Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

Anggota DPD RI Lia Istifhama: Peringatan Tahun Baru Imlek Wujud Pluralisme yang Merupakan Sunatullah

by jurnalis
1 Februari 2025
in Berita, Daerah, Sosial
Anggota DPD RI Lia Istifhama: Peringatan Tahun Baru Imlek Wujud Pluralisme yang Merupakan Sunatullah

Anggota DPD RI Lia Istifhama: Peringatan Tahun Baru Imlek Wujud Pluralisme yang Merupakan Sunatullah

 

Surabaya, https://pusatberitarakyat.com/ – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dr Lia istifhama, M.E. I mengucapkan atas Peringatan Tahun Baru Imlek 2025 yang digelar pada Rabu, 29 Januari 2025. Pemerintah menetapkan peringatan Hari Raya Imlek tahun sesuai dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri Nomor 1017, 2, dan 2 Tahun 2024 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2025.

Ning Lia sapaan Lia Istifhama menilai jika Perayaan Tahun Baru Imlek begitu hikmah dan kedamaian. Apalagi, saat ini lanjut Ning Lia Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat menjunjung tinggi Pluralisme, di mana perbedaan dalam agama, suku, ras, dan budaya dihargai sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Pluralisme bukan hanya sebuah konsep toleransi, tetapi juga merupakan manifestasi dari Sunatullah (hukum alam) yang mengajarkan bahwa perbedaan adalah keniscayaan dalam kehidupan manusia. Indonesia, dengan segala keberagaman etnis dan agama, mengangkat tema pluralisme sebagai bagian dari jati diri bangsa, yang menegaskan bahwa Indonesia adalah milik seluruh elemen masyarakat tanpa diskriminasi,” jelasnya.

Menurut Ning Lia, dalam pluralisme tidak berarti penyamaan agama atau keyakinan, tetapi pemahaman bahwa setiap individu memiliki hak untuk memeluk agama dan keyakinan sesuai dengan pilihan pribadinya. Hal ini menunjukkan penghargaan terhadap pluralitas, yaitu kesadaran bahwa di luar keimanan terhadap agama yang kita anut, ada pula keimanan yang dianut oleh orang lain.

“Pluralisme mengajarkan bahwa kemajemukan beragama adalah bagian dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang harus dihargai.

Dalam konteks kebangsaan, Indonesia mengakui etnis Tionghoa sebagai bagian dari suku bangsa yang setara dengan suku-suku lain seperti Jawa, Batak, Papua, Arab, India, Jepang, dan Eropa, yang telah lama bermukim dan menjadi bagian dari warga negara Indonesia.

Etnis Tionghoa, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945, memiliki hak yang sama sebagai warga negara,” jelasnya.

Dikatakannya, pemaknaan pluralisme ini selaras dengan pengamalan Pancasila, terutama sila ke-3 dan ke-5. Sila ke-3 mengajarkan untuk menjaga persatuan dalam keberagaman, sedangkan sila ke-5 mengarah pada keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Konsep pluralisme ini merupakan bagian dari warisan Gus Dur, yang memandang bahwa keberagaman adalah rahmat yang harus dijaga, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun bernegara,” jelasnya.

Fathurrohman, dalam tulisannya “Fikih Pluralisme dalam Perspektif Ulama NU” yang diterbitkan dalam Jurnal Asy-Syir’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menjelaskan bahwa Gus Dur memiliki tiga dimensi dalam konsep pluralismenya, yaitu dimensi pemikiran, dimensi perilaku, dan dimensi tindakan. Pada dimensi pemikiran, Gus Dur mengajarkan bahwa pluralitas adalah kehendak Allah yang jelas termaktub dalam Al-Qur’an. Gus Dur mengimbau umat Muslim untuk tidak melakukan homogenisasi ajaran agama, karena hal tersebut bertentangan dengan semangat Al-Qur’an.

Di dimensi perilaku, Gus Dur aktif terlibat dalam berbagai kegiatan pro-demokrasi, pendukung Hak Asasi Manusia (HAM), dan dialog lintas agama. Meskipun sering mendapat kritik dari pihak-pihak yang berpendirian fundamental, Gus Dur tetap konsisten dalam memperjuangkan persatuan Indonesia tanpa membedakan agama atau latar belakang apapun.

Dimensi lainnya adalah tindakan nyata, yang terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai Presiden ke-4 Indonesia.

Ia mencabut Instruksi Presiden No. 14 Tahun 1967 yang membatasi kebebasan beragama bagi etnis Tionghoa, membuka jalan bagi mereka untuk merayakan Tahun Baru Imlek secara bebas. Pada 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional, sebagai dampak dari kebijakan Gus Dur tersebut.

Selain itu, Gus Dur juga aktif dalam membangun dialog antar agama, sebuah wujud nyata dari toleransi dan penghargaan terhadap pluralitas.

“Pluralisme adalah pengakuan terhadap kemajemukan beragama, bernegara, dan bermasyarakat, yang mencerminkan perpaduan antara nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan,” katanya. (*)

ShareTweetSend

Related Posts

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik
Daerah

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

1 Juli 2026
Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Sabet Juara I Lomba Patroli Tingkat Polda Jatim
Berita

Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Sabet Juara I Lomba Patroli Tingkat Polda Jatim

1 Juli 2026
Wujud Sinergi TNI-Polri, Kodim 0812/Lamongan Beri Penghormatan di Hari Bhayangkara ke-80
Daerah

Wujud Sinergi TNI-Polri, Kodim 0812/Lamongan Beri Penghormatan di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026
Pastikan Kesiapan Sertijab, Kodim 0812/Lamongan Gelar Verifikasi di Dua Koramil Jajaran
Daerah

Pastikan Kesiapan Sertijab, Kodim 0812/Lamongan Gelar Verifikasi di Dua Koramil Jajaran

1 Juli 2026
PCPI Lamongan Hadir, Siap Dampingi UMKM dan Sukseskan Program MBG
Daerah

PCPI Lamongan Hadir, Siap Dampingi UMKM dan Sukseskan Program MBG

1 Juli 2026
PAC GP Ansor Babat Gelar PKD Smart Digital, Cetak Kader Tangguh dan Adaptif di Era Teknologi

PAC GP Ansor Babat Gelar PKD Smart Digital, Cetak Kader Tangguh dan Adaptif di Era Teknologi

30 Juni 2026
Panen Raya Melon di KDKMP Tumenggungan, Dandim 0812/Lamongan Dorong Ketahanan Pangan Daerah
Daerah

Panen Raya Melon di KDKMP Tumenggungan, Dandim 0812/Lamongan Dorong Ketahanan Pangan Daerah

30 Juni 2026
Kapal Pengangkut Ikan Dilalap Api di Dermaga PPN Brondong, Polisi Pastikan Seluruh ABK Selamat
Daerah

Kapal Pengangkut Ikan Dilalap Api di Dermaga PPN Brondong, Polisi Pastikan Seluruh ABK Selamat

30 Juni 2026
Peduli Kesehatan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Kawal Pemeriksaan Kesehatan Rutin Warga
Daerah

Peduli Kesehatan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Kawal Pemeriksaan Kesehatan Rutin Warga

30 Juni 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • PCPI Lamongan Hadir, Siap Dampingi UMKM dan Sukseskan Program MBG

    PCPI Lamongan Hadir, Siap Dampingi UMKM dan Sukseskan Program MBG

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wujud Sinergi TNI-Polri, Kodim 0812/Lamongan Beri Penghormatan di Hari Bhayangkara ke-80

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pastikan Kesiapan Sertijab, Kodim 0812/Lamongan Gelar Verifikasi di Dua Koramil Jajaran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Sabet Juara I Lomba Patroli Tingkat Polda Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Lamongan Perkuat Sinergi dan Pelayanan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peta Kekuatan: Basis Militer Amerika Serikat di Sekitar Wilayah Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kapolri Perintahkan Polisi Humanis Sikapi Warga Sampaikan Aspirasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat