Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Bela Negara

Patriotisme Modern: Maju Bersama Tanpa Melupakan Identitas Indonesia

by Jurnalis2
15 Mei 2026
in Bela Negara, Opini
Patriotisme Modern: Maju Bersama Tanpa Melupakan Identitas Indonesia

Patriotisme Modern: Maju Bersama Tanpa Melupakan Identitas Indonesia

Pusatberitarakyat.com – Di tengah arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan derasnya pengaruh budaya luar, patriotisme sering dianggap sebagai konsep lama yang mulai memudar. Padahal, bagi Indonesia, patriotisme justru menjadi fondasi penting untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan kepentingan politik.

Patriotisme Indonesia memiliki karakter yang unik dibandingkan banyak negara maju.

Jika di negara-negara Barat patriotisme lebih menekankan loyalitas pada konstitusi, hukum, dan nilai-nilai sipil, maka di Indonesia patriotisme tumbuh dari pengalaman sejarah perjuangan kemerdekaan, nilai gotong royong, budaya lokal, dan semangat kebangsaan yang dipadukan dengan religiusitas. Inilah yang membuat nasionalisme Indonesia lebih emosional, kultural, sekaligus spiritual.

Nilai patriotisme di Indonesia tidak hanya hadir dalam upacara bendera atau slogan cinta tanah air, tetapi hidup dalam budaya masyarakat. Tradisi lokal seperti Reyog Ponorogo, cerita rakyat, hingga pendidikan karakter di sekolah menjadi media pembentuk identitas bangsa. Di banyak daerah, semangat menjaga budaya lokal sesungguhnya merupakan bentuk patriotisme yang nyata. Selain itu, Indonesia juga memiliki kekuatan besar dalam pluralisme agama.

Semangat nasionalisme yang diwariskan Bung Karno menolak chauvinisme dan menempatkan persatuan di atas identitas kelompok. Dalam konteks ini, patriotisme Indonesia bukan tentang merasa paling unggul dibanding bangsa lain, melainkan kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.

Patriotisme Modern: Maju Bersama Tanpa Melupakan Identitas Indonesia.

Namun, tantangan patriotisme Indonesia hari ini jauh lebih kompleks dibanding masa perjuangan fisik melawan penjajah. Generasi muda kini hidup di era media sosial yang membentuk identitas global tanpa batas negara. Anak muda Indonesia lebih akrab dengan budaya digital internasional dibanding sejarah bangsanya sendiri.

Akibatnya, patriotisme sering dipersepsikan hanya sebagai simbol formal, bukan perilaku sehari-hari. Padahal, negara-negara maju justru berhasil membangun patriotisme modern melalui pendidikan sipil, pelayanan masyarakat, disiplin sosial, dan kepatuhan terhadap aturan.

Jepang menanamkan cinta tanah air melalui budaya disiplin dan rasa tanggung jawab kolektif.

Korea Selatan membangun patriotisme lewat kebanggaan terhadap produk nasional dan budaya populer.

Singapura menekankan loyalitas negara melalui pendidikan kebangsaan dan pelayanan nasional yang terstruktur.

Amerika Serikat memperkuat patriotisme melalui penghormatan terhadap konstitusi dan kebebasan sipil.

Indonesia dapat belajar dari negara-negara tersebut tanpa kehilangan identitasnya sendiri.

Patriotisme masa kini tidak cukup hanya diwujudkan melalui seremoni atau retorika nasionalisme, tetapi harus hadir dalam tindakan konkret: membayar pajak dengan jujur, menjaga lingkungan, menggunakan produk dalam negeri, menghargai perbedaan, disiplin berlalu lintas, hingga aktif membangun masyarakat.

Cinta tanah air juga harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan daya saing bangsa.

Negara maju menunjukkan bahwa patriotisme yang sehat bukanlah nasionalisme sempit, melainkan semangat kolektif untuk memajukan negara bersama-sama.

Yang paling penting, Indonesia perlu membangun patriotisme yang relevan dengan generasi muda. Pendekatan lama yang terlalu formal dan indoktrinatif perlu diganti dengan model yang lebih dialogis, kreatif, dan dekat dengan realitas anak muda. Patriotisme dapat ditanamkan melalui film, musik, olahraga, kewirausahaan sosial, teknologi, hingga gerakan lingkungan.

Ketika anak muda merasa memiliki masa depan di negerinya sendiri, maka rasa cinta tanah air akan tumbuh secara alami. Pada akhirnya, patriotisme bukan sekadar hafal lagu kebangsaan atau mengibarkan bendera, tetapi tentang kesediaan menjaga, merawat, dan memajukan Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin kompetitif. (**)

Berita Opini oleh Mukti Ali, Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur- Kabid Basis Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Lamongan.

ShareTweetSend

Related Posts

Bela Negara

Usai Apel Kebangsaan, FKBN Lamongan Perkuat Karakter Kebangsaan ASN Dinas Pendidikan

29 September 2026
Sestama FKBN KOGAPHAN RI Terima Audiensi PPMI Bahas Ketahanan Pangan Indramayu
Bela Negara

Sestama FKBN KOGAPHAN RI Terima Audiensi PPMI Bahas Ketahanan Pangan Indramayu

29 September 2026
FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik
Bela Negara

FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik

15 September 2026
Kesbangpol Lamongan Perkuat Sinergi Ormas, FKBN: Kolaborasi Harus Berdampak bagi Masyarakat
Bela Negara

Kesbangpol Lamongan Perkuat Sinergi Ormas, FKBN: Kolaborasi Harus Berdampak bagi Masyarakat

3 September 2026
Ketika Hutan Kaltim Terbakar: Bencana Alam atau Keserakahan Manusia?
Berita

Ketika Hutan Kaltim Terbakar: Bencana Alam atau Keserakahan Manusia?

27 Agustus 2026
KOGAPHAN FKBN Perkuat Semangat Bela Negara Lewat Baksos
Bela Negara

KOGAPHAN FKBN Perkuat Semangat Bela Negara Lewat Baksos

22 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, M. Ferry Fadli: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian Nyata
Bela Negara

HUT ke-81 RI, M. Ferry Fadli: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026
iSentra @Lamongan Diproyeksikan Jadi Motor Industri Baru, FKBN: Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Bela Negara

iSentra @Lamongan Diproyeksikan Jadi Motor Industri Baru, FKBN: Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat

14 Agustus 2026
Demplot Organik Bela Negara di Karanganyar Ungguli Sistem Full Kimia
Bela Negara

Demplot Organik Bela Negara di Karanganyar Ungguli Sistem Full Kimia

30 Juli 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • SMK Ma’arif NU Mantup Siapkan SDM Unggul Lewat Program PKL Khusus Bersama IDUKA

    SMK Ma’arif NU Mantup Siapkan SDM Unggul Lewat Program PKL Khusus Bersama IDUKA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kafe MCC Tepi Laut, Destinasi Nongkrong Baru di Lamongan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNM Dorong Nilai Ekonomi Sampah Lewat Program Eco Life

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPP Lamongan Gelar Muscab, Siapkan Formasi Baru untuk Bangkit 2026‐2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT RI ke-81, Road to Lamongan Rockwoods Fest 2026 Hadir di G-Park Forest

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Prajurit Kodim 0812/Lamongan Donorkan Darah di Polres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kodim 0812/Lamongan Dukung Taruna Akademi TNI Bina Generasi Muda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat