Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Daerah

APBD 2025 Dinilai Lebih Menghidupi Birokrasi Ketimbang Menyelesaikan Masalah Publik

by Jurnalis2
3 Mei 2026
in Daerah, Sorot Publik
APBD 2025 Dinilai Lebih Menghidupi Birokrasi Ketimbang Menyelesaikan Masalah Publik

APBD 2025 Dinilai Lebih Menghidupi Birokrasi Ketimbang Menyelesaikan Masalah Publik

Lamongan, Pusatberitarakyat.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Lamongan tahun 2025 mencapai kisaran Rp 3,26 triliun. Angka ini menempatkan Lamongan sebagai salah satu daerah dengan kapasitas fiskal menengah-besar di Jawa Timur. Namun, ketika angka-angka tersebut dibedah lebih dalam, muncul pertanyaan serius: apakah triliunan rupiah ini benar-benar bekerja untuk menyelesaikan persoalan publik?

STRUKTUR ANGGARAN: SIAPA PALING BESAR MENYERAP?

Dari penelusuran struktur APBD dan komposisi belanja per Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terlihat konsentrasi anggaran pada beberapa sektor utama:

– Dinas Pendidikan: ± Rp 1 triliun (±30% APBD)

– Dinas Kesehatan + RSUD: ± Rp 500 miliar (±15–20%)

– Dinas PUPR: ± Rp 400 miliar (±10–15%)

– Sekretariat Daerah (Setda): ± Rp 200 miliar

– Sekretariat DPRD: ± Rp 150 miliar

– Dinas Lingkungan Hidup (DLH): ± Rp 50–70 miliar

Secara agregat, tiga sektor terbesar adalah pendidikan, kesehatan, dan PUPR, yang menyerap lebih dari 60% total APBD.

APBD 2025 Dinilai Lebih Menghidupi Birokrasi Ketimbang Menyelesaikan Masalah Publik.

Namun, angka besar tidak otomatis berarti dampak besar. Mari kita ulas lebih detail :

1. Pendidikan: Anggaran Besar, Terserap untuk Gaji. Dinas Pendidikan memang menyedot hampir Rp 1 triliun. Tetapi sekitar 70–80% anggaran tersebut habis untuk:

– Gaji guru

– Tunjangan ASN/PPPK

Artinya, hanya sebagian kecil yang benar-benar masuk ke:

– Peningkatan kualitas belajar

– Perbaikan fasilitas pendidikan

2. Kesehatan: Operasional Mendominasi. Di sektor kesehatan, kondisi serupa terjadi. Dari ± Rp 500 miliar:

– Sebagian besar terserap untuk operasional RSUD dan gaji tenaga kesehatan

– Belanja peningkatan layanan relatif terbatas.

3. PUPR: Banyak Proyek, Minim Dampak Strategis. Anggaran ratusan miliar di PUPR tersebar ke berbagai proyek:

– Jalan lingkungan

– Drainase

– Perbaikan kecil.

Namun pola ini cenderung:

– Terfragmentasi

– Tidak menghasilkan lompatan infrastruktur besar.

KONTRADIKSI PALING NYATA: SAMPAH VS ANGGARAN.

Di tengah keluhan masyarakat soal sampah yang belum tertangani optimal, Dinas Lingkungan Hidup hanya mengelola sekitar Rp 50–70 miliar. Anggaran ini harus membiayai:

– operasional armada

– BBM

– pengelolaan TPA

– tenaga kebersihan

Perbandingannya mencolok:

Pendidikan: ± Rp 1.000 miliar

Sampah: ± Rp 60 miliar»

Padahal, persoalan sampah adalah masalah harian yang langsung dirasakan masyarakat.

BIROKRASI: BELANJA BESAR, DAMPAK TIDAK TERUKUR.

Dua pos yang juga signifikan:

– Setda: ± Rp 200 miliar

– Sekretariat DPRD: ± Rp 150 miliar

Sebagian besar digunakan untuk:

– perjalanan dinas

– rapat dan koordinasi

– tunjangan

Masalahnya: Output dari belanja ini sulit diukur secara langsung oleh publik.

DEFISIT DAN KETERGANTUNGAN :

APBD 2025 juga mencatat defisit, membesar dalam perubahan, Ini menunjukkan:

– belanja lebih agresif dari pendapatan

– ketergantungan tinggi pada dana pusat

– PAD belum cukup kuat menopang kebutuhan daerah

Dari keseluruhan data, muncul pola yang konsisten:

1. Belanja pegawai dan operasional mendominasi

2. Belanja publik langsung relatif terbatas

3. Sektor krusial (sampah, permukiman) kurang prioritas.

4. Defisit menjadi pola berulang.

APBD Lamongan 2025 memperlihatkan paradoks klasik keuangan daerah. Anggaran terus membesar, tetapi dampaknya terhadap penyelesaian masalah publik belum sebanding.

Triliunan rupiah berputar setiap tahun, tetapi sebagian besar beredar di dalam sistem birokrasi itu sendiri. Sementara itu, persoalan nyata masyarakat dari sampah hingga kualitas layanan dasar masih belum sepenuhnya terjawab.

Berdasarkan dokumen APBD Lamongan 2025, daerah ini mengalami defisit sekitar Rp. 88,55 miliar. Belanja pegawai menyerap hampir 60 persen dari total APBD yang berkisar Rp. 3,2 triliun. Selain itu, pemerintah pusat melakukan efisiensi transfer dana infrastruktur, di mana Dana Alokasi Umum (DAU) untuk jalan berkurang Rp. 19 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) jalan berkurang Rp. 20 miliar. Akibatnya, APBD lebih diprioritaskan untuk kebutuhan dasar seperti jalan, irigasi, dan pertanian.

Catatan akhir, APBD bukan sekadar dokumen anggaran. Ia adalah kontrak sosial antara pemerintah dan rakyat.

Ketika alokasi tidak selaras dengan kebutuhan riil masyarakat, maka yang muncul bukan hanya ketimpangan anggaran tetapi juga ketimpangan keadilan. Dan di situlah, transparansi dan keberanian membenahi struktur anggaran menjadi keharusan, bukan pilihan.

Sebab dalam prinsip dasar pemerintahan, setiap rupiah dalam APBD adalah mandat publik bukan sekadar angka dalam dokumen, tetapi janji yang harus diwujudkan.

Kesimpulannya, “APBD Lamongan 2025 secara struktur lebih banyak menghidupi birokrasi daripada menyelesaikan masalah publik.” (Red)

ShareTweetSend

Related Posts

Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026
Berita

Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026

25 Oktober 2026
Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas
Berita

Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas

24 Oktober 2026
Laka Lalin di Ngimbang Libatkan Oknum Prajurit, Dandim Lamongan Sampaikan Permohonan Maaf
Berita

Laka Lalin di Ngimbang Libatkan Oknum Prajurit, Dandim Lamongan Sampaikan Permohonan Maaf

23 Oktober 2026
Viral Dugaan Ijazah Ditahan, SMPN 1 Lamongan Berikan Klarifikasi Resmi
Berita

Viral Dugaan Ijazah Ditahan, SMPN 1 Lamongan Berikan Klarifikasi Resmi

22 Oktober 2026
UPTD PPA Lamongan Siapkan Layanan Medis hingga Bantuan Hukum bagi Korban
Berita

UPTD PPA Lamongan Siapkan Layanan Medis hingga Bantuan Hukum bagi Korban

22 Oktober 2026
Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Lingkungan MI, UPTD PPA Lamongan Tekankan Pendampingan Psikologis
Berita

Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Lingkungan MI, UPTD PPA Lamongan Tekankan Pendampingan Psikologis

22 Oktober 2026
FKBN Kabupaten Lamongan Tegas: Tidak Ada Tempat bagi Kekerasan di Dunia Pendidikan
Bela Negara

FKBN Kabupaten Lamongan Tegas: Tidak Ada Tempat bagi Kekerasan di Dunia Pendidikan

22 Oktober 2026
Zubairi, S.H., M.H. : Akademisi Hingga Praktisi Hukum Korupsi dan Kepemiluan
Daerah

Zubairi, S.H., M.H. : Akademisi Hingga Praktisi Hukum Korupsi dan Kepemiluan

22 Oktober 2026
Demo Solidaritas Guru MI di Glagah Jadi Sorotan, Kemenag Lamongan Singgung Kewajiban Mengajar
Berita

Demo Solidaritas Guru MI di Glagah Jadi Sorotan, Kemenag Lamongan Singgung Kewajiban Mengajar

21 Oktober 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas

    Kasdim 0812/Lamongan Temui Keluarga Korban, Sampaikan Permohonan Maaf atas Insiden Lalu Lintas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Nahdliyin Padati Jalan Sehat Sarungan, PCNU Lamongan Perkuat Semangat Hari Santri 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cegah Pelanggaran, Sipropam Polres Lamongan Intensifkan Gaktibplin di Wilayah Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gratis untuk Masyarakat, Lamongan Bhayangkara Fun Bike 2026 Siapkan Doorprize Motor Listrik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Sishankamrata: Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Dapur Hotel ke Program MBG, Chef Wahyu Dedikasikan Keahlian untuk Pelajar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puasa Sehat: SPPG Pucung Ajak Siswa MTs Hidayatul Ummah Pahami Gizi Seimbang Sambil Menanti Berbuka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat