Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Belanja Pegawai Dominan, APBD Lamongan 2025 Dinilai FKBN Tak Menyentuh Akar Masalah.

by Jurnalis2
4 Mei 2026
in Daerah, Sorot Publik
Belanja Pegawai Dominan, APBD Lamongan 2025 Dinilai FKBN Tak Menyentuh Akar Masalah.

Belanja Pegawai Dominan, APBD Lamongan 2025 Dinilai FKBN Tak Menyentuh Akar Masalah.

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 kembali menyentuh angka fantastis, yakni di kisaran Rp. 3,2 triliun. Namun di balik besarnya angka tersebut, muncul pertanyaan mendasar: ke mana sebenarnya aliran uang rakyat itu bermuara?

Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, Ferry Fadli turut mengomentari dalam kajiannya dalam diskusi kebangsaan, “Membedah APBD Kabupaten Lamongan” bersama para kader muda Bela Negara, dirinya ungkap hasil penelusuran terhadap struktur belanja menunjukkan fakta yang tidak bisa diabaikan.

“Sebagian besar APBD justru terserap untuk membiayai operasional birokrasi, bukan langsung menjawab kebutuhan publik. Belanja pegawai, perjalanan dinas, rapat, hingga tunjangan menjadi komponen dominan dalam postur anggaran,” tegasnya. Senin, 4 Mei 2026.

Lebih lanjut Ferry mengatakan, Dinas Pendidikan menjadi penerima anggaran terbesar, mendekati Rp. 1 triliun. Secara normatif, ini sesuai amanat undang-undang. Namun, proporsi besar tersebut sebagian besar tersedot untuk belanja gaji dan administrasi, bukan peningkatan kualitas pendidikan secara signifikan.

Di sektor kesehatan, ratusan miliar rupiah juga digelontorkan. Tetapi lagi-lagi, sebagian besar habis untuk operasional rutin, bukan penguatan layanan yang berdampak langsung pada masyarakat.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memang mengelola ratusan miliar untuk infrastruktur. Namun, proyek yang dijalankan cenderung tersebar dalam skala kecil, tanpa lompatan pembangunan yang benar-benar strategis dan terasa luas, papar Ferry Fadli.

“Yang paling mencolok adalah ketimpangan pada sektor lingkungan hidup. Di tengah persoalan sampah yang masih menjadi keluhan harian warga, anggaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) justru relatif kecil, hanya puluhan miliar rupiah. Kondisi ini memunculkan ironi: masalah nyata di lapangan tidak sebanding dengan perhatian anggaran,” katanya.

Di sisi lain, Sekretariat Daerah dan Sekretariat DPRD mengelola anggaran ratusan miliar rupiah yang sebagian besar digunakan untuk aktivitas birokrasi dan politik anggaran. Pos ini kerap menjadi sorotan karena minim transparansi manfaat langsung bagi masyarakat.

Belanja Pegawai Dominan, APBD Lamongan 2025 Dinilai FKBN Tak Menyentuh Akar Masalah.

Fenomena ini mengarah pada satu pola yang berulang: APBD besar tidak otomatis berarti kesejahteraan meningkat. Ketika sebagian besar anggaran habis di dalam sistem birokrasi, maka yang terjadi adalah perputaran uang di lingkar kekuasaan, bukan distribusi manfaat ke publik.

Ditambahkan juga oleh Kepala FKBN Bakorda Kabupaten Lamongan, “Defisit anggaran yang terus muncul dalam beberapa tahun terakhir semakin memperkuat indikasi adanya persoalan dalam perencanaan fiskal. Belanja terus didorong naik, sementara kemandirian pendapatan daerah belum menunjukkan penguatan signifikan.”

“Lamongan bukan baru defisit sekarang. Ini pola lama yang berulang dan dalam beberapa tahun terakhir justru makin menjadi kebiasaan,” ungkapnya.

Sebagai Pengamat kebijakan publik Ferry menilai, situasi ini mencerminkan masalah klasik daerah: ketergantungan tinggi pada dana pusat, belanja pegawai yang membengkak, serta minimnya keberanian melakukan reformasi anggaran.

“Jika pola ini terus dipertahankan, maka APBD hanya akan menjadi rutinitas administratif tahunan tanpa perubahan berarti bagi masyarakat. Pada akhirnya, pertanyaan yang harus dijawab bukan lagi berapa besar anggaran Lamongan, melainkan seberapa besar anggaran itu benar-benar bekerja untuk rakyat,” tukasnya.

Catatan akhir, APBD bukan sekadar dokumen anggaran. Ia adalah kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat.

Ketika alokasi tidak selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, maka yang muncul bukan hanya ketimpangan anggaran tetapi juga ketimpangan keadilan. Dan di situlah, transparansi dan keberanian membenahi struktur anggaran menjadi keharusan, bukan pilihan. Sebab dalam prinsip dasar pemerintahan, setiap rupiah dalam APBD adalah mandat publik bukan sekadar angka dalam dokumen, tetapi janji yang harus diwujudkan.

“Kesimpulannya, APBD Lamongan 2025 secara struktur lebih banyak menghidupi birokrasi daripada menyelesaikan masalah publik,” Tutup Ferry. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Kodim 0812/Lamongan Perkuat Pemahaman Prajurit tentang Penggunaan Gas Elpiji yang Aman
Daerah

Kodim 0812/Lamongan Perkuat Pemahaman Prajurit tentang Penggunaan Gas Elpiji yang Aman

13 Mei 2026
Kunjungan Industri ke Rumah Susu Batu Malang, Siswa Dapat Edukasi dan Motivasi Wirausaha
Daerah

Kunjungan Industri ke Rumah Susu Batu Malang, Siswa Dapat Edukasi dan Motivasi Wirausaha

13 Mei 2026
Sinergi TNI dan Petani, Panen Raya Jagung Demplot Gondanglor Sukses Digelar
Daerah

Sinergi TNI dan Petani, Panen Raya Jagung Demplot Gondanglor Sukses Digelar

12 Mei 2026
Ratusan Kendaraan Prajurit Kodim 0812/Lamongan Diperiksa Tim Wasdal Kodam V/Brawijaya
Daerah

Ratusan Kendaraan Prajurit Kodim 0812/Lamongan Diperiksa Tim Wasdal Kodam V/Brawijaya

12 Mei 2026
Calon Karyawan KDKMP Ikuti Pelatihan Offline Bersama Kodim 0812 dan PT. Agrinas
Daerah

Calon Karyawan KDKMP Ikuti Pelatihan Offline Bersama Kodim 0812 dan PT. Agrinas

11 Mei 2026
Dandim 0812 Lamongan Beri Arahan Calon Karyawan KDKMP Sambut Peresmian Koperasi Merah Putih
Daerah

Dandim 0812 Lamongan Beri Arahan Calon Karyawan KDKMP Sambut Peresmian Koperasi Merah Putih

11 Mei 2026
Dandim 0812 Lamongan Awali Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Ibu Maryam
Daerah

Dandim 0812 Lamongan Awali Pembangunan Rumah Layak Huni untuk Ibu Maryam

11 Mei 2026
Darurat Perlindungan Santri, Kasus Pelecehan Seksual di Pesantren Meningkat
Berita

Darurat Perlindungan Santri, Kasus Pelecehan Seksual di Pesantren Meningkat

11 Mei 2026
Festival Artis Dangdut Karaoke Pantura 1 Meriahkan Paciran dengan Penampilan Spektakuler
Daerah

Festival Artis Dangdut Karaoke Pantura 1 Meriahkan Paciran dengan Penampilan Spektakuler

10 Mei 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Sinergi TNI dan Petani, Panen Raya Jagung Demplot Gondanglor Sukses Digelar

    Sinergi TNI dan Petani, Panen Raya Jagung Demplot Gondanglor Sukses Digelar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kunjungan Industri ke Rumah Susu Batu Malang, Siswa Dapat Edukasi dan Motivasi Wirausaha

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratusan Kendaraan Prajurit Kodim 0812/Lamongan Diperiksa Tim Wasdal Kodam V/Brawijaya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Calon Karyawan KDKMP Ikuti Pelatihan Offline Bersama Kodim 0812 dan PT. Agrinas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Kunker PT Agrinas Pangan Nusantara, Dandim 0812/Lamongan Gelar Rapat Koordinasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Otonomi Daerah 2026: Antara Harapan Desentralisasi dan Realitas di Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Kekuatan: Basis Militer Amerika Serikat di Sekitar Wilayah Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat