Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Ketika Hutan Kaltim Terbakar: Bencana Alam atau Keserakahan Manusia?

by Jurnalis2
27 Agustus 2026
in Berita, Daerah, Opini, Peristiwa
Ketika Hutan Kaltim Terbakar: Bencana Alam atau Keserakahan Manusia?

Ketika Hutan Kaltim Terbakar: Bencana Alam atau Keserakahan Manusia?

Opini | Azzam Kanahayda Prasetio.

Magelang,Pusatberitarakyat.com — Dari lereng Gunung Merbabu, Magelang, Jawa Tengah, kabar tentang kampung halaman di Kalimantan Timur selalu menjadi perhatian saya. Namun, dalam beberapa hari terakhir, kabar yang datang justru mengusik rasa prihatin: kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.

Di tengah kepungan asap dan kobaran api, petugas pemadam kebakaran bersama aparat keamanan harus berjibaku memadamkan api. Tidak sedikit medan yang sulit dijangkau sehingga penanganannya membutuhkan tenaga, peralatan, dan keberanian ekstra.

Sebagai siswa SMA Taruna Nusantara yang berasal dari Kalimantan Timur, saya tidak bisa hanya melihat persoalan ini sebagai berita yang berlalu di layar televisi atau media sosial. Ada pertanyaan yang terus mengganggu pikiran saya: apakah kebakaran hutan ini semata-mata akibat kondisi alam, atau ada tangan manusia yang sengaja menyalakan api?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika kita melihat fakta bahwa aparat kepolisian telah mengungkap sejumlah kasus pembakaran lahan di Kalimantan Timur.

Pada 23 Agustus 2026, misalnya, Polda Kalimantan Timur menyampaikan bahwa polisi telah menetapkan tiga tersangka dari dua perkara karhutla. Salah satu kasus terjadi di Kabupaten Berau, ketika seorang tersangka diduga membakar lahan di lima titik untuk persiapan penanaman kelapa sawit. Api kemudian meluas hingga sekitar 12 hektare dan merembet ke area konsesi perusahaan.

Dalam perkara lain, polisi juga menetapkan dua tersangka di wilayah Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Keduanya disebut mengakui membuka atau merintis lahan dengan cara membakar.

Fakta tersebut tentu tidak berarti seluruh titik api di Kalimantan Timur disebabkan oleh kesengajaan manusia. Faktor cuaca panas, kekeringan, vegetasi yang mengering, dan tiupan angin dapat membuat api lebih mudah muncul dan menyebar. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sendiri pada 24 Agustus 2026 melaporkan terdapat 594 titik panas di wilayah Kaltim per 23 Agustus.

Namun, ketika terdapat kasus yang telah diungkap aparat dan ditemukan dugaan pembakaran untuk membuka lahan, kita tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan bahwa sebagian karhutla memang berkaitan dengan aktivitas manusia.

Di sinilah persoalan menjadi jauh lebih serius, saat membuka lahan dengan cara membakar mungkin dianggap sebagai jalan pintas karena murah dan cepat. Tetapi biaya sebenarnya tidak pernah murah. Biayanya dibayar oleh masyarakat melalui kualitas udara yang memburuk, gangguan kesehatan, kerusakan ekosistem, hilangnya habitat satwa, serta ancaman terhadap keberlanjutan hutan.

Lebih ironis lagi apabila api digunakan untuk mempersiapkan lahan perkebunan.

Demi menghemat biaya land clearing, apakah layak hutan dibakar? Apakah keuntungan ekonomi sesaat sepadan dengan kerusakan lingkungan yang dampaknya bisa dirasakan bertahun-tahun?

Bagi saya, jawabannya jelas: tidak.

Kita tidak boleh terus-menerus menganggap karhutla sebagai sebuah siklus tahunan yang cukup diterima sebagai konsekuensi musim kemarau. Kemarau memang dapat meningkatkan risiko kebakaran, tetapi manusia tetap memiliki tanggung jawab untuk mencegah api muncul dan memastikan aktivitas pembukaan lahan tidak berubah menjadi bencana ekologis.

Karhutla bukan hanya persoalan pohon yang terbakar, Karena di balik asap, ada masyarakat yang harus menghirup udara tercemar. Ada anak-anak yang membutuhkan udara bersih. Ada satwa yang kehilangan habitat. Ada petugas yang mempertaruhkan keselamatan ketika berusaha memadamkan api. Dan ada ekosistem yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk kembali pulih.

Karena itu, penanganan karhutla harus dilakukan dari dua sisi sekaligus: pencegahan dan penegakan hukum.

Pencegahan harus diperkuat melalui patroli, deteksi dini titik panas, edukasi masyarakat, pengawasan kawasan rawan kebakaran, serta pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan.

Sementara itu, jika ditemukan pembakaran yang disengaja, aparat harus menindak berdasarkan bukti dan fakta hukum. Tidak hanya berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga menelusuri siapa yang memerintah, membiayai, atau memperoleh keuntungan dari pembakaran tersebut apabila memang terdapat keterlibatan pihak lain.

Jangan sampai hukum hanya berhenti pada tangan yang menyalakan api, sementara pihak yang berada di belakangnya tidak pernah tersentuh.

Kalimantan Timur memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Hutan, keanekaragaman hayati, dan lingkungan hidup bukan sekadar komoditas yang dapat dihitung berdasarkan nilai ekonomi hari ini. Semua itu adalah warisan yang akan menentukan kualitas hidup generasi berikutnya.

Saya menulis ini dari jauh, dari lereng Merbabu. Tetapi hati saya tetap berada di tanah kelahiran.

Sebagai anak muda yang berasal dari Kalimantan Timur, saya ingin melihat hutan Kaltim tetap hijau, bukan berubah menjadi hamparan abu. Saya ingin melihat pembangunan berjalan, tetapi bukan pembangunan yang mengorbankan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, sudah waktunya kita berhenti bertanya, “Siapa yang harus disalahkan ketika hutan terbakar?”

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

“Siapa yang bertanggung jawab, siapa yang memperoleh keuntungan, dan bagaimana kita memastikan api yang sama tidak kembali membakar masa depan Kalimantan Timur?”

Hutan boleh menjadi sumber kehidupan. Tetapi jangan pernah menjadikannya korban keserakahan. (***/Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Drone Pertanian PT Anak Kulon Group Diuji, Siap Perkuat Sektor Pangan
Berita

Drone Pertanian PT Anak Kulon Group Diuji, Siap Perkuat Sektor Pangan

16 September 2026
Peduli Lingkungan, TNI Bersama DLH dan Warga Bersihkan Bengawan Jero
Daerah

Peduli Lingkungan, TNI Bersama DLH dan Warga Bersihkan Bengawan Jero

16 September 2026
Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!
Berita

Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!

16 September 2026
GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli
Berita

GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli

15 September 2026
Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi
Berita

Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

15 September 2026
Kebakaran Kandang Ayam di Rumpuk, Polsek Mantup Sigap Lakukan Pemadaman
Daerah

Kebakaran Kandang Ayam di Rumpuk, Polsek Mantup Sigap Lakukan Pemadaman

15 September 2026
Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi
Berita

Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi

15 September 2026
Kodim 0812/Lamongan dan PT Agrinas Pangan Nusantara Perkuat KDKMP Lewat TOT
Daerah

Kodim 0812/Lamongan dan PT Agrinas Pangan Nusantara Perkuat KDKMP Lewat TOT

15 September 2026
FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik
Bela Negara

FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik

15 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

    Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Lingkungan, TNI Bersama DLH dan Warga Bersihkan Bengawan Jero

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antisipasi Kekeringan, Babinsa Lebakadi Dampingi Distribusi 18.000 Liter Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Revitalisasi SDN Karangbinangun Telan Rp.831 Juta APBN, Masyarakat Pertanyakan Mutu dan Transparansi Pekerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat