Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Gelar Gerakan Masif di Jember, APTRI Kobarkan Semangat Swasembada Gula dari Hulu ke Hilir

by jurnalis
11 Juli 2026
in Berita
Gelar Gerakan Masif di Jember, APTRI Kobarkan Semangat Swasembada Gula dari Hulu ke Hilir

Gelar Gerakan Masif di Jember, APTRI Kobarkan Semangat Swasembada Gula dari Hulu ke Hilir

 

JEMBER– Ketua Dewan Pembina APTRI HM. Arum Sabil menyerukan gerakan masif untuk membangkitkan kembali era keemasan industri gula tanah air. Perempuan yang akrab disapa Ning Lia ini membakar semangat para petani tebu agar tidak sekadar menjadi penonton, melainkan motor utama penggerak swasembada pangan nasional.

Pernyataan heroik tersebut disampaikan saat Deklarasi Pengukuhan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, sebagai Ketua Dewan Penasihat Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) di Jember, Jumat (10/7/2026).

Momentum penting dan panen raya tebu ini turut dihadiri oleh jajaran perwakilan APTRI dari Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Hadir pula Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, Komandan Lanud Abdulrachman Saleh (Lanud Abd Saleh) di Malang Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, S.H.I., S.Sos., S.Sos.I., M.E.I., Bupati Fawaid, Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si., serta seluruh jajaran Forkopimda Jember.

Terkait gula nasional, Abah Arum juga menegaskan bahwa target menguasai kembali pasar dunia bukanlah mimpi di siang bolong. Catatan sejarah membuktikan, pada tahun 1930, Indonesia berhasil merajai pasar global dengan memproduksi hingga 3 juta ton gula.

Makin menakjubkan, prestasi raksasa itu dicapai hanya dengan luas lahan 200.000 hektar dan teknologi operasional yang masih sangat tradisional.

“Sejarah panjang industri gula di tanah air tidak boleh sekadar menjadi catatan masa lalu. Ini harus menjadi bahan bakar semangat, bahan bakar perjuangan kita untuk mewujudkan swasembada pangan hari ini,” ujarnya, Sabtu (11/7/2026).

Bagi pria yang dikenal dengan topi koboi khasnya itu, membandingkan efisiensi industri modern saat ini dengan era 1930-an memunculkan sebuah ironi kemunduran mekanisasi. Pada masa lampau, para pendahulu mampu memaksimalkan hasil bumi secara masif melalui riset terintegrated dan sistem irigasi teknis yang matang.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah dan seluruh stakeholder industri tebu untuk melakukan evaluasi besar-besaran. Teknologi saat ini jauh lebih maju, namun produktivitas domestik justru sering kali kedodoran.

“Ini merupakan tantangan bagi kita semua. Kehadiran KASAU di barisan penasihat APTRI harus menjadi momentum emas untuk memperkuat ketahanan pangan nasional dari hulu ke hilir,” tegasnya.

Untuk itu, Abah Arum pun menegaskan bahwa berkumpulnya para tokoh penting lintas sektor di Jember, harus menjadi titik balik (turning point) kebangkitan pangan bangsa.

“Tujuan kita berkumpul di Jember hari ini hanya satu, yaitu menyatukan kekuatan untuk mengembalikan kekayaan dan kejayaan produksi gula nasional kita!” tandas Arum Sabil.

Gayung bersambut, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU), Marsekal TNI M. Tonny Harjono, menyatakan dukungan penuhnya untuk menghentikan ketergantungan pada impor dan membawa Indonesia mandiri secara pangan. Dia mengaku prihatin karena dengan potensi lahan yang sangat luas, Indonesia justru menjadi salah satu importir gula terbesar di dunia.

“Kami sangat mendukung target dari Presiden terhadap PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), agar Indonesia kembali mandiri dalam memproduksi gula,” tegas Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

“Kita diamanahi oleh Presiden untuk fokus terhadap ketahanan swasembada pangan dalam urusan tebu-gula. Maka dari itu, saya punya kewajiban moral membangun kekuatan ini agar kita tidak perlu impor lagi,” imbuhnya.

Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, turut memvalidasi fakta sejarah kelam yang harus diubah bersama.

“Tahun 1930, Indonesia adalah pengekspor gula pasir dunia terbesar setelah Kuba. Hari ini, kita adalah importir gula terbesar dunia. Ini adalah fakta yang harus tersampaikan sebagai pecut semangat kita semua,” ungkap Mahmudi.

Melalui sinergi kuat antara ketegasan parlemen, kekuatan TNI, manajemen industri, dan cucuran keringat para petani di lapangan, optimisme baru kini membubung tinggi dari bumi Jember untuk manisnya kedaulatan gula Indonesia. (*)

ShareTweetSend

Related Posts

Soroti Ketidakaktifan Pengurus, PPP Jatim Dukung Evaluasi dan Restrukturisasi DPP
Berita

Soroti Ketidakaktifan Pengurus, PPP Jatim Dukung Evaluasi dan Restrukturisasi DPP

29 Oktober 2026
Wakili Mecca Modelling, Maizurra Edelweis Aljuno Raih Juara 3 Fashion Show Batik di Gresik
Berita

Wakili Mecca Modelling, Maizurra Edelweis Aljuno Raih Juara 3 Fashion Show Batik di Gresik

28 Oktober 2026
Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026
Berita

Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026

25 Oktober 2026
Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas
Berita

Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas

24 Oktober 2026
Laka Lalin di Ngimbang Libatkan Oknum Prajurit, Dandim Lamongan Sampaikan Permohonan Maaf
Berita

Laka Lalin di Ngimbang Libatkan Oknum Prajurit, Dandim Lamongan Sampaikan Permohonan Maaf

23 Oktober 2026
Viral Dugaan Ijazah Ditahan, SMPN 1 Lamongan Berikan Klarifikasi Resmi
Berita

Viral Dugaan Ijazah Ditahan, SMPN 1 Lamongan Berikan Klarifikasi Resmi

22 Oktober 2026
UPTD PPA Lamongan Siapkan Layanan Medis hingga Bantuan Hukum bagi Korban
Berita

UPTD PPA Lamongan Siapkan Layanan Medis hingga Bantuan Hukum bagi Korban

22 Oktober 2026
Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Lingkungan MI, UPTD PPA Lamongan Tekankan Pendampingan Psikologis
Berita

Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Lingkungan MI, UPTD PPA Lamongan Tekankan Pendampingan Psikologis

22 Oktober 2026
FKBN Kabupaten Lamongan Tegas: Tidak Ada Tempat bagi Kekerasan di Dunia Pendidikan
Bela Negara

FKBN Kabupaten Lamongan Tegas: Tidak Ada Tempat bagi Kekerasan di Dunia Pendidikan

22 Oktober 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Wakili Mecca Modelling, Maizurra Edelweis Aljuno Raih Juara 3 Fashion Show Batik di Gresik

    Wakili Mecca Modelling, Maizurra Edelweis Aljuno Raih Juara 3 Fashion Show Batik di Gresik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria Asal Lamongan Berhasil Membuat Pesawat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMK Ma’arif NU Mantup Siapkan SDM Unggul Lewat Program PKL Khusus Bersama IDUKA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Respon Cepat, Polisi Cegah Kekacauan Akibat ODGJ Mengamuk di RSI Nashrul Ummah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Soroti Ketidakaktifan Pengurus, PPP Jatim Dukung Evaluasi dan Restrukturisasi DPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BCW Soroti Data Produksi Rokok hingga Penerimaan Cukai

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat