Narayana FC U13 Gagal Juara Usai Tumbang Adu Penalti, Citra Youth Star U13 Raih Trofi Piala Soeratin 2026
Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Perjuangan gemilang Narayana Football Club U13 harus berakhir di partai puncak Piala Soeratin U13 2026. Menghadapi Citra Youth Star U13 di laga final yang digelar di Stadion Surajaya. Selasa, (04/08/2026) pukul 13.00 WIB.
Narayana harus mengakui keunggulan lawannya melalui drama adu penalti setelah pertandingan berakhir imbang 1-1 pada waktu normal.
Laga final yang disaksikan ratusan suporter berlangsung sengit sejak peluit awal dibunyikan. Kedua tim tampil menyerang dengan tempo tinggi dan saling menciptakan peluang berbahaya. Citra Youth Star U13 berhasil membuka keunggulan lebih dahulu melalui Al Fatih, menit ke-10 yang mencetak gol lewat sundulan kepala memanfaatkan umpan dari sisi sayap. Gol tersebut membawa Citra Youth Star unggul.
Narayana U13 tidak tinggal diam. Terus menekan demi mengejar ketertinggalan, Narayana akhirnya berhasil menyamakan kedudukan melalui Robin pada menit ke-25 Robin mencetak gol indah melalui tendangan bebas yang meluncur deras ke gawang Citra Youth Star dan gagal dijangkau kiper. Gol spektakuler itu membangkitkan semangat para pemain Narayana sekaligus menghidupkan kembali harapan meraih gelar juara.

Memasuki babak kedua, kedua tim terus berupaya mencetak gol penentu kemenangan. Meski sejumlah peluang berhasil diciptakan, tidak ada gol tambahan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 1-1 bertahan sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak adu penalti, pertandingan berlangsung penuh ketegangan. Pemain Citra Youth Star sempat gagal mengeksekusi satu tendangan penalti. Namun, Narayana tidak mampu memanfaatkan kesempatan tersebut setelah dua eksekutor mereka gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Hasil itu memastikan Citra Youth Star U13 keluar sebagai juara Piala Soeratin U13 2026, sedangkan Narayana U13 harus puas mengakhiri turnamen sebagai runner-up.
Meski gagal meraih trofi juara, Pelatih Narayana U13, Yoyon Widiyanto, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain atas perjuangan dan semangat yang telah ditunjukkan sepanjang pertandingan maupun selama mengikuti turnamen.
“Saya bangga dengan perjuangan anak-anak. Mereka sudah bermain maksimal, menunjukkan semangat juang yang luar biasa, dan tidak pernah menyerah. Kekalahan melalui adu penalti memang menyakitkan, tetapi inilah bagian dari sepak bola. Semoga pengalaman ini menjadi motivasi untuk bangkit dan meraih hasil yang lebih baik pada kompetisi berikutnya,” ujar Yoyon.

Keberhasilan menembus partai final menjadi bukti perkembangan positif Narayana U13 sebagai salah satu tim muda potensial di Lamongan. Meski harus puas berada di posisi kedua, penampilan para pemain tetap mendapat apresiasi dari para pendukung yang memadati Stadion Surajaya.
Semangat pantang menyerah, disiplin, dan kerja sama yang diperlihatkan sepanjang turnamen menjadi modal berharga bagi Narayana U13 untuk terus berkembang dan menatap kompetisi berikutnya dengan optimisme.
Kekalahan di partai final diharapkan menjadi pengalaman berharga yang akan menempa mental para pemain agar kembali bangkit dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang. (Red)


























