Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Dugaan Pungutan PTSL Brengkok Masuk Kejaksaan, Kades Akui Uang Dibagikan ke Perangkat

by Jurnalis2
12 Agustus 2026
in Daerah, Hukum, Kriminal, Peristiwa
Dugaan Pungutan PTSL Brengkok Masuk Kejaksaan, Kades Akui Uang Dibagikan ke Perangkat

Dugaan Pungutan PTSL Brengkok Masuk Kejaksaan, Kades Akui Uang Dibagikan ke Perangkat

Lamongan, Pusatberitarakyat.com — Persoalan pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, kembali menjadi perhatian. Ratusan warga mendatangi Balai Desa Brengkok, Rabu (12/8/2026), untuk meminta penjelasan terkait dugaan adanya penarikan biaya tambahan di luar kesepakatan PTSL.

Warga mempersoalkan biaya yang disebut telah disepakati sebesar Rp. 800 ribu untuk setiap bidang tanah. Dalam pelaksanaannya, masyarakat menduga terdapat pungutan lain yang tidak termasuk dalam kesepakatan tersebut.

Persoalan semakin mencuat setelah Kepala Desa Brengkok, H. Nuriyadi, S.H., memberikan keterangan kepada wartawan seusai berlangsungnya aksi warga.

Nuriyadi mengakui adanya penarikan uang di luar biaya PTSL yang telah disepakati. Ia menyebut penarikan tersebut bukan sesuatu yang baru dilakukan di pemerintahannya, melainkan merupakan praktik yang menurutnya telah berlangsung sejak periode kepala desa sebelumnya.

Kepala desa juga menyampaikan bahwa uang yang berasal dari penarikan tersebut digunakan dan dibagikan kepada sejumlah perangkat desa.

Pengakuan tersebut kemudian menjadi salah satu poin penting dalam tuntutan masyarakat yang meminta adanya pemeriksaan dan keterbukaan mengenai dasar penarikan, jumlah dana yang terkumpul, serta penggunaannya.

Sejak pagi, halaman Balai Desa Brengkok dipenuhi warga. Mereka membawa sejumlah spanduk dan menyampaikan tuntutan agar pemerintah desa membuka secara transparan seluruh komponen biaya yang berkaitan dengan program PTSL.

Koordinator aksi, Sismulyadi, mengatakan persoalan utama yang dipertanyakan masyarakat adalah adanya biaya tambahan di luar angka Rp. 800 ribu per bidang yang sebelumnya telah disepakati. Warga Minta Dasar Pungutan Dibuka.

Menurutnya, warga membutuhkan kejelasan mengenai siapa yang menetapkan pungutan tersebut, apa dasar hukumnya, serta untuk kepentingan apa uang tersebut ditarik.

“Yang kami persoalkan adalah pungutan di luar kesepakatan Rp. 800 ribu per bidang. Masyarakat ingin mengetahui dasar pungutan tersebut, untuk apa uangnya, dan siapa yang bertanggung jawab,” ujar Sismulyadi.

Sismulyadi menyebut persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada Kejaksaan Negeri Lamongan pada 6 Agustus 2026.

Ia mengatakan laporan tersebut telah disertai sejumlah bukti dan keterangan dari warga yang mengetahui persoalan tersebut.

“Dugaan tindak pidana korupsi yang sudah kami laporkan ke Kejaksaan Negeri Lamongan ini sudah disertai bukti dan saksi yang cukup. Kami meminta pihak kejaksaan segera menindaklanjuti laporan dan aduan masyarakat,” katanya.

Keterangan: Dugaan Pungutan PTSL Brengkok Masuk Kejaksaan, Kades Akui Uang Dibagikan ke Perangkat. Rabu, (12/08/2026).

Masyarakat, lanjut Sismulyadi, akan terus memantau perkembangan laporan tersebut. Apabila tidak memperoleh tindak lanjut, warga berencana menyampaikan aspirasi secara langsung ke Lamongan.

“Kalau pihak kejaksaan tidak segera menindaklanjuti laporan dan aduan ini, masyarakat Brengkok khususnya dan masyarakat Brondong pada umumnya akan menggeruduk Lamongan Kota untuk mendorong pihak kejaksaan segera bertindak,” tegasnya.

Persoalan Dokumen Tanah Ikut Dipertanyakan warga masyarakat. Selain masalah biaya PTSL, warga juga menyoroti dugaan adanya permintaan pembuatan ulang sejumlah dokumen terkait transaksi tanah, seperti surat jual beli maupun hibah.

Mantan anggota BPD Desa Brengkok, Nur Aziz, S.H., S.I.P., M.H., mengungkapkan pihaknya memperoleh informasi mengenai warga yang sebelumnya telah memiliki dokumen jual beli atau hibah, namun kemudian diminta membuat dokumen baru.

Menurut Nur Aziz, alasan yang disampaikan berkaitan dengan tidak tercantumnya Nomor C Desa maupun Persil dalam dokumen sebelumnya. Ia menyebut proses pembuatan dokumen baru tersebut juga dipersoalkan karena terdapat biaya yang harus dikeluarkan warga.

“Informasi yang kami terima, ada warga yang sudah memiliki surat jual beli maupun surat hibah, tetapi karena tidak mencantumkan Nomor C Desa atau Persil, kemudian diminta membuat dokumen baru dan dikenakan biaya,” kata Nur Aziz.

Keterangan: PTSL Desa Brengkok Memanas, Kades Akui Ada Pungutan di Luar Kesepakatan Rp800 Ribu. Rabu, (12/08/2026).

Ia meminta persoalan tersebut dilihat berdasarkan ketentuan hukum dan prosedur administrasi pertanahan yang berlaku, termasuk aturan yang berkaitan dengan pelaksanaan PTSL.

Warga Brengkok minta kades diperiksa Secara Menyeluruh, atas pengakuannya mengenai adanya penarikan uang di luar kesepakatan menjadi perhatian dalam polemik tersebut. Terlebih, uang hasil penarikan sebagaimana disampaikan kepala desa disebut turut dibagikan kepada perangkat desa.

Dalih bahwa praktik tersebut merupakan kebiasaan yang sudah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya juga dinilai perlu diuji berdasarkan aturan yang berlaku.

Sebab, keberadaan suatu kebiasaan di tingkat desa tidak dengan sendirinya dapat menjadi dasar legalitas sebuah pungutan apabila tidak memiliki dasar kewenangan dan ketentuan yang jelas.

Karena itu, masyarakat meminta aparat penegak hukum tidak hanya melihat persoalan dari sisi penarikan uang, tetapi juga menelusuri seluruh rangkaian pengelolaannya.

Hal-hal yang diminta diperjelas antara lain mekanisme penarikan, jumlah dana yang terkumpul, pihak yang menerima atau mengelola uang, serta tujuan penggunaannya.

Dugaan pungutan tersebut sebelumnya dilaporkan Karang Taruna Kecamatan Brondong ke Kejaksaan Negeri Lamongan pada 6 Agustus 2026. Laporan itu disebut diterima oleh Dendy Darmawan, S.H., staf Intelijen Kejaksaan Negeri Lamongan.

Sementara itu, Camat Brondong Nurul Khumaidah, S.H., M.M., sebelumnya menyatakan akan meminta klarifikasi kepada Pemerintah Desa Brengkok terkait persoalan tersebut.

Dengan adanya pengakuan kepala desa mengenai penarikan uang di luar kesepakatan, masyarakat kini menunggu langkah aparat penegak hukum untuk menentukan apakah praktik tersebut memiliki dasar hukum atau terdapat dugaan pelanggaran yang perlu diproses lebih lanjut.

Hingga berita ini diterbitkan, aparat kepolisian dari Polsek Brondong masih melakukan pengamanan di sekitar Balai Desa Brengkok. Warga telah menyampaikan tuntutannya dan meminta agar persoalan tersebut mendapatkan penanganan serta kejelasan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP
Berita

Komunikasi dengan Media Disorot, KJL Minta Pemkab Lamongan Evaluasi Kepala DKPP

3 Oktober 2026
Bela Negara

Usai Apel Kebangsaan, FKBN Lamongan Perkuat Karakter Kebangsaan ASN Dinas Pendidikan

29 September 2026
Cekcok di Ruang Make Up, Dua LC Kafe Lamongan Babak Belur
Berita

Cekcok di Ruang Make Up, Dua LC Kafe Lamongan Babak Belur

24 September 2026
Gerak Jalan Pelajar HUT ke-81 RI, SDN 3 Jetis Lamongan Raih Juara 1 Tingkat Kabupaten
Berita

Gerak Jalan Pelajar HUT ke-81 RI, SDN 3 Jetis Lamongan Raih Juara 1 Tingkat Kabupaten

23 September 2026
Razia Gabungan Digelar, Lapas Lamongan Pastikan Blok Hunian Bebas Halinar
Berita

Razia Gabungan Digelar, Lapas Lamongan Pastikan Blok Hunian Bebas Halinar

22 September 2026
Dorong Swasembada Pangan, Babinsa 0812/20 Karangbinangun Dampingi Gertam di Sambopinggir
Daerah

Dorong Swasembada Pangan, Babinsa 0812/20 Karangbinangun Dampingi Gertam di Sambopinggir

18 September 2026
Monev Bantuan Pangan Bulog, Babinsa 0812/03 Turi Kawal Penyaluran di Kemlagigede
Daerah

Monev Bantuan Pangan Bulog, Babinsa 0812/03 Turi Kawal Penyaluran di Kemlagigede

18 September 2026
Kekeringan Melanda, Babinsa Deket Dampingi Distribusi Air Bersih untuk Warga Rejotengah
Daerah

Kekeringan Melanda, Babinsa Deket Dampingi Distribusi Air Bersih untuk Warga Rejotengah

18 September 2026
TNI Manunggal Air Tembus 58 Meter, Warga Besuki Segera Nikmati Air Bersih
Daerah

TNI Manunggal Air Tembus 58 Meter, Warga Besuki Segera Nikmati Air Bersih

18 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi

    Disdik Lamongan Apresiasi Enam Guru Penulis Buku, Jadi Teladan Gerakan Literasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Raih Women of Excellence 2026, Menteri PPPA Arifah Fauzi Dapat Ucapan Selamat dari DPD RI Ning Lia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Alam dan Masalah Sampah, Asosiasi Kalpataru Nusantara Jaya di Launching

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Agenda Muswil PERADIN Jatim Tuai Tanggapan, Sejumlah Pengurus Minta Ditunda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Presiden Prabowo dan Lia Istifhama Satu Pandangan, Kinerja MA Dinilai Mampu Perkuat Keadilan bagi Rakyat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 0812/Lamongan Perkuat Kemampuan Babinsa di Wilayah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPJS Ketenagakerjaan Cabang lamongan Serahkan Santunan JKM untuk Ahli Waris Juru Parkir Sebesar Rp. 42.000.000,-

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat