Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Bela Negara

Ancaman Era Digital: Guru Didesak Perkuat Pendidikan Bela Negara

by Jurnalis2
28 April 2026
in Bela Negara, Daerah, Opini, Pendidikan, Sosial
Ancaman Era Digital: Guru Didesak Perkuat Pendidikan Bela Negara

Ancaman Era Digital: Guru Didesak Perkuat Pendidikan Bela Negara

Lamongan, Pusatberitarakyat.com — Di tengah dinamika global yang kian kompleks, peran guru tidak lagi sekadar sebagai penyampai ilmu pengetahuan. Lebih dari itu, guru kini memikul tanggung jawab strategis sebagai penjaga nilai, pembentuk karakter, dan agen utama dalam menanamkan semangat bela negara kepada generasi muda. Dalam konteks kekinian, urgensi tersebut semakin menguat, terutama ketika bangsa dihadapkan pada krisis multidimensional, mulai dari degradasi moral, disinformasi digital, hingga ancaman ideologi transnasional.

Bela negara tidak lagi dimaknai sempit sebagai pertahanan fisik atau militeristik. Di era modern, konsep ini bertransformasi menjadi kesadaran kolektif untuk menjaga keutuhan bangsa melalui kontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Di sinilah posisi guru menjadi sangat vital.

Namun demikian, realitas di lapangan menunjukkan adanya tantangan serius. Arus digitalisasi yang masif, misalnya, telah membuka akses informasi tanpa batas bagi siswa. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut bernilai edukatif. Hoaks, ujaran kebencian, hingga narasi yang berpotensi memecah belah bangsa dengan mudah dikonsumsi oleh generasi muda. Tanpa pendampingan yang tepat, siswa rentan mengalami disorientasi nilai.

Dalam situasi ini, guru dituntut untuk beradaptasi. Mereka tidak cukup hanya mengandalkan metode pembelajaran konvensional, tetapi harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai bela negara ke dalam kurikulum secara kontekstual. Pendidikan kewarganegaraan, sejarah, hingga kegiatan ekstrakurikuler harus diarahkan untuk membangun kesadaran kritis, rasa cinta tanah air, serta tanggung jawab sosial.

Krisis lain yang tak kalah mengkhawatirkan adalah melemahnya keteladanan. Di tengah maraknya kasus korupsi, konflik sosial, dan ketidakadilan hukum yang terekspos luas, siswa sering kali kehilangan figur panutan. Dalam kondisi ini, guru menjadi salah satu aktor yang masih memiliki legitimasi moral di hadapan siswa. Sikap integritas, disiplin, dan nasionalisme yang ditunjukkan guru sehari-hari menjadi bentuk pendidikan paling konkret.

Selain itu, tantangan ekonomi dan sosial juga turut memengaruhi efektivitas pendidikan bela negara. Tidak sedikit siswa yang berasal dari keluarga dengan tekanan ekonomi tinggi, sehingga fokus mereka terpecah antara pendidikan dan kebutuhan hidup. Guru harus mampu memahami konteks ini dan menghadirkan pendekatan yang empatik, tanpa mengurangi substansi nilai yang diajarkan.

Peran strategis guru dalam bela negara juga terlihat dalam upaya membangun literasi digital yang sehat. Di era perang informasi, kemampuan siswa untuk memilah, menganalisis, dan memverifikasi informasi menjadi bagian dari pertahanan non-militer bangsa. Guru perlu membekali siswa dengan kecakapan berpikir kritis agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang merusak persatuan.

Di Kabupaten Lamongan dan wilayah Jawa Timur secara umum, penguatan pendidikan karakter berbasis bela negara sebenarnya memiliki landasan kultural yang kuat. Nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan kearifan lokal dapat menjadi instrumen efektif dalam membumikan konsep bela negara secara lebih relevan bagi siswa.

Namun, tanpa dukungan sistemik, upaya guru akan berjalan parsial. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, hingga orang tua harus menjadi bagian dari ekosistem yang sama. Kebijakan pendidikan harus memberi ruang bagi guru untuk berinovasi, bukan justru membebani dengan administrasi yang berlebihan.

Dalam perspektif krisis, peran guru bukan hanya penting, melainkan krusial. Mereka berada di garis depan dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter dan ideologi. Jika peran ini diabaikan, maka ancaman terhadap keutuhan bangsa bukan lagi sekadar potensi, melainkan keniscayaan.

Dengan demikian, memperkuat kapasitas dan posisi guru dalam pendidikan bela negara bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan mendesak. Masa depan bangsa, pada akhirnya, sangat ditentukan oleh apa yang diajarkan di ruang-ruang kelas hari ini. (**)

Pembahasan oleh: M. Ferry Fadli, Kepala FKBN (Forum Kader Bela Negara) Bakorda Kabupaten Lamongan.

ShareTweetSend

Related Posts

Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026, SDN Dagan Tampilkan Kesenian Tongklek
Berita

Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026, SDN Dagan Tampilkan Kesenian Tongklek

17 Oktober 2026
HKG PKK ke-54 Lamongan, SDN Sumberagung Mantup Raih Juara 2 Lomba PHBS Tingkat Kabupaten
Berita

HKG PKK ke-54 Lamongan, SDN Sumberagung Mantup Raih Juara 2 Lomba PHBS Tingkat Kabupaten

17 Oktober 2026
Ki Romo Sostro Perkuat Pelestarian Budaya, Sedulur Kembang Ati Lamongan Usung Campursari, Jaranan, dan Reog
Berita

Ki Romo Sostro Perkuat Pelestarian Budaya, Sedulur Kembang Ati Lamongan Usung Campursari, Jaranan, dan Reog

14 Oktober 2026
GMBB Brengkok Datangi Gedung DPRD Lamongan, Persoalan PTSL Dibahas Bersama Komisi A
Berita

GMBB Brengkok Datangi Gedung DPRD Lamongan, Persoalan PTSL Dibahas Bersama Komisi A

14 Oktober 2026
Membanggakan! Siswa SDN Kepatihan Lamongan Ukir Prestasi di Bidang Olahraga, Seni, dan Akademik
Berita

Membanggakan! Siswa SDN Kepatihan Lamongan Ukir Prestasi di Bidang Olahraga, Seni, dan Akademik

13 Oktober 2026
Membanggakan! Siswa SDN 3 Made Lamongan Ukir Prestasi di Tiga Bidang Sekaligus
Berita

Membanggakan! Siswa SDN 3 Made Lamongan Ukir Prestasi di Tiga Bidang Sekaligus

12 Oktober 2026
ASITA Bali Siapkan Musda, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas
Berita

ASITA Bali Siapkan Musda, Fokus Perkuat Pariwisata Berkualitas

8 Oktober 2026
Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP
Berita

Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP

3 Oktober 2026
Bela Negara

Usai Apel Kebangsaan, FKBN Lamongan Perkuat Karakter Kebangsaan ASN Dinas Pendidikan

29 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026, SDN Dagan Tampilkan Kesenian Tongklek

    Semarak Hari Kebudayaan Nasional 2026, SDN Dagan Tampilkan Kesenian Tongklek

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SMK Ma’arif NU Mantup Siapkan SDM Unggul Lewat Program PKL Khusus Bersama IDUKA

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kafe MCC Tepi Laut, Destinasi Nongkrong Baru di Lamongan Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PNM Dorong Nilai Ekonomi Sampah Lewat Program Eco Life

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PPP Lamongan Gelar Muscab, Siapkan Formasi Baru untuk Bangkit 2026‐2031

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT RI ke-81, Road to Lamongan Rockwoods Fest 2026 Hadir di G-Park Forest

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Prajurit Kodim 0812/Lamongan Donorkan Darah di Polres

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat