Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

Bersama Komite SMP Khadijah, DPD RI Lia Istifhama Bicara Zonasi Sekolah, Selaras Dengan Wapres Gibran?

by jurnalis
1 Januari 2025
in Daerah, Nasional
Bersama Komite SMP Khadijah, DPD RI Lia Istifhama Bicara Zonasi Sekolah, Selaras Dengan Wapres Gibran?

Bersama Komite SMP Khadijah, DPD RI Lia Istifhama Bicara Zonasi Sekolah, Selaras Dengan Wapres Gibran?

Surabaya, pusatberitarakyat.com – Seperti diketahui, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada beberapa kali kesempatan menyuarakan gagasan penghentian jalur zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Ia menilai implementasi kebijakan tersebut tak cukup siap dan acap kali menciptakan ketidakadilan di lapangan. Bahkan, pada 11/11/24 lalu wapres termuda di Indonesia itu telah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti untuk menghapus sistem zonasi.

Hal ini tentu menuai atensi publik, karena sistem zonasi memang kerap menuai pro dan kontra di tengah masyarakat sejak efektif berjalan dalam proses PPDB melalui Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018. Lantas apakah penghentian jalur zonasi ini bakal menjadi solusi tepat bagi kemajuan pendidikan? Pertanyaan tersebut ternyata menjadi salah satu tema menarik yang dikaji anggota Komite III DPD RI Lia Istifhama bersama Komite SMP Khadijah, Jumat, 27/12/24 pagi.

“Seiring waktu, kebijakan sistem zonasi memang mengalami penyesuaian, diantaranya empat jalur seleksi untuk sekolah negeri, yakni jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan orang tua, dan jalur prestasi. Namun pada kenyataan di lapangan, penyesuaian ini masih menimbulkan polemik. Salah satu sebabnya ada celah upaya wali murid untuk melakukan upaya khusus agar anak bisa masuk sekolah negeri, salah satunya mengubah KK dan sebagainya.”

“Sedangkan dalam sudut sekolah swasta, sistem zonasi menyebabkan sekolah swasta yang berdekatan dengan sekolah negeri, semakin kehilangan siswa baru akibat orang tua selalu mengedepankan sekolah negeri. Hal ini karena ternyata sistem zonasi membuka peluang bertambahnya kuota siswa baru akibat orang tua yang anaknya gagal masuk negeri, selalu mencoba meminta tambahan kuota. Sehingga kian sedikit peluang sekolah swasta untuk mendapatkan tambahan siswa baru.”

“Selain itu, sistem zonasi memang menimbulkan perbedaan terkait penerimaan siswa baru. Jika dulu sekolah negeri lebih diutamakan jalur raport sehingga siswa yang sekiranya dari awal tidak bisa masuk negeri, pasti lekas mendaftar masuk sekolah swasta. Tapi dengan zonasi, masyarakat masih terus berupaya memasukkan anaknya ke negeri, jika gagal jalur zonasi, maka jalur afirmasi, dan seterusnya. Semua dicoba dan jika sudah mentok gagal, ternyata berpengaruh kepada psikis anak yang mana anak memilih abstain bersekolah agar tahun depannya mencoba masuk sekolah negeri.”

Lebih lanjut, realita tersebut menurutnya memang tidak semata karena sistem jalur zonasi, namun dampak berkepanjangan akibat sistem zonasi yang ternyata membuat sekolah negeri memiliki preferensi tinggi daripada sekolah swasta pada umumnya.

“Tujuan zonasi tentu mulia, yaitu menghapus istilah sekolah favorit dengan maksud pemerataan mutu pendidikan, dan penguatan nilai sosial agar anak bersekolah tidak jauh dari tempat tinggalnya. Namun perkembangan yang terjadi, preferensi sekolah swasta yang ternyata kian ditinggalkan. Ini juga problem. Sekalipun, ada beberapa sekolah swasta yang sangat terjaga preferensinya dan selalu diunggulkan masyarakat, SMP Khadijah misalnya,” imbuh ning Lia.

Atas dasar itulah, ning Lia dan pengurus Komite SMP Khadijah Surabaya berdialog terkait sistem zonasi dan terkait preferensi pendidikan, terutama terhadap sekolah menengah pertama.

Selain itu, diskusi juga mengkaji tentang kurikulum yang berlaku saat ini, yaitu kurikulum Deep Learning.

“Konsep kurikulum deep learning yang saat ini diterapkan pemerintah, tentu menjadi konsep pembelajaran yang kita dukung bersama karena ini sebagai inovasi dan bentuk akselerasi peningkatan aspek kognitif siswa menuju Indonesia Emas kelak,” jelas ning Lia.

Senada dengannya, Kepala Sekolah SMP Khadijah, Umi Muntafi’ah, juga menyampaikan dukungann pada pembelajaran deep learningg.

“Kurikulum terbaru, yaitu Deep Learning, sangat kita sambut positif karena terkait pendekatan pembelajaran berbasis teknologi dan sistem yang memanfaatkan jaringan saraf tiruan (neural networks) untuk menganalisis data dan mengambil keputusan. Konsep ini sangat bermanfaat karena tidak hanya terbatas pada penggunaan teknologi untuk memahami konsep-konsep baru, tetapi juga pada desain kurikulum yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kemampuan analitisnya.”

“Melalui deep learning, semoga siswa mampu memiliki pengembangan aplikasi berbasis kecerdasan buatan dan berpikir kritis dan kreatif dengan menafsirkan data dan menghasilkan solusi berbasis teknologi,” tandasnya.

ShareTweetSend

Related Posts

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Remaja, Babinsa Pandu Edukasi Diabetes Mahasiswa KKN-BBK UNAIR
Berita

Tingkatkan Kesadaran Kesehatan Remaja, Babinsa Pandu Edukasi Diabetes Mahasiswa KKN-BBK UNAIR

19 Januari 2026
Hari Dharma Samudera Tahun 2026, Kasal Apresiasi Karya Prajurit Marinir yang Raih Juara
Nasional

Hari Dharma Samudera Tahun 2026, Kasal Apresiasi Karya Prajurit Marinir yang Raih Juara

19 Januari 2026
166 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat
Kementerian

166 Sekolah Rakyat Sudah Beroperasi, Wujud Kehadiran Negara di Tengah Masyarakat

17 Januari 2026
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Dandim 0812/Lamongan Hadiri Lepas Sambut Kapolres Lamongan
Daerah

Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Dandim 0812/Lamongan Hadiri Lepas Sambut Kapolres Lamongan

17 Januari 2026
Ini Agenda Penting HPN 2026 PWI Jatim
Daerah

Ini Agenda Penting HPN 2026 PWI Jatim

16 Januari 2026
Dukung Ketahanan Ekonomi Desa, Danramil Ngimbang Kawal Survey Lahan Pembangunan KDKMP
Daerah

Dukung Ketahanan Ekonomi Desa, Danramil Ngimbang Kawal Survey Lahan Pembangunan KDKMP

15 Januari 2026
FKBN Bakorpus Bersama Bakorda Lamongan Tinjau Lahan Pertanian Full Organik Bela Negara di Desa Sumurgenuk
Bela Negara

FKBN Bakorpus Bersama Bakorda Lamongan Tinjau Lahan Pertanian Full Organik Bela Negara di Desa Sumurgenuk

15 Januari 2026
Kolaborasi Strategis, FKBN Audiensi dengan Dinas PMD Kabupaten Lamongan
Bela Negara

Kolaborasi Strategis, FKBN Audiensi dengan Dinas PMD Kabupaten Lamongan

15 Januari 2026
FKBN Lamongan Audiensi dengan Cabdin, Penguatan Pendidikan Bela Negara di SMA/SMK
Bela Negara

FKBN Lamongan Audiensi dengan Cabdin, Penguatan Pendidikan Bela Negara di SMA/SMK

15 Januari 2026

Hari Besar :

Info Publik :

Promoted :

BERITAPOPULER

  • Bahis com 🎁 giriş ile canlı destek avantajları

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dandim 1622 Alor Sebar Anak Buahnya Amankan Masjid dan Gereja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Abdus Salam! Merasa di Dzolimi, Tanpa Surat Resmi Pemecatan Sepihak dari PPP Kabupaten Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Navigating Cultural Differences in Asian Relationships

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hari Dharma Samudera Tahun 2026, Kasal Apresiasi Karya Prajurit Marinir yang Raih Juara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • FKBN Kediri Raya Bersinergi RGR Berbagi Bansos Sembako dan Alat Sholat ke Perkumpulan Disabilitas Kabupaten Kediri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ingin Hasilkan Perangkat Desa Yang Kompeten, Desa Tukerto Kecamatan Deket Laksanakan Ujian Perangkat Secara Terbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Berita Lain

Media Bela Negara :

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat