Pengalaman Berkesan di Mina, Ning Lia Rasakan Harmoni Antarjamaah Saat Lempar Jumrah
MINA, pusatberitarakyat.com – Suasana dini hari di kawasan Jamarat, Mina, Arab Saudi, Jumat (29/5/2026), terasa begitu syahdu. Di tengah jutaan jamaah haji yang bergerak perlahan menuju lokasi lempar jumrah, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, merasakan ketenangan sekaligus semangat solidaritas yang begitu kuat antarjamaah.
Sekitar pukul 03.00 waktu Arab Saudi, Ning Lia menuntaskan rangkaian lempar jumrah hari ketiga. Menurutnya, pelaksanaan ibadah tahun ini berlangsung jauh lebih tertib dan nyaman berkat pengaturan yang dilakukan Pemerintah Arab Saudi.
“Alhamdulillah, yang paling terasa adalah suasana tertib dan tenang. Pemerintah Arab Saudi benar-benar mengatur pembagian waktu lempar jumrah setiap negara dengan sangat baik,” ujar Ning Lia di Mina.
Ia menjelaskan, jamaah Indonesia diarahkan melaksanakan lempar jumrah pada waktu tertentu sehingga tidak terjadi penumpukan dengan jamaah dari negara lain. Skema tersebut dinilai mampu mengurangi kepadatan di jalur menuju Jamarat maupun di terowongan Mina.
“Karena waktunya sudah diatur, jamaah bisa lebih nyaman. Saat kita melempar jumrah bersama sesama jamaah Indonesia, suasananya terasa lebih tenang dan tidak menimbulkan kepanikan,” katanya.
Ning Lia juga mengingatkan jamaah agar tidak tergesa-gesa maupun memaksakan diri berada di posisi paling depan saat melempar jumrah. Menurutnya, ketenangan menjadi kunci utama menjaga keselamatan bersama.
“Tadi memang ada beberapa rombongan yang terlihat terburu-buru karena ingin berada paling depan. Padahal sebenarnya tidak perlu. Semua sudah diatur dengan baik. Kalau kita tetap tenang, insyaAllah ibadah juga terasa lebih khusyuk,” tuturnya dengan lembut.
Di tengah udara malam Mina yang hangat, Ning Lia mengaku merasakan kenyamanan selama prosesi ibadah berlangsung. Ia menyebut suhu dini hari cukup bersahabat sehingga jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang.
Selain itu, Lia menyampaikan apresiasi kepada petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tim resmi yang dibentuk oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang dinilainya hadir hampir di setiap titik perjalanan jamaah
“Saya tadi sempat berjalan sendiri dari Maktab 113 menuju lokasi lempar jumrah karena bertemu konstituen. Alhamdulillah, di sepanjang jalan banyak petugas PPIH yang berjaga. Itu membuat jamaah merasa aman dan tenang,” ujarnya.
Menurut Ning Lia, pelayanan terhadap jamaah lanjut usia (lansia) juga terasa sangat manusiawi. Banyak lansia yang dibantu menggunakan kursi roda, didampingi keluarga maupun petugas, hingga tetap bisa menjalankan ibadah dengan nyaman.
“Yang membuat hati saya tersentuh adalah solidaritas antarjamaah. Ketika ada lansia, jamaah lain dengan sukarela membantu dan melindungi. Suasana persaudaraan itu terasa sangat kuat,” ungkapnya.
Bagi Ning Lia, lempar jumrah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol perlawanan terhadap hawa nafsu dan berbagai sifat buruk dalam diri manusia. Karena itu, ia berharap seluruh jamaah dapat pulang membawa hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih tenang.
“Semoga sepulang dari Tanah Suci, kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih peduli terhadap sesama, dan dijauhkan dari penyakit hati. Haji bukan hanya perjalanan fisik, tapi juga perjalanan untuk memperbaiki diri,” pungkasnya.(*)


























