Pusat Berita Rakyat
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
  • Home
  • Agro
    • Agro Sektor
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Komunitas
  • Nasional
  • Peristiwa
  • TNI – POLRI
No Result
View All Result
Pusat Berita Rakyat
Home Berita

BCW Soroti Data Produksi Rokok hingga Penerimaan Cukai

by Jurnalis2
28 Agustus 2026
in Berita, Ekonomi, Nasional
BCW Soroti Data Produksi Rokok hingga Penerimaan Cukai

BCW Soroti Data Produksi Rokok hingga Penerimaan Cukai

Jakarta, Pusatberitarakyat.com – Bea Cukai Watch (BCW) menaruh perhatian terhadap transparansi dan akuntabilitas penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau. BCW berencana melakukan kajian terhadap rantai administrasi cukai selama lima tahun terakhir, mulai dari produksi hasil tembakau, pemesanan dan pencetakan pita cukai, distribusi dan penggunaannya, hingga penerimaan negara dan perkembangan peredaran rokok ilegal.

Koordinator BCW Jimmy Endey mengatakan kajian tersebut diperlukan untuk memberikan gambaran yang lebih utuh kepada publik mengenai hubungan antara produksi hasil tembakau legal dengan penerimaan cukai yang masuk ke kas negara.

Menurut Jimmy, cukai hasil tembakau merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang besar. Karena itu, keterbukaan dan kemampuan merekonsiliasi data dari hulu sampai hilir menjadi penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan setiap potensi penerimaan negara terlindungi.

“Ini menyangkut uang negara dalam jumlah besar. Publik perlu mendapatkan gambaran yang terang: berapa yang diproduksi secara legal, berapa pita cukai yang dipesan dan dicetak, berapa yang didistribusikan dan digunakan, serta berapa yang akhirnya menjadi penerimaan negara,” kata Jimmy, di sekretariat BCW, Jl. Saharjo 123, Jakarta, Kamis (27/08/2026).

BCW menegaskan kajian tersebut tidak berangkat dari tudingan telah terjadi kebocoran penerimaan negara. Kajian justru dimaksudkan untuk menguji apakah seluruh rangkaian data cukai dapat direkonsiliasi secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau semua datanya match, itu justru memperkuat kepercayaan terhadap sistem. Tetapi kalau ada selisih atau anomali, kita perlu tahu penyebabnya. Bisa karena mekanisme administrasi yang sah, bisa karena faktor lain. Jangan berspekulasi, kita uji dengan data,” ujar Jimmy.

Produksi Legal Turun, Penerimaan Cukai Tetap Besar.

Salah satu hal yang menjadi perhatian BCW adalah kecenderungan penurunan produksi rokok legal dalam beberapa tahun terakhir.

Data yang dihimpun dari sejumlah publikasi menunjukkan produksi rokok legal berada pada kisaran 334,8 miliar batang pada 2021, kemudian cenderung menurun hingga berada pada kisaran 307,8 miliar batang pada 2025.

Pada saat yang sama, penerimaan cukai negara tetap berada pada kisaran ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Menurut BCW, kondisi tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya persoalan. Perubahan tarif cukai, struktur produksi, jenis rokok, harga jual eceran, hingga pergeseran konsumsi dapat memengaruhi hubungan antara volume produksi dan penerimaan.

Namun fenomena tersebut dinilai cukup penting untuk dikaji secara komprehensif.

“Pertanyaannya bukan hanya mengapa produksi legal turun. Kita juga perlu bertanya: ketika produksi legal turun, ke mana konsumennya berpindah? Apakah konsumsi memang turun, berpindah ke produk legal yang lebih murah, ke jenis hasil tembakau lain, rokok elektrik, atau justru masuk ke pasar ilegal?” kata Jimmy.

BCW Akan Telusuri Rantai Pita Cukai.

Aspek lain yang menjadi perhatian BCW adalah tata kelola pita cukai.

BCW berencana memetakan rantai pengelolaan pita cukai mulai dari perencanaan kebutuhan, pengadaan dan pencetakan, penyimpanan, pemesanan oleh industri, distribusi, penggunaan, pengembalian hingga pemusnahan.

Menurut Jimmy, pita cukai memiliki posisi penting karena merupakan dokumen sekuriti negara sekaligus instrumen pelunasan cukai.

Karena itu, akuntabilitas setiap pita yang dicetak menjadi bagian penting dalam sistem pengawasan penerimaan negara.

“Pertanyaan sederhananya adalah: apakah setiap pita cukai yang dicetak dapat ditelusuri sampai status akhirnya? Berapa yang didistribusikan, berapa yang digunakan, berapa yang dikembalikan, dan berapa yang dimusnahkan. Kalau datanya terbuka dan bisa direkonsiliasi, publik justru memperoleh keyakinan bahwa sistem pengawasannya kuat,” jelas Jimmy.

BCW juga akan melihat data pelanggaran yang berkaitan dengan pita cukai, antara lain penggunaan pita palsu, pita bekas, pita salah peruntukan maupun produk hasil tembakau tanpa pita cukai.

Uji Potensi Kebocoran, Bukan Menuduh Ada Kebocoran.

BCW menilai potensi kebocoran penerimaan negara harus dilihat sebagai risiko fiskal yang perlu diuji, bukan sebagai kesimpulan sebelum data diperoleh.

Kajian akan mencoba mempertemukan sejumlah kelompok data yang selama ini kerap dibahas secara terpisah.

Data produksi legal akan dibandingkan dengan data pemesanan dan penggunaan pita cukai. Data pita yang dicetak akan direkonsiliasi dengan distribusi, penggunaan, pengembalian dan pemusnahannya.

Selanjutnya, data tersebut akan dibandingkan dengan penerimaan Cukai Hasil Tembakau (CHT) serta perkembangan penindakan produk ilegal.

“BCW tidak akan mengatakan ada kebocoran hanya karena menemukan angka yang berbeda. Anomali adalah pertanyaan, bukan vonis. Kita harus meminta penjelasan kepada Bea Cukai, melakukan verifikasi, baru kemudian menarik kesimpulan,” tegas Jimmy.

Menurut BCW, pendekatan tersebut penting agar fungsi pengawasan masyarakat tetap berjalan secara kritis tanpa mengabaikan objektivitas dan asas praduga tidak bersalah.

Tak Hanya Rokok, Cerutu Juga Akan Dipetakan.

Kajian BCW juga akan memisahkan data berdasarkan jenis hasil tembakau, antara lain Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan (SKT), cerutu, rokok daun, tembakau iris serta kategori hasil tembakau lainnya.

Cerutu atau cigar menjadi salah satu kategori yang menarik karena memiliki karakteristik berbeda dengan sigaret dan volumenya relatif lebih kecil.

BCW mempertimbangkan menggunakan cerutu sebagai salah satu uji petik untuk melihat apakah data suatu jenis hasil tembakau dapat ditelusuri secara lengkap dari jumlah produsen, produksi, pita cukai, pembayaran cukai hingga penerimaan negara.

Akan Minta Data Resmi Bea Cukai.

Dalam pelaksanaan kajian, BCW berencana meminta data resmi kepada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk periode 2021–2025.

Data tersebut antara lain mencakup volume produksi berdasarkan jenis hasil tembakau, jumlah produsen aktif, pemesanan pita cukai, jumlah pita yang dicetak dan didistribusikan, realisasi penggunaan, pengembalian dan pemusnahan pita, penerimaan cukai serta data penindakan hasil tembakau ilegal.

Seluruh data tersebut akan dimasukkan ke dalam BCW Tobacco Excise Data Matrix 2021–2025 untuk kemudian direkonsiliasi dan dianalisis.

BCW juga membuka ruang bagi DJBC, industri, akademisi, ekonom, praktisi cukai dan pemangku kepentingan lainnya untuk memberikan data maupun pandangan sehingga hasil kajian tidak hanya melihat persoalan dari satu sisi.

Transparansi untuk Melindungi Penerimaan Negara.

Jimmy menegaskan tujuan kajian bukan untuk mencari kesalahan institusi tertentu, melainkan mendorong transparansi dan memperkuat sistem pengawasan terhadap salah satu sumber penerimaan negara yang strategis.

Apabila sistem telah berjalan baik, menurut dia, kajian independen justru dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap DJBC.

Sebaliknya, apabila ditemukan celah sistem, hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan.

“BCW ingin melihat rantainya secara utuh: produksi, pita cukai, pelunasan, penerimaan negara sampai penindakan produk ilegal. Semuanya harus bisa dibaca dalam satu gambaran besar,” ujarnya.

“Setiap rupiah penerimaan negara harus dapat dipertanggungjawabkan. Kalau sistemnya transparan, negara terlindungi, industri legal mendapat kepastian, dan masyarakat juga bisa ikut mengawasi. Kalau ada potensi kebocoran, kita tutup celahnya. Kalau sistemnya sudah baik, kita katakan kepada publik bahwa sistemnya memang baik berdasarkan data,” tutup Jimmy. (**)

ShareTweetSend

Related Posts

Drone Pertanian PT Anak Kulon Group Diuji, Siap Perkuat Sektor Pangan
Berita

Drone Pertanian PT Anak Kulon Group Diuji, Siap Perkuat Sektor Pangan

16 September 2026
Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!
Berita

Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!

16 September 2026
GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli
Berita

GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli

15 September 2026
Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi
Berita

Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

15 September 2026
Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi
Berita

Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi

15 September 2026
FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik
Bela Negara

FKBN Karangbinangun Sulap Lahan Tidur Jadi Sentra Pembesaran Bebek Organik

15 September 2026
JMSI Lamongan Berganti Nahkoda, Suciono Siapkan Penguatan Ekosistem Media Siber
Berita

JMSI Lamongan Berganti Nahkoda, Suciono Siapkan Penguatan Ekosistem Media Siber

13 September 2026
Polda Banten Pastikan Helm, Jeriken dan Life Jacket Temuan Bukan Milik KM Arupadhatu 1
Berita

Polda Banten Pastikan Helm, Jeriken dan Life Jacket Temuan Bukan Milik KM Arupadhatu 1

13 September 2026
Doa Mengalir dari PWI Jatim untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau
Berita

Doa Mengalir dari PWI Jatim untuk Lima Jurnalis yang Hilang di Anak Krakatau

12 September 2026

Hari Besar : HPN 2026

Info Publik : Fai Food

FAI Food: Rajanya Olahan Kambing

Oplus_131072
Oplus_131072

Promoted :

Berita Lain

Media Bela Negara :

BERITAPOPULER

  • Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

    Dugaan Pungli PTSL Brengkok Masuk Kejari, Kades dan Ketua Pokmas Jalani Klarifikasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • GmbB Brengkok Bergerak, Ratusan Warga Deklarasi Kawal Kasus Dugaan Pungli

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Muspika Deket Cup 2026, Semarak Olahraga untuk Pererat Silaturahmi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peduli Lingkungan, TNI Bersama DLH dan Warga Bersihkan Bengawan Jero

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bengawan Jero Lamongan Dikepung Sampah, Aksi BERSUMPAH Turun Tangan!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antisipasi Kekeringan, Babinsa Lebakadi Dampingi Distribusi 18.000 Liter Air Bersih

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Revitalisasi SDN Karangbinangun Telan Rp.831 Juta APBN, Masyarakat Pertanyakan Mutu dan Transparansi Pekerjaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

UMKM Bela Negara : (Klik)

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Info Lainnya

© 2021 Pusat Berita Rakyat

No Result
View All Result
  • Home
  • Agro Sektor
  • Daerah
  • Desa Kita
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Suara Milenial
  • Teknologi
  • TNI – POLRI
  • UMKM
  • Wisata

© 2021 Pusat Berita Rakyat