Ketua FKBN Lamongan: Bela Negara Harus Diwujudkan Melalui Karya Nyata dan Pengabdian
Lamongan, Pusatberitarakyat.com — Memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November 2026, Ketua Forum Kader Bela Negara (FKBN) Bakorda Kabupaten Lamongan, M. Ferry Fadli, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan para pahlawan melalui tindakan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, Hari Pahlawan bukan sekadar momentum mengenang jasa para pejuang kemerdekaan, melainkan menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga keutuhan bangsa merupakan tanggung jawab seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
M. Ferry Fadli menegaskan, semangat kepahlawanan harus terus diwariskan dan diwujudkan melalui karya, pengabdian, integritas, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Perjuangan generasi saat ini tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, tetapi melalui kontribusi positif sesuai profesi dan tanggung jawab masing-masing.
“Dahulu para pahlawan berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan darah, air mata, bahkan mengorbankan nyawa. Hari ini, tugas kita adalah menjaga kemerdekaan itu melalui karya, dedikasi, kejujuran, dan pengabdian. Semangat kepahlawanan harus hidup dalam tindakan nyata, bukan hanya menjadi slogan dalam setiap peringatan,” tegas M. Ferry Fadli.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap peran insan pers sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab strategis dalam menjaga persatuan bangsa melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, profesional, dan mencerdaskan masyarakat.
“Bagi insan pers, bela negara dapat diwujudkan melalui setiap informasi yang disampaikan kepada publik. Menyajikan berita yang benar, menjaga independensi, melawan hoaks, serta membangun kesadaran kebangsaan merupakan bentuk pengabdian nyata kepada bangsa dan negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, M. Ferry Fadli menyampaikan bahwa nilai-nilai dasar Bela Negara harus menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencintai tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban demi kepentingan bangsa, hingga memiliki kemampuan awal Bela Negara.
“Bela negara merupakan tekad, sikap, perilaku, dan tindakan setiap warga negara dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa dan negara. Ini bukan semata-mata tugas aparat pertahanan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, ia berharap semangat Hari Pahlawan dapat menjadi energi positif bagi masyarakat Lamongan untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga kondusivitas daerah, serta berkontribusi dalam pembangunan.
Menurutnya, perjuangan masa kini membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga karakter kebangsaan, integritas, nasionalisme, dan semangat gotong royong.
M. Ferry Fadli berharap peringatan Hari Pahlawan 2026 menjadi momentum kebangkitan semangat pengabdian bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak melupakan sejarah dan terus mengambil bagian dalam menjaga masa depan bangsa.
“Jangan pernah bertanya apa yang telah diberikan bangsa kepada kita, tetapi tanyakan apa yang sudah kita lakukan untuk bangsa ini. Mari kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan menjaga persatuan, memperkuat karakter kebangsaan, dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia, khususnya untuk Lamongan yang lebih maju, berdaulat, dan bermartabat,” pungkasnya. Salam Bela Negara! (Red)


























