dibeli, hingga harga jual dari tabung gas tersebut.

“Kita memberikan fasilitas teknologi agar bisa kita (pantau lewat) aplikasi, agar bisa kita pantau pengendalian harga berapa yang dia jual, dan kepada siapa agar tidak terjadi penyalahgunaan. Jujurlah, ada oknum-oknum yang main untuk menyalahgunakan subsidi ini masa kita mau biarkan?” kata Bahlil. (*)

ShareTweetSend

Related Posts

BPK RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Lamongan, ini Fokus Penggunaannya pada 2026
Berita

BPK RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Lamongan, ini Fokus Penggunaannya pada 2026

26 September 2026
Cerdas, Inovatif, Kreatif hingga Humble: Jejak Julukan Ning Lia di Tengah Masyarakat
Berita

Cerdas, Inovatif, Kreatif hingga Humble: Jejak Julukan Ning Lia di Tengah Masyarakat

26 September 2026
BPBPK Jatim Tinjau Pamsimas Sumberwudi, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pembangunan
Berita

BPBPK Jatim Tinjau Pamsimas Sumberwudi, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pembangunan

25 September 2026
Ning Lia Sambut Desa Inklusif, Tekankan Sinkronisasi dengan PKH dan Sekolah Rakyat
Berita

Ning Lia Sambut Desa Inklusif, Tekankan Sinkronisasi dengan PKH dan Sekolah Rakyat

24 September 2026
Ning Lia Dorong Dana Desa Lebih Fleksibel, Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Lokal
Berita

Ning Lia Dorong Dana Desa Lebih Fleksibel, Pembangunan Harus Sesuai Kebutuhan Lokal

24 September 2026
Ning Lia: DPD RI Bukan Sekadar Penampung Aspirasi, tapi Katalisator Kemajuan Daerah
Berita

Ning Lia: DPD RI Bukan Sekadar Penampung Aspirasi, tapi Katalisator Kemajuan Daerah

24 September 2026
Ning Lia Sambut Penyesuaian Lahan KDMP, Tekankan Pembangunan Desa dan Ruang Hijau Harus Selaras
Berita

Ning Lia Sambut Penyesuaian Lahan KDMP, Tekankan Pembangunan Desa dan Ruang Hijau Harus Selaras

24 September 2026
Tak Terima Uang Kok Digugat? Ini Kronologi Kasus Ibunda Senator Lia Istifhama
Berita

Tak Terima Uang Kok Digugat? Ini Kronologi Kasus Ibunda Senator Lia Istifhama

24 September 2026
Soroti Sistem Desil, Lia Istifhama: Rumah Warisan Belum Tentu Cerminkan Kemampuan Ekonomi
Berita

Soroti Sistem Desil, Lia Istifhama: Rumah Warisan Belum Tentu Cerminkan Kemampuan Ekonomi

24 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • BPBPK Jatim Tinjau Pamsimas Sumberwudi, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pembangunan

    BPBPK Jatim Tinjau Pamsimas Sumberwudi, Tekankan Transparansi dan Kualitas Pembangunan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPK RI Sosialisasikan Akuntabilitas Dana Desa di Lamongan, ini Fokus Penggunaannya pada 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muspika Deket Cup 2026 Memanas! Delapan Laga Penyisihan Berakhir, Persaingan Menuju Babak Berikutnya Makin Ketat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demi Kepastian Regulasi Media, Lia Istifhama dan KPID Jawa Timur Desak Pengesahan RUU Penyiaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cerdas, Inovatif, Kreatif hingga Humble: Jejak Julukan Ning Lia di Tengah Masyarakat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prestasi Tinggi, Tetap Membumi: Ning Lia dan Cerita di Balik Kuliner Kaki Lima

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Bisa Akses Rekening Yayasan, Ratusan Dosen dan Karyawan Unisla Demo Bank BRI Lamongan.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat