Pakar Sebut Lele Efektif Dukung Pencegahan Stunting
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Ikan lele dinilai menjadi salah satu sumber protein hewani yang memiliki banyak keunggulan dibandingkan sejumlah jenis ikan lainnya. Selain memiliki kandungan gizi yang baik, lele juga dikenal dengan harga yang lebih terjangkau serta mudah dibudidayakan, sehingga dapat diakses oleh hampir seluruh lapisan masyarakat.
Berdasarkan kajian gizi, setiap 100 gram daging ikan lele mengandung sekitar 16–20 gram protein yang berperan penting dalam pertumbuhan otot, perbaikan jaringan tubuh, serta mendukung perkembangan anak. Lele juga mengandung vitamin B12 yang membantu pembentukan sel darah merah dan menjaga kesehatan sistem saraf.
Tak hanya itu, ikan lele kaya akan mineral penting seperti fosfor, selenium, dan kalium yang berfungsi menjaga kesehatan tulang, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung fungsi otot. Kandungan lemaknya pun relatif rendah apabila diolah dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang, sehingga cocok menjadi bagian dari pola makan sehat.
Dari sisi ekonomi, lele memiliki keunggulan karena harganya lebih terjangkau dibandingkan beberapa ikan laut seperti tuna maupun salmon. Kemudahan budidaya juga menjadikan pasokan lele relatif stabil sepanjang tahun, sehingga masyarakat dapat memperolehnya dengan mudah.
Jika dibandingkan dengan beberapa jenis ikan lainnya, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Ikan nila dikenal memiliki kandungan lemak yang rendah dengan cita rasa yang ringan, bandeng kaya akan asam lemak omega-3 meski memiliki banyak duri, tuna memiliki kandungan protein dan omega-3 yang tinggi, sedangkan salmon merupakan salah satu ikan dengan kandungan omega-3 tertinggi yang baik bagi kesehatan jantung dan otak, namun dengan harga yang relatif lebih mahal. Dari sisi nilai gizi, harga, dan kemudahan memperoleh, lele menjadi salah satu pilihan paling ekonomis bagi keluarga Indonesia.
Lele juga dinilai berpotensi mendukung upaya pencegahan stunting karena mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin B12, fosfor, selenium, serta asam lemak sehat dalam jumlah yang cukup. Apabila dikonsumsi secara rutin dan dipadukan dengan telur, susu, sayuran, serta buah-buahan, ikan lele dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Kabupaten Lamongan, Muhammad Ferry Fadli, mengatakan bahwa gerakan membiasakan masyarakat mengonsumsi ikan lele setiap hari merupakan langkah sederhana yang memiliki dampak besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Lele bukan sekadar ikan yang harganya terjangkau, tetapi juga sumber protein berkualitas yang dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Jika dikonsumsi secara rutin sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang, lele mampu mendukung tumbuh kembang anak, meningkatkan kesehatan keluarga, serta menjadi salah satu upaya nyata dalam mencegah stunting,” ujar Ferry.
Menurutnya, Kabupaten Lamongan memiliki potensi besar sebagai daerah penghasil ikan air tawar. Potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan konsumsi produk perikanan lokal.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lamongan untuk menjadikan makan ikan lele sebagai kebiasaan sehari-hari. Dengan mengonsumsi produk lokal yang bergizi, kita tidak hanya menjaga kesehatan keluarga, tetapi juga mendukung para pembudidaya ikan lokal dan memperkuat perekonomian daerah. Mari sukseskan Gerakan Makan Ikan Lele Setiap Hari demi mewujudkan generasi Lamongan yang sehat, cerdas, tangguh, dan bebas stunting,” pungkasnya.
Gerakan konsumsi ikan lele diharapkan dapat menjadi salah satu langkah nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Dengan kandungan gizi yang baik, harga yang terjangkau, dan ketersediaan yang melimpah, ikan lele layak menjadi sumber protein harian bagi keluarga Indonesia. *(FKBN)


























