Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Bela Negara

Beras Terapan Organik Bela Negara Desa Sumurgenuk Lamongan, Wujud Pertanian Ramah Lingkungan

by Jurnalis2
30 Desember 2025
in Bela Negara, Daerah
Beras Terapan Organik Bela Negara Desa Sumurgenuk Lamongan, Wujud Pertanian Ramah Lingkungan

Beras Terapan Organik Bela Negara Desa Sumurgenuk Lamongan, Wujud Pertanian Ramah Lingkungan.

Lamongan,Pusatberitarakyat.com- Di tengah hiruk-pikuk industri pertanian modern yang kerap bergantung pada input kimia, sekelompok patriot di Lamongan menawarkan sebuah jalan kembali kepada harmoni alam. Mereka tidak hanya menanam padi, tetapi juga menanam nilai-nilai. Hasilnya adalah Beras Terapan Organik Bela Negara, sebuah produk pangan yang menjadi simbol perpaduan antara cinta tanah air, kepedulian lingkungan, dan komitmen terhadap kesehatan masyarakat. Inisiatif yang berakar di Desa Sumurgenuk, Kecamatan Babat, ini membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan bukan hanya di medan tempur, tetapi juga di hamparan sawah yang hijau. Senin, (29/12/25).

Lebih dari Sekadar Beras: Sebuah Filosofi yang Tumbuh dari Tanah.

Beras Terapan Organik Bela Negara, seperti namanya, memiliki makna yang dalam. “Terapan” merujuk pada penerapan ilmu pertanian organik yang murni. “Organik” adalah komitmen mutlak pada proses alami, bebas dari rekayasa pupuk dan pestisida kimia sintetis. Sementara “Bela Negara” adalah jiwa yang mendasarinya sebuah keyakinan bahwa menjaga kedaulatan pangan dan melestarikan lingkungan adalah bagian integral dari membela kedaulatan bangsa.

Produk ini dibudidayakan dengan ketat di bawah standar pertanian organik. Petani yang terlibat, dengan penuh kesabaran, mengembalikan siklus alamiah ekosistem sawah. Mereka menggantikan pupuk urea dan pestisida kimia dengan kompos alami, pupuk kandang, dan pestisida nabati yang di racik sendiri dari bahan-bahan alami seperti mimba, gadung, atau tembakau. Pengendalian hama dilakukan secara manual atau dengan memanfaatkan musuh alami, menciptakan sebuah keseimbangan ekologi yang berkelanjutan.

“Praktik ini seperti menyembuhkan tanah yang sudah lama ‘sakit’ karena bahan kimia. Kita harus mengembalikan kehidupan mikroorganisme yang ada di dalamnya. Hasilnya mungkin tidak instan, panen mungkin tidak seberapa banyak di awal, tapi yang kita tanam adalah keberlanjutan untuk anak cucu,” tutur Abah Mustain, sang penggagas dan petani teladan di balik budidaya beras ini di Sumurgenuk, Babat, Kabupaten Lamongan.

Dampaknya multidimensi. Pertama, dari sisi kesehatan, beras organik bebas dari residu bahan kimia berbahaya, memiliki kandungan gizi yang lebih utuh, dan rasa yang lebih alami. Kedua, bagi lingkungan, praktik ini mencegah pencemaran air tanah dan sungai, menjaga biodiversitas (seperti populasi burung dan ikan di sawah), serta meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Ketiga, secara ekonomi, meski memerlukan tenaga lebih, sistem ini mengurangi ketergantungan petani pada perusahaan agrokimia, membuka peluang harga jual premium, dan membangun kemandirian lokal.

FKBN Lamongan: Mempopulerkan Nilai Bela Negara dari Ladang ke Masyarakat.

Jika Abah Mustain adalah arsitek di lapangan, maka Forum Kader Bela Negara (FKBN) Kabupaten Lamongan berperan sebagai penyambung lidah dan penggerak sosialisasi. FKBN, sebagai wadah yang menaungi para kader dengan semangat kebangsaan, melihat inovasi pertanian organik ini sebagai medium bela negara yang konkret dan aplikatif.

 

“Bela negara tidak melulu tentang wawasan kebangsaan di kelas atau pelatihan baris-berbaris. Bela negara yang hakiki adalah ketika kita mampu memastikan bangsa ini mandiri pangannya, sehat rakyatnya, dan lestari alamnya. Beras Terapan Organik ini adalah senjata kita,” jelas Saifudin Zuhri, Kepala Sub. Bagian Agro Industri, Pertanian, Perikanan dan Peternakan FKBN Lamongan.

FKBN aktif mempopulerkan produk ini melalui berbagai kanal. Mengorganisir kunjungan ke lahan percontohan di Sumurgenuk dan Sumberwudi Turi, mengadakan diskusi tentang pertanian berkelanjutan, dan membangun jaringan pemasaran yang menghubungkan petani langsung dengan konsumen peduli.

Upaya ini bertujuan untuk membangun kesadaran bahwa setiap butir nasi organik yang dikonsumsi adalah sebuah pilihan politik pangan pilihan untuk mendukung petani lokal, melindungi lingkungan, dan mengamalkan semangat cinta tanah air dalam keseharian.

Tantangan dan Masa Depan: Menjaga Konsistensi dan Memperluas Dampak.

Jalan menuju pertanian organik penuh bukan tanpa rintangan. Tantangan terbesar adalah mentalitas “instan”. Transisi dari sistem konvensional ke organik membutuhkan waktu (biasanya 2-3 tahun masa konversi) sebelum tanah benar-benar pulih dan hasil stabil. Selama itu, produktivitas bisa menurun, yang kerap membuat petani gentar. Selain itu, tenaga kerja yang dibutuhkan lebih intensif, dan sertifikasi terapan pertanian Full organik yang kerapkali di nilai berbiaya tinggi masih menjadi penghalang bagi banyak petani kecil, padahal asumsi itu terpatahkan dan bisa lebih ekonomis jika petani menerapkan sistem Terapan Organik dengan membuat nutrisi dan pupuknya sendiri dari bahan alami.

FKBN Lamongan melihat ini sebagai perjuangan jangka panjang. Mereka berpegang pada prinsip bahwa nilai yang dibangun lebih berharga daripada keuntungan cepat. Untuk menghadapi tantangan pemasaran, mereka mengandalkan cerita di balik beras (storytelling) menjual bukan hanya produk, tetapi juga filosofi, perjuangan Abah mustain, dan kontribusi pada lingkungan. Pendekatan ini menarik segmen konsumen edukatif yang semakin melek kesehatan dan lingkungan.

Ke depan, visi mereka adalah menciptakan model yang bisa direplikasi. “Kami ingin Sumurgenuk menjadi desa percontohan Terapan Organik bagi Indonesia. Dari sini, kami harap semangat dan tekniknya menular ke desa-desa lain di Lamongan. Bayangkan jika semua sawah di Lamongan berproduksi secara organik, betapa besar dampaknya bagi kesehatan masyarakat di masa depan,” Harap M. Ferry Fadli Kepala FKBN Kabupaten Lamongan.

Beras Terapan Organik Bela Negara dari Lamongan pada akhirnya lebih dari sekadar komoditas. Ia adalah manifestasi dari sebuah gerakan sosial-ekologi yang menyatukan kecintaan pada ilmu pertanian tradisional yang arif, kesadaran lingkungan modern, dan semangat nasionalisme yang hidup. Setiap tumpukan gabah yang dihasilkan adalah testament bahwa membela negeri bisa dimulai dari pilihan paling dasar, bagaimana kita memperlakukan sejengkal tanah dan apa yang kita tanam untuk dihidangkan di atas piring nasi seluruh keluarga Indonesia. Inilah bela negara yang sesungguhnya yang tidak bersuara keras, tetapi tumbuh subur dan memberi kehidupan. (**FKBN/Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Perkuat Sinergi dengan Petani, Batuud Koramil 0812/06 Hadiri Tanam Perdana Tembakau Manilo di Mendogo
Daerah

Perkuat Sinergi dengan Petani, Batuud Koramil 0812/06 Hadiri Tanam Perdana Tembakau Manilo di Mendogo

17 Juni 2026
Jaga Warisan Leluhur, Kader Bela Negara Turut Lampah Budaya Mubeng Benteng 2026
Bela Negara

Jaga Warisan Leluhur, Kader Bela Negara Turut Lampah Budaya Mubeng Benteng 2026

17 Juni 2026
Praktik LKS Berbayar di Sekolah Dasar Lamongan Jadi Sorotan, FKBN Minta Investigasi Menyeluruh
Daerah

Praktik LKS Berbayar di Sekolah Dasar Lamongan Jadi Sorotan, FKBN Minta Investigasi Menyeluruh

17 Juni 2026
Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil 0812/03 Turi Bekali Siswa SDN Turi dengan Wawasan Kebangsaan
Daerah

Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil 0812/03 Turi Bekali Siswa SDN Turi dengan Wawasan Kebangsaan

17 Juni 2026
Polres Lamongan Bertindak Tegas terhadap Rombongan Liar Pesilat yang Akan Ikuti Pengesahan di Surabaya dan Gresik
Daerah

Polres Lamongan Bertindak Tegas terhadap Rombongan Liar Pesilat yang Akan Ikuti Pengesahan di Surabaya dan Gresik

17 Juni 2026
Atasi Krisis Air Bersih, Tim Mabes TNI dan Babinsa Sarirejo Lakukan Survei Titik Air Manunggal di Dusun Besuki
Daerah

Atasi Krisis Air Bersih, Tim Mabes TNI dan Babinsa Sarirejo Lakukan Survei Titik Air Manunggal di Dusun Besuki

16 Juni 2026
Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa Glagah Gotong Royong Bedah Rumah Warga
Daerah

Perkuat Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Babinsa Glagah Gotong Royong Bedah Rumah Warga

16 Juni 2026
Dandim 0812 Bersama Forkopimda Samakan Persepsi Demi Harmoni dan Keamanan Lamongan
Daerah

Dandim 0812 Bersama Forkopimda Samakan Persepsi Demi Harmoni dan Keamanan Lamongan

15 Juni 2026
Jaga Kondusivitas, Polres Lamongan Peringatkan Keras Oknum Pesilat yang Melanggar Hukum
Daerah

Jaga Kondusivitas, Polres Lamongan Peringatkan Keras Oknum Pesilat yang Melanggar Hukum

15 Juni 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Polres Lamongan Bertindak Tegas terhadap Rombongan Liar Pesilat yang Akan Ikuti Pengesahan di Surabaya dan Gresik

    Polres Lamongan Bertindak Tegas terhadap Rombongan Liar Pesilat yang Akan Ikuti Pengesahan di Surabaya dan Gresik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tumbuhkan Cinta Tanah Air, Babinsa Koramil 0812/03 Turi Bekali Siswa SDN Turi dengan Wawasan Kebangsaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Praktik LKS Berbayar di Sekolah Dasar Lamongan Jadi Sorotan, FKBN Minta Investigasi Menyeluruh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut 1 Suro, Ki Romo Sostro Serukan Introspeksi Diri dan Penguatan Spiritualitas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perkuat Sinergi dengan Petani, Batuud Koramil 0812/06 Hadiri Tanam Perdana Tembakau Manilo di Mendogo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jaga Warisan Leluhur, Kader Bela Negara Turut Lampah Budaya Mubeng Benteng 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atasi Krisis Air Bersih, Tim Mabes TNI dan Babinsa Sarirejo Lakukan Survei Titik Air Manunggal di Dusun Besuki

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat