Dorong Indonesia Emas 2045, Lia Istifhama: Literasi Harus Dimulai dari Rumah
SURABAYA, pusatberitarakyat.com – Politisi perempuan muda Lia Istifhama menegaskan bahwa perempuan memegang peran sentral dalam membangun budaya literasi keluarga sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. Perempuan, kata dia, bukan hanya pengasuh generasi, tetapi juga penyangga peradaban yang menentukan kualitas masa depan bangsa.
Pandangan tersebut disampaikan Lia saat menjadi narasumber podcast di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Rabu (29/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini. Podcast episode ke-154 itu mengusung tema “Perempuan sebagai Penggerak Literasi Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045.”
Dalam forum itu, Lia menekankan bahwa kekuatan perempuan terletak pada kemampuannya menjadi figur multitasking—mendidik, membangun ikatan emosional dalam keluarga, sekaligus menjadi produsen pengetahuan di era digital.
“Perempuan itu tampak tangguh, tetapi juga memiliki sisi rapuh. Karena itu, perempuan harus diberdayakan dengan pengetahuan, literasi, dan ruang aktualisasi agar mampu berdiri kuat dalam perubahan zaman,” ujarnya.
Menurut Lia, budaya membaca harus dimulai dari rumah. Sebab, sebuah buku tidak hanya menghadirkan pengetahuan, tetapi juga mampu membentuk cara berpikir, memengaruhi cara pandang, dan pada akhirnya membentuk praktik hidup yang lebih baik.
“Pena lebih tajam dari pedang. Sebuah buku bisa membangun cara berpikir, melakukan brainstorming, lalu diimplementasikan dalam kehidupan nyata. Dari situlah peradaban lahir,” tegas senator asal Jawa Timur itu.
Ia juga menyoroti tantangan global berupa rendahnya budaya baca di Indonesia. Padahal, menurut Lia, bonus demografi dan kecerdasan generasi muda Indonesia akan menjadi kekuatan besar jika ditopang oleh budaya literasi yang kuat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Ir. Tiat S. Suwardi, M.Si menegaskan bahwa semangat Kartini hari ini adalah memperluas akses pengetahuan bagi perempuan dan keluarga.
“Literasi adalah ujung tombak pembangunan manusia menuju Indonesia Emas 2045. Dan ibu adalah pintu pertama budaya membaca dalam keluarga,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan membaca bahkan bisa ditanamkan sejak anak masih dalam kandungan. Karena itu, peran ibu dalam menumbuhkan kecintaan membaca menjadi sangat strategis dalam membangun generasi masa depan yang unggul, cerdas, dan berdaya saing global.



























