LAMONGAN, pusatberitarakyat.com – Kodim 0812/Lamongan membekali ratusan Bintara Pembina Desa (Babinsa) dengan sosialisasi dan pengarahan terkait penjaringan calon prajurit TNI. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas informasi penerimaan prajurit kepada masyarakat, khususnya generasi muda di wilayah Kabupaten Lamongan.
Kegiatan berlangsung di Aula Kadet Soewoko, Makodim 0812/Lamongan. Para Babinsa dari berbagai Koramil jajaran menerima pengarahan mengenai tata cara sosialisasi, persyaratan administrasi, serta kesiapan kesehatan dan fisik yang perlu diketahui calon peserta seleksi Bintara dan Tamtama TNI.
Perwira Seksi Personel (Pasi Pers) Kodim 0812/Lamongan, Kapten Inf Eko Suwandoko, memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya peran Babinsa dalam menyampaikan informasi penerimaan prajurit secara luas, akurat, dan transparan kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing.
Menurut Eko, Babinsa memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa. Karena itu, sosialisasi diharapkan tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat, tetapi juga menyasar sekolah-sekolah yang menjadi salah satu tempat berkumpulnya generasi muda potensial.
“Babinsa adalah kunci utama dalam mengidentifikasi potensi para pemuda di desa binaan. Melalui sosialisasi yang masif dan intensif, kita ingin memastikan seluruh informasi mengenai penerimaan Bintara dan Tamtama TNI dapat diakses secara akurat tanpa desas-desus atau informasi hoaks,” ujar Eko.
Ia menjelaskan, pembekalan juga mencakup pemahaman mengenai kesiapan awal calon peserta, mulai dari kelengkapan administrasi, kesehatan, hingga kondisi fisik. Pembinaan sejak dini diharapkan membantu calon peserta mempersiapkan diri sebelum mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menekankan pentingnya proses penerimaan prajurit yang bersih dan transparan. Menurutnya, kualitas sumber daya manusia prajurit harus dibangun sejak proses penjaringan dan seleksi awal.
Deni juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan bantuan atau menjanjikan kelulusan dalam proses penerimaan TNI dengan imbalan sejumlah uang.
“Masuk TNI itu gratis. Jangan percaya kepada siapa pun yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang,” tegasnya.
Ia meminta para Babinsa membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar calon peserta dan keluarganya memahami mekanisme penerimaan dengan benar serta terhindar dari praktik percaloan maupun penipuan.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0812/Lamongan berharap informasi mengenai penerimaan calon prajurit dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di Kabupaten Lamongan. Para Babinsa juga diharapkan mampu mendorong pemuda yang memenuhi persyaratan untuk mempersiapkan diri dan mengikuti proses seleksi sesuai ketentuan.
Kegiatan pengarahan berlangsung tertib dan lancar dengan diikuti antusias oleh jajaran Babinsa Kodim 0812/Lamongan. (Hen)


























